Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DAMPAK PENGELUARAN MILITER, INVESTASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA

View through CrossRef
Tingkat kemiskinan Indonesia adalah 10,14% pada tahun 2021, artinya sekitar 27,54 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Selain itu, ketimpangan pendapatan masih tinggi, koefisien Gini sebesar 0,38. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi tidak terdistribusi secara merata dan masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Salah satu faktor potensial yang dapat mempengaruhi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia adalah pengeluaran militer. Pengeluaran militer Indonesia adalah USD 8,8 miliar pada tahun 2021, yang hanya setara dengan 0,7% dari PDB. Hal tersebut merupakan yang terendah di ASEAN dan juga masih lebih rendah dari rata-rata global yang sebesar 2,2%. Pengeluaran militer dapat mengalihkan sumber daya dari program sosial dan pembangunan ekonomi, yang dapat menyebabkan kemiskinan. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa pengeluaran militer juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemiskinan. Penelitian kami menggunakan analisis jalur. Kami menganalisis dampak langsung dan tidak langsung dari pengeluaran dan investasi militer terhadap pertumbuhan PDB dan tingkat kemiskinan. Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa pengeluaran militer per PDB dan investasi per PDB memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia. Selain itu, investasi per PDB ditemukan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia.
Title: DAMPAK PENGELUARAN MILITER, INVESTASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA
Description:
Tingkat kemiskinan Indonesia adalah 10,14% pada tahun 2021, artinya sekitar 27,54 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.
Selain itu, ketimpangan pendapatan masih tinggi, koefisien Gini sebesar 0,38.
Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi tidak terdistribusi secara merata dan masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.
Salah satu faktor potensial yang dapat mempengaruhi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia adalah pengeluaran militer.
Pengeluaran militer Indonesia adalah USD 8,8 miliar pada tahun 2021, yang hanya setara dengan 0,7% dari PDB.
Hal tersebut merupakan yang terendah di ASEAN dan juga masih lebih rendah dari rata-rata global yang sebesar 2,2%.
Pengeluaran militer dapat mengalihkan sumber daya dari program sosial dan pembangunan ekonomi, yang dapat menyebabkan kemiskinan.
Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa pengeluaran militer juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemiskinan.
Penelitian kami menggunakan analisis jalur.
Kami menganalisis dampak langsung dan tidak langsung dari pengeluaran dan investasi militer terhadap pertumbuhan PDB dan tingkat kemiskinan.
Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa pengeluaran militer per PDB dan investasi per PDB memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia.
Selain itu, investasi per PDB ditemukan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia.

Related Results

RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesejahteraan yang baik jika dilihat dari pengeluaran rumah tangganya. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2018...
Analisis Kemiskinan di Provinsi D.I Yogyakarta
Analisis Kemiskinan di Provinsi D.I Yogyakarta
Abstract. Poverty is a serious problem that exists in Indonesia, especially the Province in D.I Yogyakarta. Poverty occurs due to various factors, including the high unemployment r...
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA
Tesis ini menganalisa pengaruh tingkat suku bunga SBI, jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto (PDB) dan pengeluaran pemerintah terhadap...
DAMPAK ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PENGENTASAN KEMISKINAN
DAMPAK ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PENGENTASAN KEMISKINAN
Tujuan Penelitian: Untuk menganalisa dampak pendistribusian ZIS dalam mereduksi tingkat kemiskinan dan mempercepat proses pengentasan kemiskinan dengan mengambil studi kasus Lembag...
Faktor-Faktor Yang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
Faktor-Faktor Yang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konsumsi Rumah Tangga,Pengeluaran Pemerintah dan investasi terhadap PDB di Indonesia data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah da...

Back to Top