Javascript must be enabled to continue!
APAKAH TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA BIAYA SMKK DENGAN IMPLEMENTASI PROGRAM DAN KINERJA K3L ?
View through CrossRef
Kegiatan konstruksi memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi terhadap potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Proyek konstruksi jembatan melibatkan pekerja yang banyak, tuntutan waktu dan sumberdaya yang terbatas. Sektor konstruksi merupakan penyumbang kecelakaan tertinggi. Rendahnya pembiayaan untuk kegiatan keselamatan menjadi alasan banyak perusahaan konstruksi terlibat dalam kecelakaan. Pemerintah mengeluarkan regulasi PermenPUPR No. 10/2021 yang didalamnya mengatur biaya SMKK. Studi ini menganalisis komponen dan besaran biaya keselamatan dengan implementasi program dan Kinerja K3L proyek konstruksi jembatan di PT.X. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah naratif analisis dengan pendekataan secara kuantitatif. Populasi berjumlah 400 orang dari 4 proyek dengan teknik pengumpulan sampel dengan clustered random sampling dan ditemukan berjumlah 80 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil penelitian ini adalah 57% responden menyatakan kinerja K3L yang buruk jika biaya keselamatan tidak dianggarkan dengan baik. Terdapat hubungan antara komponen biaya dan besaran biaya SMKK dengan Kinerja K3L. Namun komponen biaya penyiapan SMKK (p-value 0,164), biaya asuransi dan perizinan (p-value 0,108), biaya konsultasi dengan ahli (p-value 0,654) tidak berhubungan dengan implementasi program K3L. Dari penelitian ini disimpulkan komponen biaya dan besaran biaya SMKK yang dianggarkan dengan baik akan meningkatkan kinerja K3L.
Title: APAKAH TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA BIAYA SMKK DENGAN IMPLEMENTASI PROGRAM DAN KINERJA K3L ?
Description:
Kegiatan konstruksi memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi terhadap potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Proyek konstruksi jembatan melibatkan pekerja yang banyak, tuntutan waktu dan sumberdaya yang terbatas.
Sektor konstruksi merupakan penyumbang kecelakaan tertinggi.
Rendahnya pembiayaan untuk kegiatan keselamatan menjadi alasan banyak perusahaan konstruksi terlibat dalam kecelakaan.
Pemerintah mengeluarkan regulasi PermenPUPR No.
10/2021 yang didalamnya mengatur biaya SMKK.
Studi ini menganalisis komponen dan besaran biaya keselamatan dengan implementasi program dan Kinerja K3L proyek konstruksi jembatan di PT.
X.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah naratif analisis dengan pendekataan secara kuantitatif.
Populasi berjumlah 400 orang dari 4 proyek dengan teknik pengumpulan sampel dengan clustered random sampling dan ditemukan berjumlah 80 orang.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi data sekunder.
Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square.
Hasil penelitian ini adalah 57% responden menyatakan kinerja K3L yang buruk jika biaya keselamatan tidak dianggarkan dengan baik.
Terdapat hubungan antara komponen biaya dan besaran biaya SMKK dengan Kinerja K3L.
Namun komponen biaya penyiapan SMKK (p-value 0,164), biaya asuransi dan perizinan (p-value 0,108), biaya konsultasi dengan ahli (p-value 0,654) tidak berhubungan dengan implementasi program K3L.
Dari penelitian ini disimpulkan komponen biaya dan besaran biaya SMKK yang dianggarkan dengan baik akan meningkatkan kinerja K3L.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
REKRUTMEN K3L UNPAD DITINJAU DARI PERSPEKTIF REKRUTMEN UMUM DAN PEKERJAAN SOSIAL
REKRUTMEN K3L UNPAD DITINJAU DARI PERSPEKTIF REKRUTMEN UMUM DAN PEKERJAAN SOSIAL
Tenaga kerja merupakan elemen penting dari sebuah perusahaan atau institusi.Jika tidak ada tenaga kerja,maka tidak ada yang bisa menjalankan kegiatan perusahaan baik internal maupu...
Persepsi Pekerja Konstruksi Terhadap Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) di Kabupaten Bungo
Persepsi Pekerja Konstruksi Terhadap Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) di Kabupaten Bungo
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK) di sektor konstruksi bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, namun kepatuhan pekerja, seperti penggunaan...
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi IQ dan Kepercayaan diri siswa secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama hasil belajar pen...
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keinda...
EVALUASI KINERJA WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK GEDUNG X MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS - MRK
EVALUASI KINERJA WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK GEDUNG X MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS - MRK
Pembangunan Proyek Gedung X dijadwalkan selesai dalam waktu 16 bulan atau 70 minggu. Namun proyek ini mengalami penambahan waktu pelaksanaan menjadi 27 bulan atau 118 minggu dengan...

