Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Internalisasi Pembelajaran Berbasis Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam Berkemajuan

View through CrossRef
The basis of wasatiah Islamic learning should be applied in every line of life, especially in the field of Islamic education. This article aims to explain how the internalization of Islamic wasatiah values through learning in Islamic education is progressing. This research is descriptive qualitative research with data collection through documents and analyzed using the content analysis method. The results of the research are aspects of learning that can be carried out in learning activities in Muhammadiyah schools. This activity is carried out consistently every day as a habit with the aim of making it a madrasa culture. Some of these activities include religious attitudes, tolerance, balance, tajdid and innovation. Progressive Islamic education can be internalized in learning based on Islamic wasatiah in developing student character. Internalization is usually created in two ways that are combined systematically and measurably and build a school culture that is Islamic and reflects religious values ​​such as religious, tolerance, balance, tajdid and innovation in formal and non-formal activities. The author found the right curriculum to internalize Islamic wasatiah learning, namely ISMUBA education (al-Islam, Muhammadiyah and Arabic) as formal learning and Hizbul Wathan as non-formal learning. From here, students are expected to be able to implement wasatiah values ​​in social life.   Abstrak: Basis pembelajaran Moderasi beragama seyogyanya diterapkan pada setiap lini kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan memaparkan bagaimana internalisasi nilai-nilai Moderasi beragama melalui pembelajaran pada pendidikan Islam berkemajuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumen serta dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian yakni aspek pembelajaran yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilakukan konsisten setiap hari sebagai sebuah pembiasaan dengan tujuan menjadikannya sebagai budaya madrasah. Beberapa kegiatan tersebut antara lain sikap religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif. Pendidikan islam berkemajuan dapat diinternalisasikan pada pembelajaran berbasis Moderasi beragama dalam pengembangan karakter siswa. Internalisasi biasanya diciptakan dalam dua hal yang dipadukan secara sistematis dan terukur serta membangun budaya sekolah yang Islami dan mencerminkan nilai-nilai wasatiah seperti religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif dalam kegiatan formal maupun non-formal. Penulis menemukan kurikulum yang tepat guna menginternalisasikan pembelajaran Moderasi beragama ini yakni pada pendidikan ISMUBA (al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sebagai pembelajaran formal dan Hizbul Wathan sebagai pembelajaran non formal. Dari sini, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai wasatiah pada kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: internalisasi; moderasi beragama; pendidikan Islam berkemajuan.
Title: Internalisasi Pembelajaran Berbasis Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam Berkemajuan
Description:
The basis of wasatiah Islamic learning should be applied in every line of life, especially in the field of Islamic education.
This article aims to explain how the internalization of Islamic wasatiah values through learning in Islamic education is progressing.
This research is descriptive qualitative research with data collection through documents and analyzed using the content analysis method.
The results of the research are aspects of learning that can be carried out in learning activities in Muhammadiyah schools.
This activity is carried out consistently every day as a habit with the aim of making it a madrasa culture.
Some of these activities include religious attitudes, tolerance, balance, tajdid and innovation.
Progressive Islamic education can be internalized in learning based on Islamic wasatiah in developing student character.
Internalization is usually created in two ways that are combined systematically and measurably and build a school culture that is Islamic and reflects religious values ​​such as religious, tolerance, balance, tajdid and innovation in formal and non-formal activities.
The author found the right curriculum to internalize Islamic wasatiah learning, namely ISMUBA education (al-Islam, Muhammadiyah and Arabic) as formal learning and Hizbul Wathan as non-formal learning.
From here, students are expected to be able to implement wasatiah values ​​in social life.
  Abstrak: Basis pembelajaran Moderasi beragama seyogyanya diterapkan pada setiap lini kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.
Artikel ini bertujuan memaparkan bagaimana internalisasi nilai-nilai Moderasi beragama melalui pembelajaran pada pendidikan Islam berkemajuan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumen serta dianalisis dengan menggunakan metode content analysis.
Hasil penelitian yakni aspek pembelajaran yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut dilakukan konsisten setiap hari sebagai sebuah pembiasaan dengan tujuan menjadikannya sebagai budaya madrasah.
Beberapa kegiatan tersebut antara lain sikap religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif.
Pendidikan islam berkemajuan dapat diinternalisasikan pada pembelajaran berbasis Moderasi beragama dalam pengembangan karakter siswa.
Internalisasi biasanya diciptakan dalam dua hal yang dipadukan secara sistematis dan terukur serta membangun budaya sekolah yang Islami dan mencerminkan nilai-nilai wasatiah seperti religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif dalam kegiatan formal maupun non-formal.
Penulis menemukan kurikulum yang tepat guna menginternalisasikan pembelajaran Moderasi beragama ini yakni pada pendidikan ISMUBA (al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sebagai pembelajaran formal dan Hizbul Wathan sebagai pembelajaran non formal.
Dari sini, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai wasatiah pada kehidupan bermasyarakat.
Kata kunci: internalisasi; moderasi beragama; pendidikan Islam berkemajuan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal i...
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Abstrak: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keislaman umumnya hanya melibatkan umat muslim, akan tetapi berbeda dengan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang mengimplement...
Strategi Kebijakan Penerapan Pembelajaran Virtual Berbasis Moderasi Beragama Di SD Islam Khalifah Palu
Strategi Kebijakan Penerapan Pembelajaran Virtual Berbasis Moderasi Beragama Di SD Islam Khalifah Palu
Persoalan moderasi beragama bukan sekedar urusan atau kepentingan orang per orang, melainkan urusan dan kepentingan setiap kelompok dan umat, kepentingan negara dan masyarakat. Leb...
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini...
Strategi Penanaman Nilai Moderasi Beragama Terhadap Pembelajaran Di Sekolah
Strategi Penanaman Nilai Moderasi Beragama Terhadap Pembelajaran Di Sekolah
Indonesia is known as a country that has a pluralistic and diverse society with horizontal and vertical differences, either in ethnicity, language, race, culture, to religiosity. T...

Back to Top