Javascript must be enabled to continue!
Luaran Maternal dan Perinatal pada Preeklampsia Berat dan Eklampsia
View through CrossRef
Abstract: Preeclampsia and eclampsia are a complication in pregnancy which can increase the maternal and neonatal morbidity and mortality in Indonesia. This study aimed to illustrate outcome severe preeclampsia and eclampsia at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado on period January 1st – December 31st, 2018. Design of study is descriptive retrospective method. The results of study, in the period from January 1st – December 31st, 2018 at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado there are 1366 deliveries which 322 cases (23.57%) severe preeclampsia and 12 cases (0.88%) eclampsia. For severe preeclampsia obtained maternal age ≥ 35 years as much as 128 cases (39.8%), gestational age 37–40 weeks as much as 186 cases (56.3%), cesarean section delivery as much as 214 cases (66.5%), appropriate gestational age as much as 257 cases (79.8%), APGAR Score 4-6 as much as 165 cases (64.3%), perinatal mortality as much as 8 cases (6.08o/oo). For eclampsia obtained maternal age between 21-29 years as much as 5 cases (41.6%), gestational age < 37 weeks as much as 7 cases (58.3%), cesarean section delivery as much as 12 cases (100%), small gestational age as much as 9 cases (75%), maternal mortality as much as 8 cases (5.95%o), perinatal mortality as much as 2 cases (1.52o/oo). In conclusion, outcomes of severe preeclampsia and eclampsia obtained in accordance with the literature where APGAR Score babies are not very good so it affects the rate of perinatal mortality. Perinatal mortality caused by intrauterine hypoxia and prematurity.Key Words: severe preeclampsia, eclampsia, maternal mortality, perinatal mortality Abstrak: Preeklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal di Indonesia. Tujuan penelitian utuk mengetahui luaran maternal dan perinatal pada preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari– 31 Desember 2018. Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian, pada periode 1 Januari - 31 Desember 2018 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terdapat 1366 persalinan diantaranya 322 kasus (23.57%) preeklampsia berat dan 12 kasus (0.88%) eklampsia. Untuk preeklampsia berat didapatkan usia ≥ 35 tahun sebanyak 128 kasus (39.8%), kehamilan 37–40 minggu sebanyak 186 kasus (56.3%), persalinan seksio sesarea sebanyak 214 kasus (66.5%), berat badan bayi sesuai masa kehamilan sebanyak 257 kasus (79.8%), nilai APGAR 4–6 sebanyak 165 kasus (64.3%) dan kematian perinatal sebanyak 8 kasus (6.08o/oo). Untuk eklampsia didapatkan pada usia 21-29 tahun sebanyak 5 kasus (55.6%), kehamilan < 37 minggu sebanyak 6 kasus (66.7%), persalinan seksio sesarea sebanyak 12 kasus (100%), berat badan bayi kecil masa kehamilan sebanyak 9 kasus (75%), kematian maternal sebanyak 8 kasus (5.95%o), kematian perinatal sebanyak 2 kasus (1.52o/oo). Sebagai simpulan, hasil luaran preeklampsia berat dan eklampsia sesuai dengan kepustakaan bahwa nilai APGAR bayi yang tidak terlalu baik, sehingga mempengaruhi tingkat kematian perinatal. Kematian perinatal disebabkan oleh hipoksia intrauterin dan prematuritas.Kata Kunci: preeklampsia berat, eklampsia, AKI, AKP
Title: Luaran Maternal dan Perinatal pada Preeklampsia Berat dan Eklampsia
Description:
Abstract: Preeclampsia and eclampsia are a complication in pregnancy which can increase the maternal and neonatal morbidity and mortality in Indonesia.
This study aimed to illustrate outcome severe preeclampsia and eclampsia at RSUP Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Manado on period January 1st – December 31st, 2018.
Design of study is descriptive retrospective method.
The results of study, in the period from January 1st – December 31st, 2018 at RSUP Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Manado there are 1366 deliveries which 322 cases (23.
57%) severe preeclampsia and 12 cases (0.
88%) eclampsia.
For severe preeclampsia obtained maternal age ≥ 35 years as much as 128 cases (39.
8%), gestational age 37–40 weeks as much as 186 cases (56.
3%), cesarean section delivery as much as 214 cases (66.
5%), appropriate gestational age as much as 257 cases (79.
8%), APGAR Score 4-6 as much as 165 cases (64.
3%), perinatal mortality as much as 8 cases (6.
08o/oo).
For eclampsia obtained maternal age between 21-29 years as much as 5 cases (41.
6%), gestational age < 37 weeks as much as 7 cases (58.
3%), cesarean section delivery as much as 12 cases (100%), small gestational age as much as 9 cases (75%), maternal mortality as much as 8 cases (5.
95%o), perinatal mortality as much as 2 cases (1.
52o/oo).
In conclusion, outcomes of severe preeclampsia and eclampsia obtained in accordance with the literature where APGAR Score babies are not very good so it affects the rate of perinatal mortality.
Perinatal mortality caused by intrauterine hypoxia and prematurity.
Key Words: severe preeclampsia, eclampsia, maternal mortality, perinatal mortality Abstrak: Preeklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal di Indonesia.
Tujuan penelitian utuk mengetahui luaran maternal dan perinatal pada preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Manado periode 1 Januari– 31 Desember 2018.
Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif.
Hasil penelitian, pada periode 1 Januari - 31 Desember 2018 di RSUP Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Manado terdapat 1366 persalinan diantaranya 322 kasus (23.
57%) preeklampsia berat dan 12 kasus (0.
88%) eklampsia.
Untuk preeklampsia berat didapatkan usia ≥ 35 tahun sebanyak 128 kasus (39.
8%), kehamilan 37–40 minggu sebanyak 186 kasus (56.
3%), persalinan seksio sesarea sebanyak 214 kasus (66.
5%), berat badan bayi sesuai masa kehamilan sebanyak 257 kasus (79.
8%), nilai APGAR 4–6 sebanyak 165 kasus (64.
3%) dan kematian perinatal sebanyak 8 kasus (6.
08o/oo).
Untuk eklampsia didapatkan pada usia 21-29 tahun sebanyak 5 kasus (55.
6%), kehamilan < 37 minggu sebanyak 6 kasus (66.
7%), persalinan seksio sesarea sebanyak 12 kasus (100%), berat badan bayi kecil masa kehamilan sebanyak 9 kasus (75%), kematian maternal sebanyak 8 kasus (5.
95%o), kematian perinatal sebanyak 2 kasus (1.
52o/oo).
Sebagai simpulan, hasil luaran preeklampsia berat dan eklampsia sesuai dengan kepustakaan bahwa nilai APGAR bayi yang tidak terlalu baik, sehingga mempengaruhi tingkat kematian perinatal.
Kematian perinatal disebabkan oleh hipoksia intrauterin dan prematuritas.
Kata Kunci: preeklampsia berat, eklampsia, AKI, AKP.
Related Results
Hubungan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia dan Eklampsia
Hubungan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia dan Eklampsia
Preeklampsia adalah penyakit dengan gejala klinis berupa hipertensi dan proteinuria yang timbul karena kehamilan akibat vasospasme dan aktivasi endotel saat usia kehamilan di atas ...
Kronologis Kejadian Pre Eklampsia Yang Dikaitkan Dengan Penyebab Tidak Langsung Di Karawang
Kronologis Kejadian Pre Eklampsia Yang Dikaitkan Dengan Penyebab Tidak Langsung Di Karawang
Latar Belakang: Preeklampsia dan eklampsia merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena preeklampsia adalah penyebab kematian ibu hamil dan perinatal yang ti...
Hubungan Program Multipelpregnacy, Hypertension Kronis Dengan Acara Exlampsia Berat PRE Pada Ibu Yang Dilengkapi dI DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin di 2019
Hubungan Program Multipelpregnacy, Hypertension Kronis Dengan Acara Exlampsia Berat PRE Pada Ibu Yang Dilengkapi dI DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin di 2019
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab kematian ibu secara langsung. Kejadian preeklampsia berat di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dari tahun 2017 sebesar 228 (7,58...
Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Di Manado
Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Di Manado
Latar Belakang : Preeklampsia merupakan salah satu masalah medis yang menyebabkan morbiditaspada ibu dan janin serta penyebab kematian pada ibu. Preeklampsia ialah penyakit yang di...
Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di Sebuah RS Provinsi Lampung
Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di Sebuah RS Provinsi Lampung
Menurut laporan <em>World Health Organization </em>(WHO) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Pada Preeklampsia ringan, gejala subjektif bel...
Studi Kasus Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Preeklampsi Berat di RSUD Ciamis
Studi Kasus Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Preeklampsi Berat di RSUD Ciamis
One of the main causes of maternal mortality is severe preeclampsia. Severe absorption is an increase in blood pressure and proteinuria that occurs after 20 weeks of gestation. If ...
Pengaruh Kadar Timbal dalam Darah terhadap Peningkatan Kadar Superoxide Dismutase (SOD) pada Preeklampsia
Pengaruh Kadar Timbal dalam Darah terhadap Peningkatan Kadar Superoxide Dismutase (SOD) pada Preeklampsia
Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) adalah masalah yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Preeklampsia adalah suatu komplikasi dalam kehamilan yang menjadi salah sa...
PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
Penelitian tentang Kajian Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung ketan (Zea mays L.) dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober – 20 ...

