Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Inovasi Produk Dan Motif Batik Pada Industri Kreatif Nisya Batik Sebagai Basis Dan Bentuk Pengembangan Digitalisasi Kebudayaan Di Kabupaten Kuningan

View through CrossRef
Abstrak Digitalisasi kebudayan merupakan suatu konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan. Lingkup pengembangan digitalisasi kebudayaan mencakup unsur-unsur kebudayaan, yakni sistem religi, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi, dan sistem peralatan hidup atau teknologi (C. Kluckhohn, 1952). Batik merupakan salah satu produk tekstil hasil karya tradisional bangsa Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya batik dengan kekhasan motifnya termasuk Kabupaten Kuningan. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak ragam kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan dan dijaga kualitasnya. Penerapan teknologi informasi sebagai instrumen pendukung dalam proses digitalisasi kebudayaan yang berguna bagi seluruh kalangan untuk meningkatkan kinerja salah satunya di dunia usaha industri kreatif. Nisya Batik merupakan salah satu pelaku usaha industry kreatif di kabupaten Kuningan yang memproduksi produk dan motif batik sampai ke proses pemasaran secara konvensional. Untuk itu perlu adanya suatu inovasi pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu proses pembuatan sampai ke proses pemasarannya berupa platform aplikasi.   Dalam penelitian ini perancangan aplikasi di buat dengan metode pengembangan sistem Waterfall. Bahasa pemrograman yang digunakan pada sistem yang dikembangkan ini adalah bahasa pemrograman PHP dan pengelolaan databasenya menggunakan SQL. Dengan adanya platform aplikasi ini, Nisya Batik bisa mengelola dan memasarkan produk batik bukan hanya untuk daerah Kabupaten Kuningan, tetapi bisa sampai ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia sebagai bentuk kekayaan budaya di Kabupaten Kuningan khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kata kunci : Platform; Digitalisasi; Batik;  Waterfall; SQL Abstract Cultural digitization is a concept of using information and communication technology to increase efficiency in the field of culture, especially in terms of managing, documenting, disseminating information and knowledge of cultural elements. The scope of the development of cultural digitization includes cultural elements, namely religious systems, social systems or social organizations, knowledge systems, languages, arts, livelihood systems or economic systems, and systems of living equipment or technology (C. Kluckhohn,1952). Batik is one of the textile products made by the traditional Indonesian people. Almost every region in Indonesia has batik works with unique motifs, including Kuningan Regency. This is one of the many kindsof national wealth that needs to be preserved and maintained for its quality. The application of information technology as a supporting instrument in the process of digitizing culture that is useful for all groups toimprove performance, one of which is in the creative industry business world. Nisya Batik is one of the creative industry business actors in Kuningan district which produces batik products and motifs to the conventional marketing process. For this reason, it is necessary to have an innovation in the use of information technology to help the manufacturing process to the marketing process in the form of an application platform. In this study, the application design was made using the Waterfall system development method. The programming language used in this developed system is the PHP programming language and the database management uses SQL. With this application platform, Nisya Batik can manage and market batik products not only for the Kuningan Regency area, but can reach all corners of Indonesia and the world as a form of cultural wealth in Kuningan Regency in particular and Indonesia in general. Keywords: Platform;  Digitization; Batik;  Waterfall;  SQL
Title: Inovasi Produk Dan Motif Batik Pada Industri Kreatif Nisya Batik Sebagai Basis Dan Bentuk Pengembangan Digitalisasi Kebudayaan Di Kabupaten Kuningan
Description:
Abstrak Digitalisasi kebudayan merupakan suatu konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan.
Lingkup pengembangan digitalisasi kebudayaan mencakup unsur-unsur kebudayaan, yakni sistem religi, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi, dan sistem peralatan hidup atau teknologi (C.
Kluckhohn, 1952).
Batik merupakan salah satu produk tekstil hasil karya tradisional bangsa Indonesia.
Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya batik dengan kekhasan motifnya termasuk Kabupaten Kuningan.
Ini merupakan salah satu dari sekian banyak ragam kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan dan dijaga kualitasnya.
Penerapan teknologi informasi sebagai instrumen pendukung dalam proses digitalisasi kebudayaan yang berguna bagi seluruh kalangan untuk meningkatkan kinerja salah satunya di dunia usaha industri kreatif.
Nisya Batik merupakan salah satu pelaku usaha industry kreatif di kabupaten Kuningan yang memproduksi produk dan motif batik sampai ke proses pemasaran secara konvensional.
Untuk itu perlu adanya suatu inovasi pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu proses pembuatan sampai ke proses pemasarannya berupa platform aplikasi.
   Dalam penelitian ini perancangan aplikasi di buat dengan metode pengembangan sistem Waterfall.
Bahasa pemrograman yang digunakan pada sistem yang dikembangkan ini adalah bahasa pemrograman PHP dan pengelolaan databasenya menggunakan SQL.
Dengan adanya platform aplikasi ini, Nisya Batik bisa mengelola dan memasarkan produk batik bukan hanya untuk daerah Kabupaten Kuningan, tetapi bisa sampai ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia sebagai bentuk kekayaan budaya di Kabupaten Kuningan khususnya dan Indonesia pada umumnya.
 Kata kunci : Platform; Digitalisasi; Batik;  Waterfall; SQL Abstract Cultural digitization is a concept of using information and communication technology to increase efficiency in the field of culture, especially in terms of managing, documenting, disseminating information and knowledge of cultural elements.
The scope of the development of cultural digitization includes cultural elements, namely religious systems, social systems or social organizations, knowledge systems, languages, arts, livelihood systems or economic systems, and systems of living equipment or technology (C.
Kluckhohn,1952).
Batik is one of the textile products made by the traditional Indonesian people.
Almost every region in Indonesia has batik works with unique motifs, including Kuningan Regency.
This is one of the many kindsof national wealth that needs to be preserved and maintained for its quality.
The application of information technology as a supporting instrument in the process of digitizing culture that is useful for all groups toimprove performance, one of which is in the creative industry business world.
Nisya Batik is one of the creative industry business actors in Kuningan district which produces batik products and motifs to the conventional marketing process.
For this reason, it is necessary to have an innovation in the use of information technology to help the manufacturing process to the marketing process in the form of an application platform.
In this study, the application design was made using the Waterfall system development method.
The programming language used in this developed system is the PHP programming language and the database management uses SQL.
With this application platform, Nisya Batik can manage and market batik products not only for the Kuningan Regency area, but can reach all corners of Indonesia and the world as a form of cultural wealth in Kuningan Regency in particular and Indonesia in general.
 Keywords: Platform;  Digitization; Batik;  Waterfall;  SQL.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
IMPLIKASI DIGITALISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKTOR EKONOMI KREATIF
IMPLIKASI DIGITALISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKTOR EKONOMI KREATIF
Latar Belakang : Ekonomi kreatif adalah salah satu dari banyak bidang ekonomi di mana digitalisasi muncul sebagai kekuatan utama perubahan. Kemudahan akses terhadap teknologi,luasn...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a dev...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
INTERPRETASI VISUAL MOTIF BATIK KOMBINASI BIOTA LAUT DAN TARI TRADISIONAL REMO TRISNAWATI SITUBONDO
INTERPRETASI VISUAL MOTIF BATIK KOMBINASI BIOTA LAUT DAN TARI TRADISIONAL REMO TRISNAWATI SITUBONDO
Keberagaman motif batik berkembang sejalan dengan modernisasi, letak geografis, adat istiadat, lingkungan, hingga kebudayaan daerah. Daerah kabupaten Situbondo memiliki ciri khas m...
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
There are not many uses of mangroves as natural batik dyes, due to the lack of information available about these natural ingredients. The process of using natural colors in batik t...

Back to Top