Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI DAKWAH DALAM SIMBOLISASI MASJID AGUNG DEMAK: KAJIAN ISLAM INKLUSIF DAN AKULTURASI BUDAYA

View through CrossRef
Latar Belakang : Masjid Agung Demak merupakan simbol strategis dakwah Walisongo yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal melalui simbolisasi arsitektur. Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan sosial masyarakat Jawa pada masa Islamisasi Nusantara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji peran simbol-simbol arsitektural tersebut dalam memengaruhi persepsi dan penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa, serta mengisi kekosongan kajian tentang hubungan arsitektur dan dakwah kultural dalam konteks Islamisasi. Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada simbolisasi arsitektur Masjid Agung Demak sebagai strategi dakwah Walisongo. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemerintahan yang strategis dalam proses Islamisasi di Nusantara. Arsitektur masjid ini, seperti atap tumpang sari, saka guru, dan ornamen budaya lokal, merepresentasikan strategi akulturasi Walisongo dalam menyampaikan ajaran Islam secara damai. Kesimpulan : Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bahwa strategi dakwah Walisongo efektif dalam menyebarkan Islam melalui pendekatan kultural dan simbolik, yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, membentuk identitas keislaman yang unik di Nusantara.
Title: STRATEGI DAKWAH DALAM SIMBOLISASI MASJID AGUNG DEMAK: KAJIAN ISLAM INKLUSIF DAN AKULTURASI BUDAYA
Description:
Latar Belakang : Masjid Agung Demak merupakan simbol strategis dakwah Walisongo yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal melalui simbolisasi arsitektur.
Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan sosial masyarakat Jawa pada masa Islamisasi Nusantara.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji peran simbol-simbol arsitektural tersebut dalam memengaruhi persepsi dan penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa, serta mengisi kekosongan kajian tentang hubungan arsitektur dan dakwah kultural dalam konteks Islamisasi.
Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada simbolisasi arsitektur Masjid Agung Demak sebagai strategi dakwah Walisongo.
Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemerintahan yang strategis dalam proses Islamisasi di Nusantara.
Arsitektur masjid ini, seperti atap tumpang sari, saka guru, dan ornamen budaya lokal, merepresentasikan strategi akulturasi Walisongo dalam menyampaikan ajaran Islam secara damai.
Kesimpulan : Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bahwa strategi dakwah Walisongo efektif dalam menyebarkan Islam melalui pendekatan kultural dan simbolik, yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, membentuk identitas keislaman yang unik di Nusantara.

Related Results

KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
ANALISIS NILAI BUDAYA TIANG PENYANGGA “SAKA GURU” DI MASJID AGUNG DEMAK
ANALISIS NILAI BUDAYA TIANG PENYANGGA “SAKA GURU” DI MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki empat tiang penyangga “Saka Guru”. Tujuan Penelitian untuk menganalisis nilai budaya tiang p...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
PETA DAKWAH MASJID KAPAL MUNZALAN KUBU RAYA TAHUN 2023
PETA DAKWAH MASJID KAPAL MUNZALAN KUBU RAYA TAHUN 2023
Dakwah memiliki peranan yang sangat strategis dalam kemajuan umat Islam, hal ini dikarenakan dakwah dapat mempengaruhi dan mentransformasikan perilaku umat Islam menjadi lebih baik...
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Abstract. The presence of Era Society 5.0 creates new habits in the use of technology as problem solving in all aspects of life to provide convenience for the community, incl...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
RUANG SAKRAL DAN PROFAN DALAM ARSITEKTUR MASJID AGUNG DEMAK, JAWA TENGAH
RUANG SAKRAL DAN PROFAN DALAM ARSITEKTUR MASJID AGUNG DEMAK, JAWA TENGAH
ABSTRACTDemak Great Mosque is a mosque of historical heritage during the Islamic kingdoms in the 14th century. Until now, this mosque still has an important share for the community...

Back to Top