Javascript must be enabled to continue!
TEKNOLOGI KLONING DALAM PERSPEKTIF PAI MATERI FIQH
View through CrossRef
<p>Tulisan ini berusaha memotret teknologi kloning dalam perspektif PAI materi Fiqh. Ketika ditinjau dari sisi <em>hifzh al-din</em> (memelihara agama), kloning manusia tidak membawa dampak negatif terhadap keberadaan agama. Ditinjau dari sisi <em>hifzh al-nafs</em> (memelihara jiwa), kloning tidak menghilangkan jiwa bahkan justru melahirkan jiwa yang baru. Dilihat dari sisi <em>hifzh al-‘aql</em> (memelihara akal), kloning juga tidak mengancam eksistensi akal, bahkan keberhasilan Kloning yang sempurna dapat membuat manusia mempunyai akal cerdas. Jika dilihat dari sisi <em>hifzh al-nasl</em> (memelihara keturunan), kloning manusia dipertanyakan. Dalam pandangan Islam, masalah keturunan merupakan sesuatu yang sangat essensial, karena keturunan mempunyai hubungan erat dengan hukum yang lain seperti pernikahan, warisan, muhrim, dan sebagainya. Apabila ditinjau dari sisi <em>hifzh al-mal</em> (memelihara harta), akan terkait dengan <em>mashlahat</em> dan <em>mafsadat</em> yang diperoleh dari usaha pengkloningan. Andaikata Kloning terhadap manusia hanya akan menghambur-hamburkan harta, tanpa adanya keseimbangan dengan manfaat yang diperoleh, maka kloning menjadi terlarang. Dengan penerapan kloning, kemapanan dan keluhuran cita-cita sebuah perkawinan dalam Islam akan terusik. Boleh jadi, di masa yang akan datang manusia tidak membutuhkan perkawinan untuk mendapatkan keturunan. Seks hanya diperlukan untuk melampiaskan hawa nafsu birahi terhadap lawan jenis tanpa mempertimbangkan akibat dan tanggung jawab dari hubungan seksualitas tersebut. Dengan demikian, kemafsadatan yang ditimbulkan akibat kloning manusia lebih besar daripada kemanfataannya. Oleh karena itu, kloning manusia diharamkan dalam ajaran Islam.</p>
State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel
Title: TEKNOLOGI KLONING DALAM PERSPEKTIF PAI MATERI FIQH
Description:
<p>Tulisan ini berusaha memotret teknologi kloning dalam perspektif PAI materi Fiqh.
Ketika ditinjau dari sisi <em>hifzh al-din</em> (memelihara agama), kloning manusia tidak membawa dampak negatif terhadap keberadaan agama.
Ditinjau dari sisi <em>hifzh al-nafs</em> (memelihara jiwa), kloning tidak menghilangkan jiwa bahkan justru melahirkan jiwa yang baru.
Dilihat dari sisi <em>hifzh al-‘aql</em> (memelihara akal), kloning juga tidak mengancam eksistensi akal, bahkan keberhasilan Kloning yang sempurna dapat membuat manusia mempunyai akal cerdas.
Jika dilihat dari sisi <em>hifzh al-nasl</em> (memelihara keturunan), kloning manusia dipertanyakan.
Dalam pandangan Islam, masalah keturunan merupakan sesuatu yang sangat essensial, karena keturunan mempunyai hubungan erat dengan hukum yang lain seperti pernikahan, warisan, muhrim, dan sebagainya.
Apabila ditinjau dari sisi <em>hifzh al-mal</em> (memelihara harta), akan terkait dengan <em>mashlahat</em> dan <em>mafsadat</em> yang diperoleh dari usaha pengkloningan.
Andaikata Kloning terhadap manusia hanya akan menghambur-hamburkan harta, tanpa adanya keseimbangan dengan manfaat yang diperoleh, maka kloning menjadi terlarang.
Dengan penerapan kloning, kemapanan dan keluhuran cita-cita sebuah perkawinan dalam Islam akan terusik.
Boleh jadi, di masa yang akan datang manusia tidak membutuhkan perkawinan untuk mendapatkan keturunan.
Seks hanya diperlukan untuk melampiaskan hawa nafsu birahi terhadap lawan jenis tanpa mempertimbangkan akibat dan tanggung jawab dari hubungan seksualitas tersebut.
Dengan demikian, kemafsadatan yang ditimbulkan akibat kloning manusia lebih besar daripada kemanfataannya.
Oleh karena itu, kloning manusia diharamkan dalam ajaran Islam.
</p>.
Related Results
TEKNOLOGI KLONING DALAM PERSPEKTIF PAI MATERI FIQH
TEKNOLOGI KLONING DALAM PERSPEKTIF PAI MATERI FIQH
<p>Tulisan ini berusaha memotret teknologi kloning dalam perspektif PAI materi Fiqh. Ketika ditinjau dari sisi <em>hifzh al-din</em> (memelihara agama), kloning m...
Tinjauan Etika terhadap Kloning Manusia
Tinjauan Etika terhadap Kloning Manusia
Etika ialah cabang filsafat yang mengkaji prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang, sehingga dapat juga disebut sebagai filsafat moral. Disiplin etika lebih bersifat ...
Familial High Plasminogen Activator Inhibitor with Hypofibrinolysis, a New Pathophysiologic Cause of Osteonecrosis?
Familial High Plasminogen Activator Inhibitor with Hypofibrinolysis, a New Pathophysiologic Cause of Osteonecrosis?
SummaryIn a 29 year old white male with osteonecrosis of both hips and a shoulder, and in his family, we measured basal and stimulated (10 min cuff venous occlusion at 100 mgHg) fi...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
e0147 Mechanism of different activators of PPARαregulating plasminogen activator inhibitor-1 expression
e0147 Mechanism of different activators of PPARαregulating plasminogen activator inhibitor-1 expression
Objective
To observe the effects of fenofibrate and linoleic acid which was the different activators of PPARα on the expression of PAI-1 and PPARα in HepG2 cells....
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Abstract: The purpose of this study was to determine the role of PAI teachers in improving the discipline of students in the classroom VII SMP Preparation Tomi-Tomi District Waesa...
Keperluan Pembinaan Korpus Fiqh Nelayan Pantai Di Negeri Perak
Keperluan Pembinaan Korpus Fiqh Nelayan Pantai Di Negeri Perak
Golongan nelayan pantai sering berdepan dengan cabaran seperti kesukaran mendirikan solat di atas bot yang tidak stabil, masalah kebersihan dan kesucian tempat solat, ketidakmampua...
Rosiglitazone inhibits the insulin‐mediated increase in PAI‐1 secretion in human abdominal subcutaneous adipocytes
Rosiglitazone inhibits the insulin‐mediated increase in PAI‐1 secretion in human abdominal subcutaneous adipocytes
Objective: The aim of this study was to investigate the effect of insulin and an insulin‐sensitizing agent, rosiglitazone (RSG), on the production of plasminogen‐activator inhibit...

