Javascript must be enabled to continue!
PENANGANAN RESIKO DETEKSI (DETECTION RISK) DIDALAM AUDIT SISTEM INFORMASI
View through CrossRef
Risiko Audit Sistem Informasi atau Audit Risk (AR) adalah kemungkinan risiko salah saji bersifat material dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jika auditor tidak melakukan tugasnya secara cermat.Mengingat risiko itu maka, auditor harus melakuka pemeriksaan risiko (risk assessment) sebelum menjalankan proses audit, tepatnya pada fase perencanaan audit (audit planning).Tujuannya: Untuk mengukur dan memetakan risiko audit yang mungkin timbul dan bisa menentukan dimana proses pemeriksaan dilaksanakan secara ketat dan dimana agak longgar, dimana audit penuh (full audit) dan dimana secara acak (random audit).Dalam perencanaan audit auditor harus mempertimbangkan risiko audit tersebut serta membatasi risiko audit serendah mungkin, artinya bahwa kemungkinan kekeliruan auditor yang telah memberikan pendapat wajar terhadap suatu laporan keuangan padahal laporan keuangan tersebut sebenarnya terdapat salah saji yang material, sekecil mungkin. Adapun cara auditor menangani masalah risiko dalam tahap perencanaaan pengumpulan bahan bukti adalah dengan menggunakan model risiko audit (audit risk model).
Title: PENANGANAN RESIKO DETEKSI (DETECTION RISK) DIDALAM AUDIT SISTEM INFORMASI
Description:
Risiko Audit Sistem Informasi atau Audit Risk (AR) adalah kemungkinan risiko salah saji bersifat material dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jika auditor tidak melakukan tugasnya secara cermat.
Mengingat risiko itu maka, auditor harus melakuka pemeriksaan risiko (risk assessment) sebelum menjalankan proses audit, tepatnya pada fase perencanaan audit (audit planning).
Tujuannya: Untuk mengukur dan memetakan risiko audit yang mungkin timbul dan bisa menentukan dimana proses pemeriksaan dilaksanakan secara ketat dan dimana agak longgar, dimana audit penuh (full audit) dan dimana secara acak (random audit).
Dalam perencanaan audit auditor harus mempertimbangkan risiko audit tersebut serta membatasi risiko audit serendah mungkin, artinya bahwa kemungkinan kekeliruan auditor yang telah memberikan pendapat wajar terhadap suatu laporan keuangan padahal laporan keuangan tersebut sebenarnya terdapat salah saji yang material, sekecil mungkin.
Adapun cara auditor menangani masalah risiko dalam tahap perencanaaan pengumpulan bahan bukti adalah dengan menggunakan model risiko audit (audit risk model).
Related Results
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Pelaporan hasil audit merupakan komponen utama dalam komunikasi dari audit internal tentang hasil audit. Untuk mengkomunikasikan hasil audit diperlukan susunan laporan, dimana hasi...
DETERMINAN FEE AUDIT
DETERMINAN FEE AUDIT
ABSTRACT This study aims to examine the factors that affect audit fees. Factors examined include factors derived from the entity (client) and the factors derived from the auditor....
PENANGANAN RESIKO DETEKSI (DETECTION RISK) DIDALAM AUDIT SISTEM INFORMASI
PENANGANAN RESIKO DETEKSI (DETECTION RISK) DIDALAM AUDIT SISTEM INFORMASI
AbstractRisiko Audit Sistem Informasi atau Audit Risk (AR) adalah kemungkinan risiko salah saji bersifat material dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jik...
Sebuah Jurnal Audit Audit Plan, Audit Program dan Audit Prosedur Pada Harta, Utang dan Modal
Sebuah Jurnal Audit Audit Plan, Audit Program dan Audit Prosedur Pada Harta, Utang dan Modal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan prosedur audit plan, audit program dan audit prosedur pada harta, utang dan modal. Penelitian ini juga dimaksudka...
Literature Review Pengaruh Audit Fee, Audit Tenure, Rotasi Audit, Audit Delay, Dan Komite Audit Terhadap Kualitas Audit
Literature Review Pengaruh Audit Fee, Audit Tenure, Rotasi Audit, Audit Delay, Dan Komite Audit Terhadap Kualitas Audit
Masih terdapat hasil audit yang kurang berkualitas dilihat dari kasus-kasus keuangan terdahulu yang melibatkan akuntan publik. Artikel ini mereview faktor-faktor yang mempengaruhi ...
THE ROLE OF AUDIT ROTATION, AUDIT COMMITTEE OVERSIGHT, AUDIT CAPACITY STRESS, AND AUDIT TENURE IN DETERMINING AUDIT QUALITY
THE ROLE OF AUDIT ROTATION, AUDIT COMMITTEE OVERSIGHT, AUDIT CAPACITY STRESS, AND AUDIT TENURE IN DETERMINING AUDIT QUALITY
Abstract— The quality of audits is a crucial factor determining the credibility of financial reporting. This research aims to explore the determinants that impact audit quality for...
PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN PERUSAHAAN, AUDIT DELAY, KOMITE AUDIT, DAN ROTASI AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT
PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN PERUSAHAAN, AUDIT DELAY, KOMITE AUDIT, DAN ROTASI AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan fokus pada...
Abnormal audit fees and accrual and real earnings management: evidence from UK
Abnormal audit fees and accrual and real earnings management: evidence from UK
Purpose
This paper aims to examine the relationship between abnormal audit fees and accrual-based and real-based earnings management by using a sample of 1,055 UK...

