Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penyuluhan Penerapan Lima Pilar STBM Terhadap Kejadian Stunting

View through CrossRef
Satu indikator faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stunting masyarakat secara tidak langsung adalah sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Metode pembangunan kesehatan yang berkaitan dengan sanitasi ini memanfaatkan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku, terutama perilaku yang berpotensi mengakibatkan peningkatan kasus stunting. Karena kekurangan sumber daya dan jangkauan area kegiatan yang begitu luas, kegiatan penyuluhan belum dilakukan sepenuhnya. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang lima Pilar STBM dan stunting pada ibu balita di Desa Benteng Gajah. Metode: Penyuluhan memberikan pengabdian masyarakat, yang kemudian digunakan untuk mengukur indikator keberhasilan dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Hasil dari kegiatan penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang 5 Pilar STBM dan Stunting. Ini ditunjukkan oleh nilai pre-test dan nilai post-test peserta baik sebelum maupun sesudah penyuluhan, dengan 61% peserta mengetahui tentang pilar STBM dan Stunting, dan 89% peserta mengetahui tentang pilar tersebut setelah penyuluhan. Keputusan: Kegiatan penyuluhan dapat membantu ibu balita lebih memahami penerapan 5 Pilar STBM dan Stunting. Untuk itu, kegiatan penyuluhan harus ditingkatkan agar petugas kesehatan dapat mengajarkan ibu balita hal-hal baru tentang kesehatan. Kata Kunci: pengabdian masyarakat ,penyuluhan,  pengetahuan,5 Pilar STBM, Stunting
Title: Penyuluhan Penerapan Lima Pilar STBM Terhadap Kejadian Stunting
Description:
Satu indikator faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stunting masyarakat secara tidak langsung adalah sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).
Metode pembangunan kesehatan yang berkaitan dengan sanitasi ini memanfaatkan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku, terutama perilaku yang berpotensi mengakibatkan peningkatan kasus stunting.
Karena kekurangan sumber daya dan jangkauan area kegiatan yang begitu luas, kegiatan penyuluhan belum dilakukan sepenuhnya.
Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang lima Pilar STBM dan stunting pada ibu balita di Desa Benteng Gajah.
Metode: Penyuluhan memberikan pengabdian masyarakat, yang kemudian digunakan untuk mengukur indikator keberhasilan dengan menggunakan pre-test dan post-test.
Hasil: Hasil dari kegiatan penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang 5 Pilar STBM dan Stunting.
Ini ditunjukkan oleh nilai pre-test dan nilai post-test peserta baik sebelum maupun sesudah penyuluhan, dengan 61% peserta mengetahui tentang pilar STBM dan Stunting, dan 89% peserta mengetahui tentang pilar tersebut setelah penyuluhan.
Keputusan: Kegiatan penyuluhan dapat membantu ibu balita lebih memahami penerapan 5 Pilar STBM dan Stunting.
Untuk itu, kegiatan penyuluhan harus ditingkatkan agar petugas kesehatan dapat mengajarkan ibu balita hal-hal baru tentang kesehatan.
Kata Kunci: pengabdian masyarakat ,penyuluhan,  pengetahuan,5 Pilar STBM, Stunting.

Related Results

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
Tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang, hygiene dan sanitasi masih sangat besar perlu dilakukan intervensi terpadu melalui suatu pendekatan Sanitas...
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
Tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang, hygiene dan sanitasi masih sangat besar perlu dilakukan intervensi terpadu melalui suatu pendekatan Sanitas...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Penerapan Lima Pilar STBM Terhadap Kejadian Stunting
Penerapan Lima Pilar STBM Terhadap Kejadian Stunting
Kasus stunting di Kabupaten Maros mengalami penurunan dari tahun 2020 sebanyak 3812 kasus atau 13,04 % menjadi 2892 kasus atau 9,47 %, namun pada tahun 2022 terjadi sebaliknya yait...
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Latar belakang: Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan target penurunan dalam lingkup nasional yaitu 19%. Stunting pada ba...

Back to Top