Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menilik Aspek Kebahasaan Mistik Dalam Ajaran Manunggaling Kawula Gusti Syaikh Siti Jenar

View through CrossRef
Syaikh Siti Jenar merupakan sosok yang kontroversial, terlihat dari corak kebertuhanan Jenar yang mengutamakan hakikat daripada syari’at. Manunggaling Kawula Gusti selaku puncak kebertuhanan Jenar ikut membagikan andil dalam kekontroversialan Jenar. Bagi orang Jawa ajaran Manunggaling Kawula Gusti ialah ilmu tingkatan tinggi buat mendapatkan derajat kesempurnaan hidup yang dapat dicapai dengan menjauhi amarah, lawamah, sufiah, serta memupuk nafsu muthmainnah. Dalam ajaran Siti Jenar mengarahkan supaya seorang bisa lebih mengutamakan prinsip ikhlas dalam beribadah. Metode dari riset ini merupakan Library Research, dimana Penulis mengumpulkan data-data terpaut yang hendak dibahas dalam penyusunan ini. Hasil dari penelitian ini dapat dijelaskan diantaranya pertama, manusia, alam semesta serta Tuhan ialah perihal yang silih berkorelasi dalam pemikiran Jenar. Kedua, Jenar dalam ajarannya, sebetulnya bukan menjadikan dirinya selaku Tuhan, melainkan berbentuk wujud penghambaan makhluk yang setinggi-tingginya terhadap Tuhan. Ketiga, aspek kebahasaan dari sebutan Manunggaling bisa dimaknai dengan bersatunya seseorang hamba dengan Tuhan. Manusia yang bisa menggapai Manunggal dengan Tuhannya, hingga dia menggapai tingkatan Insan Kamil.
Title: Menilik Aspek Kebahasaan Mistik Dalam Ajaran Manunggaling Kawula Gusti Syaikh Siti Jenar
Description:
Syaikh Siti Jenar merupakan sosok yang kontroversial, terlihat dari corak kebertuhanan Jenar yang mengutamakan hakikat daripada syari’at.
Manunggaling Kawula Gusti selaku puncak kebertuhanan Jenar ikut membagikan andil dalam kekontroversialan Jenar.
Bagi orang Jawa ajaran Manunggaling Kawula Gusti ialah ilmu tingkatan tinggi buat mendapatkan derajat kesempurnaan hidup yang dapat dicapai dengan menjauhi amarah, lawamah, sufiah, serta memupuk nafsu muthmainnah.
Dalam ajaran Siti Jenar mengarahkan supaya seorang bisa lebih mengutamakan prinsip ikhlas dalam beribadah.
Metode dari riset ini merupakan Library Research, dimana Penulis mengumpulkan data-data terpaut yang hendak dibahas dalam penyusunan ini.
Hasil dari penelitian ini dapat dijelaskan diantaranya pertama, manusia, alam semesta serta Tuhan ialah perihal yang silih berkorelasi dalam pemikiran Jenar.
Kedua, Jenar dalam ajarannya, sebetulnya bukan menjadikan dirinya selaku Tuhan, melainkan berbentuk wujud penghambaan makhluk yang setinggi-tingginya terhadap Tuhan.
Ketiga, aspek kebahasaan dari sebutan Manunggaling bisa dimaknai dengan bersatunya seseorang hamba dengan Tuhan.
Manusia yang bisa menggapai Manunggal dengan Tuhannya, hingga dia menggapai tingkatan Insan Kamil.

Related Results

Ajaran Tarekat Syekh Siti Jenar
Ajaran Tarekat Syekh Siti Jenar
Fahrurrozi, S., Nurul Jumadissaniyah Sitorus UIN Sumatera Utara Ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang dicetuskan oleh Syekh Siti Jenar hingga saat ini masih menjadi per...
KONSEP INGSUN DALAM SASTRA SUFI JAWA: Analisis Terhadap Ingsun Siti Jenar
KONSEP INGSUN DALAM SASTRA SUFI JAWA: Analisis Terhadap Ingsun Siti Jenar
Pembicaraan tentang Syekh Siti Jenar dan ungkapannya Iya Ingsun iki Allahmenimbulkan polemic di kalangan masyarakat, hingga melahirkan kesimpulan bahwaSyekh Siti Jenar mengaku seba...
MORALITAS ASKETISME SYEKH SITI JENAR: STUDI TRILOGI SYEKH SITI JENAR KARYA AGUS SUNYOTO
MORALITAS ASKETISME SYEKH SITI JENAR: STUDI TRILOGI SYEKH SITI JENAR KARYA AGUS SUNYOTO
This study aims to reveal and describe the ascetic morality of Sheikh Siti Jenar in the heptalogy novels of Shekh Siti Jenar by Agus Sunyoto using the content analysis method. The ...
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
Teologi mistik, yang memfokuskan diri pada penyatuan diri antara manusia dengan Allah, seringkali dipandang sebagai teologi yang tidak menyentuh masalah-masalah kehidupan secara ko...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Erotika Syeh Amongraga: Kajian Teologi Mistik dan Seksualitas dalam Serat Centhini
Erotika Syeh Amongraga: Kajian Teologi Mistik dan Seksualitas dalam Serat Centhini
AbstractThis article attempts to explore the eroticism of Syeh Amongraga in Serat Centhini. The author uses Serat Centhini edited by Karkono Partokusumo (1985) and the latest conte...
Perjalanan Karir Kesenimanan Siti Chairani Proehoeman Sebagai Penyanyi Soprano (Sebuah Biografi)
Perjalanan Karir Kesenimanan Siti Chairani Proehoeman Sebagai Penyanyi Soprano (Sebuah Biografi)
<p align="center"><strong>ABSTRA</strong><strong>CT</strong></p><p><em>This research, is the career journey of Siti Chairani Proehoe...
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Pembaharuan Islam yang dibawa Syaikh Ahmad Surkati di Indonesia 1914-1943. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Syaikh Ahma...

Back to Top