Javascript must be enabled to continue!
Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor
View through CrossRef
Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1. Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi. Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif. Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah. Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei. Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.
UPT Penerbitan Universitas Jember
Title: Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor
Description:
Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1.
Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi.
Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi.
Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif.
Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah.
Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei.
Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Effects of in Vitro Glycation on Fe3+ Binding and Fe3+ Isoforms of Transferrin
Effects of in Vitro Glycation on Fe3+ Binding and Fe3+ Isoforms of Transferrin
AbstractBackground: In diabetes, protein function is altered by glycation, but the impact on the Fe3+ binding and antioxidant functions of transferrin (Tf) is largely unknown. The ...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
ABSTRACT
The goal of establishing a land bank in Indonesia has been initiated with the issuance of Government Regulation Number 64 of 2021 concerning Land Bank Agency. Based on thi...

