Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kemandirian Industri Pertahanan dalam Mewujudkan Investasi Pertahanan

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah meninterpretasikan dan menganalisis bagaimana kemandirian Industri Pertahanan dalam mewujudkan investasi pertahanan di Indonesia, Cara penelitian ini dilakukan dengan metode, pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Data dari proses penggalian sumber data melalui studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan menggunakan teori yang relevan dengan topik yang akan dibahas. Pembangunan MEF diselaraskan dengan sumber daya yang terbatas dengan merevitalisasi Industri Pertahanan dimana tingginya alokasi anggaran belanja pertahanan menunjukkan bahwa secara umum keunggulan kekuatan militer masih dianggap bernilai strategis dalam mencapai tujuan nasional, Kebijakan pengembangan Alutsista menjadi investasi pertahanan dan revitalisasi Industri Pertahanan, dibutuhkan kebijakan dan anggaran pemerintah untuk riset dan pengembangan teknologi.kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan merupakan cara berpikir jangka panjang, dirancang secara sistematis, dan dijalankan secara konsisten dengan melakukaan adopsi dan inovasi teknologi militer termutakhir.Kebijakan pengembangan Alutsista menjadi investasi pertahanan dan revitalisasi Industri Pertahanan diharapkan dapat menciptakan kemandirian Industri Pertahanan Nasional, menciptakan detterent effect, multiplier effect, memberikan jaminan supply munisi dan substitusi impor, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Title: Kemandirian Industri Pertahanan dalam Mewujudkan Investasi Pertahanan
Description:
Tujuan penelitian ini adalah meninterpretasikan dan menganalisis bagaimana kemandirian Industri Pertahanan dalam mewujudkan investasi pertahanan di Indonesia, Cara penelitian ini dilakukan dengan metode, pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka.
Data dari proses penggalian sumber data melalui studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan menggunakan teori yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
Pembangunan MEF diselaraskan dengan sumber daya yang terbatas dengan merevitalisasi Industri Pertahanan dimana tingginya alokasi anggaran belanja pertahanan menunjukkan bahwa secara umum keunggulan kekuatan militer masih dianggap bernilai strategis dalam mencapai tujuan nasional, Kebijakan pengembangan Alutsista menjadi investasi pertahanan dan revitalisasi Industri Pertahanan, dibutuhkan kebijakan dan anggaran pemerintah untuk riset dan pengembangan teknologi.
kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan merupakan cara berpikir jangka panjang, dirancang secara sistematis, dan dijalankan secara konsisten dengan melakukaan adopsi dan inovasi teknologi militer termutakhir.
Kebijakan pengembangan Alutsista menjadi investasi pertahanan dan revitalisasi Industri Pertahanan diharapkan dapat menciptakan kemandirian Industri Pertahanan Nasional, menciptakan detterent effect, multiplier effect, memberikan jaminan supply munisi dan substitusi impor, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Related Results

EVALUASI INDUSTRI PERTAHANAN DALAM RANGKA KEMANDIRIAN ALUTSISTA DENGAN BERCERMIN PADA INDUSTRI PERTAHANAN NEGARA MAJU
EVALUASI INDUSTRI PERTAHANAN DALAM RANGKA KEMANDIRIAN ALUTSISTA DENGAN BERCERMIN PADA INDUSTRI PERTAHANAN NEGARA MAJU
Kemandirian alutsista nasional dalam memproduksi alat pertahanan dan keamanan dalam suatu negara akan dapat memberikan efek deterrent dalam pergaulan antar negara secara regional m...
STRATEGI PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTAHANAN: STUDI KASUS KOREA SELATAN
STRATEGI PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTAHANAN: STUDI KASUS KOREA SELATAN
Abstrak: Permasalahan utama Indonesia dalam penguasaan teknologi dan industri pertahanan terletak pada lemahnya regulasi sistem akusisi pertahanan yang mengakomodir proses penyerap...
Pembinaan Industri Pertahanan dan Keamanan: Sebuah Tinjauan Konteks dan Konten Kebijakan
Pembinaan Industri Pertahanan dan Keamanan: Sebuah Tinjauan Konteks dan Konten Kebijakan
Industri pertahanan menjadi sebuah tolok ukur bagaimana suatu negara memiliki kekuatan stabilitas dan keamanan. Kondisinya pada saat ini, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah u...
PERMASALAHAN DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN
PERMASALAHAN DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN
Semenjak disahkan pada Tanggal 2 Oktober 2012, sudah tiga tahun Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2012 menjadi payung hukum pelaksanaan kemandirian industri pertahanan. Berbagai alat...
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
<p>Diplomasi pertahanan merupakan bagian dari diplomasi total RI. Dalam konteks ini, dimaknai sebagai sistem pertahanan negara yang dilakukan secara dini oleh pemerintah dan ...
Peningkatan Peran Industri Pertahanan Indonesia
Peningkatan Peran Industri Pertahanan Indonesia
Suatu negara idealnya dapat memenuhi kebutuhan pertahanannya sendiri bila memiliki sumber daya untuk menjadi mandiri. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan UU No. 16 tahun 2012 te...
ANALISIS DAYA SAING INVESTASI ANTAR SEKTOR EKONOMI DI KABUPATEN KAMPAR
ANALISIS DAYA SAING INVESTASI ANTAR SEKTOR EKONOMI DI KABUPATEN KAMPAR
Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dapat dicapai melalui kreativitas dan strategi pembangunan daerah yang mendorong berkembangnya kegiatan investasi. Oleh karena itu, daya sain...
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN
<p>Terdapat berbagai tantangan yang masih muncul dalam bidang pertahanan Indonesia. Tantangan-tantangan tersebut mencakup masalah-masalah perbatasan dengan beberapa negara te...

Back to Top