Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah

View through CrossRef
Latar Belakang: Gangguan kesehatan pada bayi acapkali bermula dari kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Setiap tahunnya, sekitar 20 juta bayi (15,5%) secara global mengalami BBLR. Secara mendunia, BBLR tetap menjadi isu kesehatan yang signifikan karena berkontribusi pada penurunan kualitas kesehatan serta memicu dampak negatif, baik jangka pendek maupun panjang. Salah satu penyebab utama BBLR adalah kondisi kesehatan ibu, termasuk gangguan yang terkait langsung dengan kehamilan, seperti preeklampsia dan eklampsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan antara preeklampsia pada ibu beserta kejadian BBLR di RSD Kalisat Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan data sekunder. Populasi penelitian meliputi 1.031 ibu inpartu di periode Januari hingga Juni 2024. Prosedur pengambilan sampel dilakukan melalui pendekatan acak sederhana (simple random sampling), dengan total sampel sejumlah 277 ibu inpartu yang bersalin di Ruang Bersalin RSD Kalisat Jember. Data sekunder diambil dari rekam medis ibu bersalin selama periode tersebut. Pengolaah informasi dilakukan mengaplikasikan uji Chi- Square. Hasil: Merujuk hasil pengolahan penelaah dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai signifikansi p = 0,001. Karena nilai p ? ? (0,05), maka terdapat korelasi yang cukup besar antara preeklampsia pada ibu dengan kejadian BBLR di RSD Kalisat Daerah swatantra tingkat II Jember. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya korelasi antara kondisi preeklampsia pada ibu dengan angka kejadian BBLR di RSD Kalisat Daerah swatantra tingkat II Jember.
Title: Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah
Description:
Latar Belakang: Gangguan kesehatan pada bayi acapkali bermula dari kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Setiap tahunnya, sekitar 20 juta bayi (15,5%) secara global mengalami BBLR.
Secara mendunia, BBLR tetap menjadi isu kesehatan yang signifikan karena berkontribusi pada penurunan kualitas kesehatan serta memicu dampak negatif, baik jangka pendek maupun panjang.
Salah satu penyebab utama BBLR adalah kondisi kesehatan ibu, termasuk gangguan yang terkait langsung dengan kehamilan, seperti preeklampsia dan eklampsia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan antara preeklampsia pada ibu beserta kejadian BBLR di RSD Kalisat Jember.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan data sekunder.
Populasi penelitian meliputi 1.
031 ibu inpartu di periode Januari hingga Juni 2024.
Prosedur pengambilan sampel dilakukan melalui pendekatan acak sederhana (simple random sampling), dengan total sampel sejumlah 277 ibu inpartu yang bersalin di Ruang Bersalin RSD Kalisat Jember.
Data sekunder diambil dari rekam medis ibu bersalin selama periode tersebut.
Pengolaah informasi dilakukan mengaplikasikan uji Chi- Square.
Hasil: Merujuk hasil pengolahan penelaah dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai signifikansi p = 0,001.
Karena nilai p ? ? (0,05), maka terdapat korelasi yang cukup besar antara preeklampsia pada ibu dengan kejadian BBLR di RSD Kalisat Daerah swatantra tingkat II Jember.
Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya korelasi antara kondisi preeklampsia pada ibu dengan angka kejadian BBLR di RSD Kalisat Daerah swatantra tingkat II Jember.

Related Results

KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH KAITANNYA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI INDONESIA
KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH KAITANNYA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI INDONESIA
Latar Belakang: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil yang tidak sesuai dengan rekomendasi minimal 90 tablet selama kehamilan dapat meningkatkan risiko defisiensi zat b...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Latar Belakang : Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, dan as...
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memili...
Hubungan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia dan Eklampsia
Hubungan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia dan Eklampsia
Preeklampsia adalah penyakit dengan gejala klinis berupa hipertensi dan proteinuria yang timbul karena kehamilan akibat vasospasme dan aktivasi endotel saat usia kehamilan di atas ...
Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di Sebuah RS Provinsi Lampung
Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di Sebuah RS Provinsi Lampung
Menurut laporan <em>World Health Organization </em>(WHO) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Pada Preeklampsia ringan, gejala subjektif bel...

Back to Top