Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas ROM Pasif Ekstremitas Bawah Dan Kompres Hangat Femoralis Terhadap Percepatan Pencapaian Bromage Score 2 Pasien Post Sectio Caesarea
View through CrossRef
Pasien post sectio caesarea umumnya mengalami keterbatasan mobilisasi akibat efek anestesi spinal. Salah satu indikator penting untuk menilai pemulihan fungsi motorik adalah Bromage Score. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi mana yang lebih efektif antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis dalam percepatan pencapaian Bromage Score 2. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan three group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih melalui teknik non-probability purposive sampling, lalu dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pasien post sectio caesarea. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, sementara variabel terikatnya adalah waktu pencapaian Bromage Score 2. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan (p > 0,05), dilanjutkan dengan uji Independent T-Test. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis (p = 0,773). Namun, berdasarkan nilai rata-rata, kelompok kompres hangat femoralis mencapai Bromage Score 2 lebih cepat (84 menit) dibanding kelompok ROM pasif (87 menit) dan kelompok kontrol (126 menit). Efektivitas kompres hangat femoralis disebabkan oleh efek vasodilatasi yang meningkatkan aliran darah dan mempercepat eliminasi anestesi, sedangkan ROM pasif ekstremitas bawah bekerja melalui aktivasi neuromuskular. Dengan demikian, tidak ada perbedaan efektivitas antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, namun kedua intervensi memiliki pengaruh yang sama dalam mempercepat pencapaian Bromage Score 2.
Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Title: Efektivitas ROM Pasif Ekstremitas Bawah Dan Kompres Hangat Femoralis Terhadap Percepatan Pencapaian Bromage Score 2 Pasien Post Sectio Caesarea
Description:
Pasien post sectio caesarea umumnya mengalami keterbatasan mobilisasi akibat efek anestesi spinal.
Salah satu indikator penting untuk menilai pemulihan fungsi motorik adalah Bromage Score.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi mana yang lebih efektif antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis dalam percepatan pencapaian Bromage Score 2.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan three group pretest-posttest design.
Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih melalui teknik non-probability purposive sampling, lalu dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pasien post sectio caesarea.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, sementara variabel terikatnya adalah waktu pencapaian Bromage Score 2.
Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan (p > 0,05), dilanjutkan dengan uji Independent T-Test.
Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis (p = 0,773).
Namun, berdasarkan nilai rata-rata, kelompok kompres hangat femoralis mencapai Bromage Score 2 lebih cepat (84 menit) dibanding kelompok ROM pasif (87 menit) dan kelompok kontrol (126 menit).
Efektivitas kompres hangat femoralis disebabkan oleh efek vasodilatasi yang meningkatkan aliran darah dan mempercepat eliminasi anestesi, sedangkan ROM pasif ekstremitas bawah bekerja melalui aktivasi neuromuskular.
Dengan demikian, tidak ada perbedaan efektivitas antara ROM pasif ekstremitas bawah dan kompres hangat femoralis, namun kedua intervensi memiliki pengaruh yang sama dalam mempercepat pencapaian Bromage Score 2.
Related Results
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
Pendahuluan: Rematik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia. Rematik menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan...
Etika Kesehatan pada Persalinan Melalui Sectio Caesarea Tanpa Indikasi Medis
Etika Kesehatan pada Persalinan Melalui Sectio Caesarea Tanpa Indikasi Medis
Angka persalinan dengan sectio caesarea di Indonesia terbilang cukup tinggi. WHO menyatakan, angka sectio caesarea maksimum sekitar 10 sampai 15%. Oleh karena itu, perlu dikaji pen...
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis
Gout Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang diakibatkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, karena terganggunya metabolisme purin (hiperurisemia) dalam tubuh yang...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN DI RS HANDAYANI KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2020
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN DI RS HANDAYANI KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2020
Berdasarkan data Rekam Medis ruang kebidanan RS Handayani Kotabumi pada tahun 2019 sectio caesarea sebesar 511 orang dari 694 persalinan (73,6%), pada tahun 2020 sectio caesarea se...
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Post Sectio Caesarea tentang Mobilisasi Dini
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Post Sectio Caesarea tentang Mobilisasi Dini
Factors that influence mobilization include lifestyle influenced by education and knowledge, disease processes and injury. Post partum mothers with sectio caesarea often complain o...
PENGARUH PENDAMPINGAN DOULA TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA
PENGARUH PENDAMPINGAN DOULA TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA
Penelitian ini dilaterbelakangi oleh angka kejadian Sectio Caesarea yang melebihi standar ketetapan WHO sebesar 10-15% serta terjadi peningkatan. Peluang tindakan Sectio Caesarea t...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Nurse's Knowledge In Accomplishing Actions And Following Procedures For Post Sectio Caesarea Wound Care
Nurse's Knowledge In Accomplishing Actions And Following Procedures For Post Sectio Caesarea Wound Care
Sectio Caesarea has recently become a trend because it is considered more practical and less painful, so it is not surprising that it has become the second most common obstetric su...

