Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Media Sosial Tiktok dan Identitas Diri Remaja

View through CrossRef
Abstract. This study aims to analyze the influence of TikTok social media usage on the formation of self-identity among adolescents in Islamic Integrated Senior High Schools (SMAIT) in Bandung City. The research employs a quantitative approach using a simple regression method, based on the framework of Media Dependency Theory and Social Identity Theory. TikTok is viewed as a social media platform that provides digital stimuli capable of influencing individuals’ internal processes and shaping behavioral responses, including in the search for and development of adolescent self-identity. The study population consists of 5,487 SMAIT students across 14 districts in Bandung, with a sample of 100 respondents selected through cluster sampling. Data were collected using closed-ended questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results indicate that TikTok usage has a significant influence on adolescent self-identity, particularly in the aspects of identification and social comparison. However, the influence is moderate and selective. Adolescents tend to use TikTok more for entertainment and social reflection rather than as a primary source for forming personal values, beliefs, or religious identity. Formal education and social environments remain the dominant factors in shaping a stable and reflective identity. This study emphasizes the importance of balanced digital literacy and the reinforcement of Islamic values in educational environments so that adolescents can benefit from social media without losing a sense of their self-identity Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap pembentukan identitas diri remaja di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi sederhana, serta didasarkan pada kerangka Teori Dependensi Media dan Teori Identitas Sosial. TikTok dipandang sebagai media sosial yang berperan dalam menyediakan stimulus digital yang dapat memengaruhi proses internal individu dan membentuk respons perilaku, termasuk dalam proses pencarian dan pembentukan identitas diri remaja. Populasi dalam penelitian ini mencakup 5.487 siswa SMAIT dari 14 kecamatan di Kota Bandung, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap identitas diri remaja, terutama dalam aspek identifikasi dan komparasi sosial. Meskipun demikian, pengaruh tersebut bersifat moderat dan selektif. Remaja lebih cenderung menjadikan TikTok sebagai sarana hiburan dan refleksi sosial, bukan sebagai sumber utama dalam membentuk nilai, keyakinan, atau identitas keagamaan. Pendidikan formal dan lingkungan sosial tetap memegang peran dominan dalam membentuk kesadaran identitas yang stabil dan reflektif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang seimbang dan penguatan nilai keislaman di lingkungan pendidikan agar remaja dapat memanfaatkan media sosial secara positif tanpa kehilangan arah identitas dirinya
Title: Media Sosial Tiktok dan Identitas Diri Remaja
Description:
Abstract.
This study aims to analyze the influence of TikTok social media usage on the formation of self-identity among adolescents in Islamic Integrated Senior High Schools (SMAIT) in Bandung City.
The research employs a quantitative approach using a simple regression method, based on the framework of Media Dependency Theory and Social Identity Theory.
TikTok is viewed as a social media platform that provides digital stimuli capable of influencing individuals’ internal processes and shaping behavioral responses, including in the search for and development of adolescent self-identity.
The study population consists of 5,487 SMAIT students across 14 districts in Bandung, with a sample of 100 respondents selected through cluster sampling.
Data were collected using closed-ended questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistics.
The results indicate that TikTok usage has a significant influence on adolescent self-identity, particularly in the aspects of identification and social comparison.
However, the influence is moderate and selective.
Adolescents tend to use TikTok more for entertainment and social reflection rather than as a primary source for forming personal values, beliefs, or religious identity.
Formal education and social environments remain the dominant factors in shaping a stable and reflective identity.
This study emphasizes the importance of balanced digital literacy and the reinforcement of Islamic values in educational environments so that adolescents can benefit from social media without losing a sense of their self-identity Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap pembentukan identitas diri remaja di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) di Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi sederhana, serta didasarkan pada kerangka Teori Dependensi Media dan Teori Identitas Sosial.
TikTok dipandang sebagai media sosial yang berperan dalam menyediakan stimulus digital yang dapat memengaruhi proses internal individu dan membentuk respons perilaku, termasuk dalam proses pencarian dan pembentukan identitas diri remaja.
Populasi dalam penelitian ini mencakup 5.
487 siswa SMAIT dari 14 kecamatan di Kota Bandung, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik cluster sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap identitas diri remaja, terutama dalam aspek identifikasi dan komparasi sosial.
Meskipun demikian, pengaruh tersebut bersifat moderat dan selektif.
Remaja lebih cenderung menjadikan TikTok sebagai sarana hiburan dan refleksi sosial, bukan sebagai sumber utama dalam membentuk nilai, keyakinan, atau identitas keagamaan.
Pendidikan formal dan lingkungan sosial tetap memegang peran dominan dalam membentuk kesadaran identitas yang stabil dan reflektif.
Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang seimbang dan penguatan nilai keislaman di lingkungan pendidikan agar remaja dapat memanfaatkan media sosial secara positif tanpa kehilangan arah identitas dirinya.

Related Results

Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract. TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract- TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
Peran Media Sosial Dalam Pertukaran Sosial Remaja Di Media Sosial
Peran Media Sosial Dalam Pertukaran Sosial Remaja Di Media Sosial
Dalam perkembangan media sosial ini telah membawa banyak perubahan yang begitu signifikan terhadap cara remaja dalam berinteraksi serta bertukar informasi pada era digital saat ini...
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL (TIKTOK) PADA REMAJA DI SMPN 4 TILAMUTA
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL (TIKTOK) PADA REMAJA DI SMPN 4 TILAMUTA
Penggunaan media sosial (Tiktok) yang tidak terkontrol pada siswa dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan kecanduan medi...
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Abstract. Ethics comes from the Greek "ethos" meaning a place of residence, a meadow, a cage, customs, morals, character, feelings, and ways of thinking. But the word "tha etha" me...
Optimalisasi Peningkatan Penjualan Menggunakan Media Sosial Tiktok
Optimalisasi Peningkatan Penjualan Menggunakan Media Sosial Tiktok
This research aims to optimize increased sales through the use of TikTok social media. TikTok, as a rising social media platform, offers various features that businesses can use to...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Adolescent face very vulnerable period of transition from childhood to adulthood. Because adolescents do not have enough knowledge and awareness to get through this transition, ado...

Back to Top