Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENONTON FILM DI BIOSKOP (Studi pada Penonton Bioskop Yogyakarta)

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor lokasi usaha, kelayakan harga, dan dari mulut ke mulut terhadap keputusan konsumen untuk menonton di bioskop. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, serta uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lokasi usaha berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan tcount = 2.985 dengan p-value = 0,004 <0,05. (2) Kelayakan harga berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan nilai tcount = 3.456 dengan p-value = 0,001 <0,05. (3) Dari mulut ke mulut berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen di bioskop-bioskop di Yogyakarta dengan tcount = 3,277 dengan p-value = 0,001 <0,05. (4) Ada pengaruh simultan dari lokasi usaha, kelayakan harga, dan dari mulut ke mulut berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan nilai Freg = 79,970 dengan nilai p (signifikansi) sebesar 0,000.
Title: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENONTON FILM DI BIOSKOP (Studi pada Penonton Bioskop Yogyakarta)
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor lokasi usaha, kelayakan harga, dan dari mulut ke mulut terhadap keputusan konsumen untuk menonton di bioskop.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, serta uji regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lokasi usaha berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan tcount = 2.
985 dengan p-value = 0,004 <0,05.
(2) Kelayakan harga berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan nilai tcount = 3.
456 dengan p-value = 0,001 <0,05.
(3) Dari mulut ke mulut berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen di bioskop-bioskop di Yogyakarta dengan tcount = 3,277 dengan p-value = 0,001 <0,05.
(4) Ada pengaruh simultan dari lokasi usaha, kelayakan harga, dan dari mulut ke mulut berpengaruh positif terhadap keputusan menonton bioskop di Yogyakarta dengan nilai Freg = 79,970 dengan nilai p (signifikansi) sebesar 0,000.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
STUDI KUALITAS SINEMATIK DALAM BIOSKOP METROPOLE
STUDI KUALITAS SINEMATIK DALAM BIOSKOP METROPOLE
Abstrak Film dan arsitektur adalah dua bentuk seni taktil yang bergantung pada beberapa indera manusia sekaligus untuk dapat dinikmati. Walaupun begitu, kesamaan antara arsitektur...
Motif Menonton Tayangan Variety Show Running Man dan Pemenuhan Kebutuhan Penonton
Motif Menonton Tayangan Variety Show Running Man dan Pemenuhan Kebutuhan Penonton
Latar belakang: Running Man adalah salah satu program televisi yang bergenre urban action variety and comedy yang sedang digemari dan memiliki banyak penggemar dibelahan dunia Erop...
PERKEMBANGAN BIOSKOP DI KOTA PRABUMULIH 1950 – 2000
PERKEMBANGAN BIOSKOP DI KOTA PRABUMULIH 1950 – 2000
Bioskop merupakan sarana hiburan rakyat yang populer dan dinikmati oleh masyarakat dari berbagai lapisan dan kelas ekonomi. Hal ini yang menyebabkan bioskop tumbuh dan berkembang k...
BIOSKOP DALAM RUMAH (MEDIATISASI BIOSKOP)
BIOSKOP DALAM RUMAH (MEDIATISASI BIOSKOP)
ABSTRACTIn-Home Cinema (Mediatization of Cinema). The current pandemic is driving many changes, including in the way to enjoy entertainment, which is now mostly online. One of the ...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
“PEMBACAAN PENONTON TERHADAP ISU PRIMITIVE DALAM PROGRAM ACARA REALITY SHOW PRIMITIVE RUNAWAY EPISODE NEGERI DIATAS AWAN SUKU SAMBORI”
“PEMBACAAN PENONTON TERHADAP ISU PRIMITIVE DALAM PROGRAM ACARA REALITY SHOW PRIMITIVE RUNAWAY EPISODE NEGERI DIATAS AWAN SUKU SAMBORI”
Primitive Runaway (PR) adalah program yang menampilkan artis bersama sahabatnya untuk mempelajari adat, budaya serta kebiasaan sebuah sebuah suku, salah satunya episode Negeri diat...

Back to Top