Javascript must be enabled to continue!
Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Kesenian Reyog Ponorogo, Kajian Etnosemantik
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji fenomena budaya dan bahasa yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu budaya yang menjadi identitas kabupaten Ponorogo di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur. Pementasan reyog Ponorogo memiliki beberapa pemain atau paraga diantaranya pembarong, warok, bujangganong, jathil, dan kelana sewandana. Setiap paraga memiliki ciri masing-masing baik dari atribut maupun gerakannya. Penyebutan atribut dan gerakan tersebut menggunakan istilah khusus yang sebagian besar hanya dimengerti oleh lapisan masyarakat tertentu saja. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui (1) Klasifikasi dan pendeskripsian leksikon secara leksikal dalam kesenian reyog Ponorogo, dan (2) Cerminan kearifal lokal dalam makna kultural pada kesenian reyog Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif etnolinguistik terkait fenomena kebahasaan yang ada pada kesenian reyog Ponorogo. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pemain, tokoh masyarakat, serta sejarawan yang berkecimpung dalam kesenian reyog Ponorogo. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan leksikon-leksikon khas beserta pemaknaannya pada kesenian reyog Ponorogo yang mencakup paraga ‘pemain’, atribut, dan gerakan, ubarampe ‘piranti’ dalam pertunjukan, dan iringan.
LPPM Universitas Syiah Kuala
Title: Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Kesenian Reyog Ponorogo, Kajian Etnosemantik
Description:
Penelitian ini mengkaji fenomena budaya dan bahasa yang saling berkaitan dan mempengaruhi.
Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu budaya yang menjadi identitas kabupaten Ponorogo di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur.
Pementasan reyog Ponorogo memiliki beberapa pemain atau paraga diantaranya pembarong, warok, bujangganong, jathil, dan kelana sewandana.
Setiap paraga memiliki ciri masing-masing baik dari atribut maupun gerakannya.
Penyebutan atribut dan gerakan tersebut menggunakan istilah khusus yang sebagian besar hanya dimengerti oleh lapisan masyarakat tertentu saja.
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui (1) Klasifikasi dan pendeskripsian leksikon secara leksikal dalam kesenian reyog Ponorogo, dan (2) Cerminan kearifal lokal dalam makna kultural pada kesenian reyog Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif etnolinguistik terkait fenomena kebahasaan yang ada pada kesenian reyog Ponorogo.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pemain, tokoh masyarakat, serta sejarawan yang berkecimpung dalam kesenian reyog Ponorogo.
Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan leksikon-leksikon khas beserta pemaknaannya pada kesenian reyog Ponorogo yang mencakup paraga ‘pemain’, atribut, dan gerakan, ubarampe ‘piranti’ dalam pertunjukan, dan iringan.
Related Results
Kearifan Lokal dalam Seni Reyog Ponorogo
Kearifan Lokal dalam Seni Reyog Ponorogo
Reyog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional berupa tari yang berasal dari Jawa Timur. Reyog merupakan seni yang memadukan banyak unsur, mulai dari tari, musik, pencak sil...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kesenian Tradisional Sinoman Hadrah Khas Suku Banjar Di Kalimantan Selatan Sebagai Sumber Belajar IPS
Kesenian Tradisional Sinoman Hadrah Khas Suku Banjar Di Kalimantan Selatan Sebagai Sumber Belajar IPS
Sinoman hadrah merupakan kesenian asli Suku Banjar. Kesenian ini sudah ada sejak lama dan berlangsung turun temurun, namun seiring dengan perkembangan zaman kesenian ini sudah lang...
Perubahan Jathil Obyog Di Dalam Kesenian Reyog Obyog Di Kota Ponorogo
Perubahan Jathil Obyog Di Dalam Kesenian Reyog Obyog Di Kota Ponorogo
Jathil Obyog is a semi-oral folklore that is undergoing a process of change at this time. The purpose of this research is to find out the changes in Jathil Obyog in Reyog Obyog in ...
Internalisasi Budaya Terbang Bandhung di Kota Pasuruan
Internalisasi Budaya Terbang Bandhung di Kota Pasuruan
Kesenian Terbang Bandung merupakan kesenian yang berasal dari kota pasuruan, kesenian dengan alat music Kedincong, Terbang der, rebana, kontran, jidor, music ini dimainkan dengan 2...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
Pencak Silat is a product of Indonesian society and part of the people's culture. therefore the culture produced is the culture of society. Community culture is a culture of mutual...
Menggali dan Mengembangkan Potensi Kesenian di Desa Lerang dengan Mengadakan Pelatihan Kesenian
Menggali dan Mengembangkan Potensi Kesenian di Desa Lerang dengan Mengadakan Pelatihan Kesenian
Kesenian berhubungan erat dengan nilai estetis yang dituangkan dalam karya seni. Di Sulawesi Selatan, nilai-nilai dalam kesenian dapat dikatakan sebagai kebudayaan yang memuat nila...

