Javascript must be enabled to continue!
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
View through CrossRef
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female students in Vocational school. Politeness principle used Leech politeness principle (1993), focuse of this research is the form of male and female students’ politeness. This is descriptive qulitative reseacrh with sociopragmatics approach. The data are the politeness uttarances made by the student. The data are collected by using listening-free-participating-speaking (simak bebas libat cakap/SBLC) technique and data transcription. The data analyzing technique use Miles and Huberman interactive model, that consists of four steps, they are collecting data, reducing data, analizing data and verifying or conclusion drawing by pragmatics comparing methods. The result of the research shows that there is a different form of language politeness between male and female students which is reflected in politeness and impoliteness maxim. Female students’ politeness maxim are (1) tact maxim; (2) generosity maxim; and (3) agreement maxim. Male students’ impoliteness maxim are (1) generosity maxim; (2) modesty maxim; (3) agreement maxim; dan (4) the sympathy maxim.Keyword: students’ politeness, gender, Vocational School KESANTUNAN SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SRAGEN, JAWA TENGAHAbstrakKesantunan berbahasa siswa dapat dilihat dari perspektif gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan dalam Sekolah Menengah Kejuruan. Prinsip kesantunan yang digunakan adalah prinsip kesantunan menurut Leech (1993), fokus penelitian pada bentuk kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa yang mencerminkan kesantunan berbahasa. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan transkripsi data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil penelitian ditemukan perbedaan bentuk kesantunan berbahasa antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan tersebut tercermin dalam maksim kesantunan yang dipatuhi dan dilanggar oleh siswa. Pematuhan prinsip kesantunan siswa perempuan terdapat dalam (1) maksim kebijaksanaan; (2) maksim kedermawanan; dan (3) maksim kesepakatan. Sedangkan penyimpangan prinsip kesantunan siswa laki-laki terdapat dalam (1) maksim kedermawanan; (2) maksim kerendahhatian; (3) maksim kesepakatan; dan (4) maksim kesimpatian.Kata kunci: kesantunan berbahasa siswa, gender, Sekolah Menengah Kejuruan
Universitas Negeri Padang (UNP)
Title: MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
Description:
The students' language politeness can be observed from gender perspective.
The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female students in Vocational school.
Politeness principle used Leech politeness principle (1993), focuse of this research is the form of male and female students’ politeness.
This is descriptive qulitative reseacrh with sociopragmatics approach.
The data are the politeness uttarances made by the student.
The data are collected by using listening-free-participating-speaking (simak bebas libat cakap/SBLC) technique and data transcription.
The data analyzing technique use Miles and Huberman interactive model, that consists of four steps, they are collecting data, reducing data, analizing data and verifying or conclusion drawing by pragmatics comparing methods.
The result of the research shows that there is a different form of language politeness between male and female students which is reflected in politeness and impoliteness maxim.
Female students’ politeness maxim are (1) tact maxim; (2) generosity maxim; and (3) agreement maxim.
Male students’ impoliteness maxim are (1) generosity maxim; (2) modesty maxim; (3) agreement maxim; dan (4) the sympathy maxim.
Keyword: students’ politeness, gender, Vocational School KESANTUNAN SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SRAGEN, JAWA TENGAHAbstrakKesantunan berbahasa siswa dapat dilihat dari perspektif gender.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan dalam Sekolah Menengah Kejuruan.
Prinsip kesantunan yang digunakan adalah prinsip kesantunan menurut Leech (1993), fokus penelitian pada bentuk kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik.
Data berupa tuturan siswa yang mencerminkan kesantunan berbahasa.
Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan transkripsi data.
Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan verifikasi atau penarikan simpulan.
Hasil penelitian ditemukan perbedaan bentuk kesantunan berbahasa antara siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Perbedaan tersebut tercermin dalam maksim kesantunan yang dipatuhi dan dilanggar oleh siswa.
Pematuhan prinsip kesantunan siswa perempuan terdapat dalam (1) maksim kebijaksanaan; (2) maksim kedermawanan; dan (3) maksim kesepakatan.
Sedangkan penyimpangan prinsip kesantunan siswa laki-laki terdapat dalam (1) maksim kedermawanan; (2) maksim kerendahhatian; (3) maksim kesepakatan; dan (4) maksim kesimpatian.
Kata kunci: kesantunan berbahasa siswa, gender, Sekolah Menengah Kejuruan.
Related Results
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
ABSTRAK Duwi Wahyu Hidayat. C0913017. 2019. Batik Tulis khas Sragen dengan Sumber Ide Gajah Purba. Tugas Akhir : Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universi...
Politeness in Pragmatics
Politeness in Pragmatics
Politeness comprises linguistic and non-linguistic behavior through which people indicate that they take others’ feelings of how they should be treated into account. Politeness com...
Invitation or Sexual Harassment?
Invitation or Sexual Harassment?
This article aims to analyse an intercultural telephone invitation given by a Chinese tutor to an Australian student, and highlight general principles of intercultural invitations....
Gender-Based Choice of Politeness Strategies in Interviews by Desi Anwar with Queen of Denmark Margrethe II and President Erdogan
Gender-Based Choice of Politeness Strategies in Interviews by Desi Anwar with Queen of Denmark Margrethe II and President Erdogan
Politeness strategies are a crucial element in conversations. Choosing the appropriate politeness strategies would lead to a smooth talk between the Speaker (S) and the Hearer (H)....
Chest Wall Hydatid Cysts: A Systematic Review
Chest Wall Hydatid Cysts: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Given the rarity of chest wall hydatid disease, information on this condition is primarily drawn from case reports. Hence, this study systematically reviews t...
Income Analysis of Shallot Farmers in Sragen Regency
Income Analysis of Shallot Farmers in Sragen Regency
Shallot (Allium Ascalonicum L) is a superior agricultural commodity in Sragen Regency. The main problem most often faced by shallot farmers in Sragen Regency is the high level of p...
[RETRACTED] Rhino XL Male Enhancement v1
[RETRACTED] Rhino XL Male Enhancement v1
[RETRACTED]Rhino XL Reviews, NY USA: Studies show that testosterone levels in males decrease constantly with growing age. There are also many other problems that males face due ...
Politeness Strategies and African Cultural Norms in Cartoon-style Videos on Nigeria’s Fuel Price Hike
Politeness Strategies and African Cultural Norms in Cartoon-style Videos on Nigeria’s Fuel Price Hike
This study investigates the use of politeness strategies in Nigerian cartoon-style videos that critique fuel price hikes during President Bola Ahmed Tinubu’s administration. While ...

