Javascript must be enabled to continue!
Marriage Readiness for Late Adolescence in South Sulawesi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator kesiapan menikah pada remaja akhir di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei dengan menggunakan kuesioner. Subjek penelitian adalah 860 remaja berusia 15-20 tahun yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan yaitu SMA (46,1%) SMK (4%) dan mahasiswa S1 (45,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator kesiapan menikah pada remaja akhir, yaitu (1) kemapanan ekonomi sebesar 51% (2) pendidikan yang tinggi sebesar 22,5%, (3) penyesuaian karakter dengan pasangan sebesar 35,6%, (4) persetujuan orang tua sebesar 26%. Dari segi kesiapan menikah, sekitar 65,6% remaja menyatakan tidak siap untuk menikah, 23,6% kurang siap menikah, cukup siap 5,5%, siap 5,1%, dan hanya 2,5% remaja yang menyatakan sangat siap menikah. Dalam hal persiapan yang diperlukan untuk menjalani pernikahan yang harmonis, (1) keterampilan berkomunikasi sebesar 59,9%, (2) keterampilan mendidik dan merawat anak 47,9%, (3) pekerjaan 46,7%, dan (4) pengelolaan emosi 34,5%, sedangkan hal yang menjadi kekhawatiran remaja dari pernikahan adalah 67,5% perselingkuhan, 60,9% diperlakukan kasar, dicampakkan/diabaikan 45,3%, ditekan secara ekonomi 40,1%, dan 29,8% tidak mendapat kebebasan. Implikasi penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan pihak terkait baik orangtua, masyarakat, maupun pemerintah mengenai gambaran kesiapan menikah pada remaja akhir sebagai bahan untuk memberikan premarital preparation/edukasi pranikah pada remaja agar remaja akhir mampu mempersiapkan diri untuk memenuhi tugas perkembangan dewasa awal yakni memilih pasangan dan menikah.
Institut Agama Islam Negeri Parepare
Title: Marriage Readiness for Late Adolescence in South Sulawesi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator kesiapan menikah pada remaja akhir di Sulawesi Selatan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei dengan menggunakan kuesioner.
Subjek penelitian adalah 860 remaja berusia 15-20 tahun yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan yaitu SMA (46,1%) SMK (4%) dan mahasiswa S1 (45,5%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator kesiapan menikah pada remaja akhir, yaitu (1) kemapanan ekonomi sebesar 51% (2) pendidikan yang tinggi sebesar 22,5%, (3) penyesuaian karakter dengan pasangan sebesar 35,6%, (4) persetujuan orang tua sebesar 26%.
Dari segi kesiapan menikah, sekitar 65,6% remaja menyatakan tidak siap untuk menikah, 23,6% kurang siap menikah, cukup siap 5,5%, siap 5,1%, dan hanya 2,5% remaja yang menyatakan sangat siap menikah.
Dalam hal persiapan yang diperlukan untuk menjalani pernikahan yang harmonis, (1) keterampilan berkomunikasi sebesar 59,9%, (2) keterampilan mendidik dan merawat anak 47,9%, (3) pekerjaan 46,7%, dan (4) pengelolaan emosi 34,5%, sedangkan hal yang menjadi kekhawatiran remaja dari pernikahan adalah 67,5% perselingkuhan, 60,9% diperlakukan kasar, dicampakkan/diabaikan 45,3%, ditekan secara ekonomi 40,1%, dan 29,8% tidak mendapat kebebasan.
Implikasi penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan pihak terkait baik orangtua, masyarakat, maupun pemerintah mengenai gambaran kesiapan menikah pada remaja akhir sebagai bahan untuk memberikan premarital preparation/edukasi pranikah pada remaja agar remaja akhir mampu mempersiapkan diri untuk memenuhi tugas perkembangan dewasa awal yakni memilih pasangan dan menikah.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
This research aims to explain the marriage of minors and to know the point of view of Islamic law and Yemeni law on this marriage, as well as to know its causes and effects. This o...
Mindy Calling: Size, Beauty, Race in The Mindy Project
Mindy Calling: Size, Beauty, Race in The Mindy Project
When characters in the Fox Television sitcom The Mindy Project call Mindy Lahiri fat, Mindy sees it as a case of misidentification. She reminds the character that she is a “petite ...
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
There are provisions for marriage for each of the three religions, which we found through the revealed heavenly books. Marriage is considered an obligation in Judaism, except for s...
Technology Readiness Profiling of SMEs With K-Means Clustering in Bandung, Indonesia
Technology Readiness Profiling of SMEs With K-Means Clustering in Bandung, Indonesia
This study profiles and segments the Technology Readiness Level (TRL) of Micro, Small, and Medium Enterprises (SMEs) in Greater Bandung, Indonesia, using the Technology Readiness I...
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
Marriage (nikāḥ) in Islamic law (sharia), is a legal and social contract between two individuals. It is an act of Islam and is strongly recommended. In Islam Polygyny is permitted ...
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
AbstractObjectiveThis article evaluates whether the federal marriage tax penalty (penalty) or federal marriage bonus (bonus) affects the marriage decisions of same‐sex couples (SSC...
Legal Age of Marriage: A Socio-Science Review
Legal Age of Marriage: A Socio-Science Review
The purpose of this paper was to examine the importance of the marriage law from various disciplines, in terms of the legal age of marriage. Data were collected by examining journa...

