Javascript must be enabled to continue!
Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
View through CrossRef
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada apendiks yang mana memerlukan penanganan berupa pembedahan untuk mencegah komplikasi perlu dilakukannya apendiktomi atau pengangkatan apendiks. Apendiktomi merupakan operasi bersih kontaminasi dan termasuk dalam kategori tinggi untuk diberikan antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah penggunaan antibiotik profilaksis yang paling cost-effective pada pasien apendisitis di RSUD Anutapura Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas biaya (Cost-Effectiveness Analysis) antibiotik profilaksis pada pasien apendisitis dengan melihat parameter penurunan suhu tubuh. Subyek penelitian yaitu 69 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan terdapat pasien yang menggunakan terapi antibiotik tunggal sebanyak 35 pasien (50,72%), kombinasi 2 antibiotik 27 pasien (39,13%) dan kombinasi 3 antibiotik 7 pasien (10,14%). Rata-rata total biaya medis langsung penggunaan antibiotik tunggal Rp. 7.430.971, kombinasi 2 antibiotik Rp. 11.236.020, kombinasi 3 antibiotik Rp. 12.321.345. Berdasarkan perhitungan ACER, diperoleh antibiotik yang memiliki biaya rendah adalah antibiotik tunggal seftriakson dengan nilai Rp. 159.199/unit suhu. Kata Kunci: Apendisitis, Antibiotik Profilaksis, Apendiktomi, Cost-Efffectiveness Analysis, Direct Medical Cost Appendicitis is inflammation due to infection of the appendix which requires treatment in the form of surgery to prevent complications, it is necessary to do an appendectomy or removal of the appendix. Appendectomy is a clean operation of contamination and is included in the high category for prophylactic antibiotics. The purpose of this study was to determine which use of prophylactic antibiotics was the most cost-effective in appendicitis patients at Anutapura Hospital Palu. This type of research is descriptive research with retrospective data collection. This study was conducted to analyze the cost-effectiveness (Cost-Effectiveness Analysis) of prophylactic antibiotics in appendicitis patients by looking at the parameters of decreasing body temperature. The research subjects were 69 hospitalized patients who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that there were 35 patients (50.72%), a combination of 2 antibiotics (39.13%) and a combination of 3 antibiotics 7 patients (10.14%). The average total direct medical cost of using a single antibiotic is Rp. 7,430,971, a combination of 2 antibiotics Rp. 11,236,020, a combination of 3 antibiotics Rp. 12,321,345. Based on ACER calculations, the antibiotic that has a low cost is the single antibiotic ceftriaxone with a value of Rp. 159,199 /unit temperature.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
Description:
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada apendiks yang mana memerlukan penanganan berupa pembedahan untuk mencegah komplikasi perlu dilakukannya apendiktomi atau pengangkatan apendiks.
Apendiktomi merupakan operasi bersih kontaminasi dan termasuk dalam kategori tinggi untuk diberikan antibiotik profilaksis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah penggunaan antibiotik profilaksis yang paling cost-effective pada pasien apendisitis di RSUD Anutapura Palu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas biaya (Cost-Effectiveness Analysis) antibiotik profilaksis pada pasien apendisitis dengan melihat parameter penurunan suhu tubuh.
Subyek penelitian yaitu 69 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian menunjukan terdapat pasien yang menggunakan terapi antibiotik tunggal sebanyak 35 pasien (50,72%), kombinasi 2 antibiotik 27 pasien (39,13%) dan kombinasi 3 antibiotik 7 pasien (10,14%).
Rata-rata total biaya medis langsung penggunaan antibiotik tunggal Rp.
7.
430.
971, kombinasi 2 antibiotik Rp.
11.
236.
020, kombinasi 3 antibiotik Rp.
12.
321.
345.
Berdasarkan perhitungan ACER, diperoleh antibiotik yang memiliki biaya rendah adalah antibiotik tunggal seftriakson dengan nilai Rp.
159.
199/unit suhu.
Kata Kunci: Apendisitis, Antibiotik Profilaksis, Apendiktomi, Cost-Efffectiveness Analysis, Direct Medical Cost Appendicitis is inflammation due to infection of the appendix which requires treatment in the form of surgery to prevent complications, it is necessary to do an appendectomy or removal of the appendix.
Appendectomy is a clean operation of contamination and is included in the high category for prophylactic antibiotics.
The purpose of this study was to determine which use of prophylactic antibiotics was the most cost-effective in appendicitis patients at Anutapura Hospital Palu.
This type of research is descriptive research with retrospective data collection.
This study was conducted to analyze the cost-effectiveness (Cost-Effectiveness Analysis) of prophylactic antibiotics in appendicitis patients by looking at the parameters of decreasing body temperature.
The research subjects were 69 hospitalized patients who met the inclusion and exclusion criteria.
The results showed that there were 35 patients (50.
72%), a combination of 2 antibiotics (39.
13%) and a combination of 3 antibiotics 7 patients (10.
14%).
The average total direct medical cost of using a single antibiotic is Rp.
7,430,971, a combination of 2 antibiotics Rp.
11,236,020, a combination of 3 antibiotics Rp.
12,321,345.
Based on ACER calculations, the antibiotic that has a low cost is the single antibiotic ceftriaxone with a value of Rp.
159,199 /unit temperature.
Related Results
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman pen...
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN BERAT RINGANNYA CAMPAK PADA ANAK
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN BERAT RINGANNYA CAMPAK PADA ANAK
Abstract: Appendicitis is an inflammation of vermiform appendix. Acute inflammation of the appendix needs to be treated immediately to prevent fatal complications. The incidence am...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Pasien Infeksi ulkus kaki diabetik memerlukan penggunaan antibiotik, antibiotik yang sering digunakan mempunyai sensitifitas rendah dan beberapa pasien pada penggunaannya dalam kea...
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Luka bakar merupakan salah satu bentuk trauma dengan tingkat risiko infeksi yang tinggi. Modalitas utama pada infeksi akibat luka bakar ialah pemberian antibiotik. Tujuan penelitia...
Penilaian Pengetahuan, Persepsi Dan Kepercayaan Masyarakat Kota Medan Terhadap Penggunaan Antibiotik
Penilaian Pengetahuan, Persepsi Dan Kepercayaan Masyarakat Kota Medan Terhadap Penggunaan Antibiotik
Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering digunakan dalam pengobatan penyakit. Resistensi terhadap antibiotik menjadi masalah besar diseluruh dunia. Resistensi terhada...
Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Medis dan Kesehatan Universitas Jember
Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Medis dan Kesehatan Universitas Jember
Antibiotik merupakan obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Penggunaan antibiotik tanpa resep di masyarakat relatif tinggi. Penggunaan antibiotik yang tepat dipeng...
Analisis Faktor Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Antibiotik Amoxicilin dan Cefadroxil di Puskesmas Wilayah Bati-Bati
Analisis Faktor Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Antibiotik Amoxicilin dan Cefadroxil di Puskesmas Wilayah Bati-Bati
Resistensi antibiotik dapat terjadi karena mudahnya masyarakat mendapatkan antibiotik, kurangnya pengawasan pemerintahterhadap masyarakat tentang, penggunaan antibiotik yang tidak ...

