Javascript must be enabled to continue!
Studi Tentang Makanan Adat dalam Tradisi Ayam Bulek di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir selatan
View through CrossRef
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perubahan dalam pelaksanaan tradisi pernikahan di Nagari tapan, yang menyebabkan generasi muda kurang memahami makna serta bentuk asli budaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan rangkaian pelaksanaan tradisi ayam bulek di Nagari tapan, dengan fokus pada jenis-jenis makanan adat yang disajikan dalam tradisi tersebut. metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik dalam penelitian. penelitian ini memiliki informan yang berjumlah 10 orang yang terdiri atas niniak mamak, bundo kanduang, serta masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tradisi dan makanan adat pada upacara ayam bulek. Hasil penelitian dibagi menjadi dua bagian terdiri dari temuan umum dan khusus. Temuan umum mencakup kondisi geografis dan demografis Nagari Tapan, sedangkan temuan khusus memuat jenis makanan yang disajikan dalam tradisi Ayam Bulek, seperti ayam bulek, ronjok/rantang, kue bertingkat, kue pengiring, dan mandai simbolis yang berisi bahan makanan pokok. Bahan makanan utama yang digunakan meliputi beras, sumber protein hewani dan nabati, sayur-mayur, tepung-tepungan, serta bahan tambahan lainnya. Dominasi bumbu yang digunakan adalah bumbu basah, dengan teknik pengolahan berupa boiling, stewing, deep frying, baking, dan steaming. Makanan yang disajikan dalam tradisi Ayam Bulek memiliki nilai simbolis dan makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai budaya serta pesan moral masyarakat Nagari Tapan. Oleh karena itu, tradisi ini direkomendasikan untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya lokal.
Universitas Pasundan
Title: Studi Tentang Makanan Adat dalam Tradisi Ayam Bulek di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir selatan
Description:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perubahan dalam pelaksanaan tradisi pernikahan di Nagari tapan, yang menyebabkan generasi muda kurang memahami makna serta bentuk asli budaya tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan rangkaian pelaksanaan tradisi ayam bulek di Nagari tapan, dengan fokus pada jenis-jenis makanan adat yang disajikan dalam tradisi tersebut.
metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik dalam penelitian.
penelitian ini memiliki informan yang berjumlah 10 orang yang terdiri atas niniak mamak, bundo kanduang, serta masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tradisi dan makanan adat pada upacara ayam bulek.
Hasil penelitian dibagi menjadi dua bagian terdiri dari temuan umum dan khusus.
Temuan umum mencakup kondisi geografis dan demografis Nagari Tapan, sedangkan temuan khusus memuat jenis makanan yang disajikan dalam tradisi Ayam Bulek, seperti ayam bulek, ronjok/rantang, kue bertingkat, kue pengiring, dan mandai simbolis yang berisi bahan makanan pokok.
Bahan makanan utama yang digunakan meliputi beras, sumber protein hewani dan nabati, sayur-mayur, tepung-tepungan, serta bahan tambahan lainnya.
Dominasi bumbu yang digunakan adalah bumbu basah, dengan teknik pengolahan berupa boiling, stewing, deep frying, baking, dan steaming.
Makanan yang disajikan dalam tradisi Ayam Bulek memiliki nilai simbolis dan makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai budaya serta pesan moral masyarakat Nagari Tapan.
Oleh karena itu, tradisi ini direkomendasikan untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya lokal.
Related Results
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Pembangunan Fisik Di Nagari Riak Danau Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Pembangunan Fisik Di Nagari Riak Danau Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
Pembangunan desa/nagari mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka pembangunan nasional dan pembangunan daerah, karena didalamnya terkandung unsur pemerataan ...
EFEKTIVITAS PROGRAM ALOKASI DANA NAGARI (ADN) SATU MILIAR PER NAGARI (SMPN) DI KABUPATEN PASAMAN BARAT (KASUS PEMBANGUNAN FISIK DI NAGARI SINURUIK DAN NAGARI RABI JONGGOR).
EFEKTIVITAS PROGRAM ALOKASI DANA NAGARI (ADN) SATU MILIAR PER NAGARI (SMPN) DI KABUPATEN PASAMAN BARAT (KASUS PEMBANGUNAN FISIK DI NAGARI SINURUIK DAN NAGARI RABI JONGGOR).
Artikel ini sangat menarik ditengah euforia lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Salah satu klausul yang ada di UU Desa adalah tentang adanya dana 10% dari APBN dan APBD ba...
POTENSI DESA WISATA SABUNG AYAM NON JUDI DI KELURAHAN NGLEGOK, KEC. NGLEGOK, KAB. BLITAR (Strategi Kontruktif Mengatasi Judi Sabung Ayam Berbasis Wisata)
POTENSI DESA WISATA SABUNG AYAM NON JUDI DI KELURAHAN NGLEGOK, KEC. NGLEGOK, KAB. BLITAR (Strategi Kontruktif Mengatasi Judi Sabung Ayam Berbasis Wisata)
Sabung ayam di Kelurahan Nglegok, Kec. Nglegok, Kab. Blitar sudah menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan keseharian masyarakat, sehingga sulit untuk dicegah melalui cara-cara...

