Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penentuan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Penghambatan Denaturasi Protein

View through CrossRef
Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologi. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antiinflamasi alami yaitu tumbuhan kelor. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu dari bagian tumbuhan yang dapat digunakan manfaat khasiatnya sebagai obat. Tanaman ini termasuk sebagai obat dengan aktivitas sebagai stimulant peredaran darah, antipiretik, antiinflamasi, antibakteri, antiepilepsi, antitumor, antijamur dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar senaywa fenolik, flavonoid serta potensi aktivitas antiinflamasi ekstrak methanol daun kelor. Penentuan kadar senyawa dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan pengukuran aktivitas antiinflamasi dilakukan menggunakan metode penghambatan denaturasi protein Bovine serum albumin (BSA). Kadar senyawa fenolik ekstrak metanol daun kelor dari berbagai wilayah di peroleh sebesar 217,3 190,7 mgEQ/g (Muna Barat), 177,3 mgEQ/g (Wakatobi), 124,0 mgEQ/g (Lasusua), dan 80, 7 mgEQ/g (Ranomeeto). Kadar flavonoid yang diperoleh dari ekstrak metanol daun kelor sebesar 338,3 mgEQ/g (Wakatobi dan Muna Barat), 337,3 mgEQ/g (Ranomeeto), dan 330,0 mgEQ/g (Lasusua). Sedangkan hasil pengujian aktivitas antiinflamasi pada ekstrak metanol daun kelor di peroleh nilai IC50 sebesar 20,72 µg/mL (Muna Barat), 20,80 µg/mL (Wakatobi), 20,99 µg/mL (Ranomeeto), dan 22,06 µg/mL (Lasusua). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan Flavonoid maka aktivitas Antiinflamasi semakin tinggi.
Title: Penentuan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Penghambatan Denaturasi Protein
Description:
Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologi.
Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antiinflamasi alami yaitu tumbuhan kelor.
Daun Kelor (Moringa oleifera L.
) merupakan salah satu dari bagian tumbuhan yang dapat digunakan manfaat khasiatnya sebagai obat.
Tanaman ini termasuk sebagai obat dengan aktivitas sebagai stimulant peredaran darah, antipiretik, antiinflamasi, antibakteri, antiepilepsi, antitumor, antijamur dan antioksidan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar senaywa fenolik, flavonoid serta potensi aktivitas antiinflamasi ekstrak methanol daun kelor.
Penentuan kadar senyawa dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan pengukuran aktivitas antiinflamasi dilakukan menggunakan metode penghambatan denaturasi protein Bovine serum albumin (BSA).
Kadar senyawa fenolik ekstrak metanol daun kelor dari berbagai wilayah di peroleh sebesar 217,3 190,7 mgEQ/g (Muna Barat), 177,3 mgEQ/g (Wakatobi), 124,0 mgEQ/g (Lasusua), dan 80, 7 mgEQ/g (Ranomeeto).
Kadar flavonoid yang diperoleh dari ekstrak metanol daun kelor sebesar 338,3 mgEQ/g (Wakatobi dan Muna Barat), 337,3 mgEQ/g (Ranomeeto), dan 330,0 mgEQ/g (Lasusua).
Sedangkan hasil pengujian aktivitas antiinflamasi pada ekstrak metanol daun kelor di peroleh nilai IC50 sebesar 20,72 µg/mL (Muna Barat), 20,80 µg/mL (Wakatobi), 20,99 µg/mL (Ranomeeto), dan 22,06 µg/mL (Lasusua).
Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan Flavonoid maka aktivitas Antiinflamasi semakin tinggi.

Related Results

Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Kondisi kulit wajah berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Adapun permasalahan yang dapat terjadi pada kulit wajah salah satunya jerawat. Dalam sistem pengobatan ta...
Pengaruh Penggunaan Kapsul Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi
Pengaruh Penggunaan Kapsul Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi
Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah ≥ 140 mmHg/ 90 mmHg. Secara non-farmakologi, ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan untuk hipertensi. Kandungan ant...
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Olahan Makanan Populer Sebagai Antioksidan Untuk Meningkatkan Nilai Gizi
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Olahan Makanan Populer Sebagai Antioksidan Untuk Meningkatkan Nilai Gizi
Pada negara berkembang, olahan makanan populer yang terbuat dari sereal memiliki jumlah mikronutrien yang rendah dan kandungan protein yang buruk. Sereal pada umumnya dibuat dari b...
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
Saat ini pemanfaatan daun kelor sebagai produk makanan minuman karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan sedang berkembang. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat pengembangan min...
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang
<p>Pemanfaatan <em>Moringa oleifera</em> atau dikenal dengan tanaman kelor kurang maksimal. Padahal daun kelor mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk kese...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Bagi Siswa SMK Ibu Kartini Semarang
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Bagi Siswa SMK Ibu Kartini Semarang
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan puding daun kelor kepada siswa SMK Ibu Kartini Semarang. Daun kelor <e...
KARAKTERISASI ROTI BOLU MANIS BERBASIS MOCAF (Modified Cassava Flour) TERKOMPOSIT SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI
KARAKTERISASI ROTI BOLU MANIS BERBASIS MOCAF (Modified Cassava Flour) TERKOMPOSIT SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI
Roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor merupakan salah satu inovasi produk pangan olahan non gluten. Penggunaan MOCAF sebagai bahan pengganti terigu aman untu...

Back to Top