Javascript must be enabled to continue!
Studi Literatur: Peran Status Gizi Berlebih terhadap Risiko Menorrhagia
View through CrossRef
Abstract. Menorrhagia is a menstrual disorder characterized by excessive menstrual bleeding and may significantly affect reproductive health and quality of life in women. One factor suspected to increase the risk of menorrhagia is overweight nutritional status, whose prevalence continues to rise along with changes in lifestyle and dietary patterns. Overweight nutritional status is associated with hormonal alterations and inflammatory processes that may influence menstrual cycle regulation and menstrual blood volume. This study aimed to review the role of overweight nutritional status in the risk of menorrhagia through a literature review approach. A qualitative literature study was conducted using relevant scientific articles and academic sources as secondary data. The collected literature was analyzed descriptively to examine concepts and biological mechanisms linking nutritional status to menorrhagia. The findings indicate that overweight nutritional status contributes to an increased risk of menorrhagia through several mechanisms, including reproductive hormone imbalance, estrogen dominance due to adipose tissue activity, and increased inflammatory processes affecting endometrial response and local hemostasis. These mechanisms may lead to increased menstrual blood volume and prolonged bleeding duration. In conclusion, overweight nutritional status is an important modifiable risk factor for menorrhagia, highlighting the importance of nutritional status management in the prevention and management of menstrual disorders.
Abstrak. Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan perdarahan menstruasi berlebihan dan dapat berdampak terhadap kesehatan reproduksi serta kualitas hidup perempuan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan risiko menorrhagia adalah status gizi berlebih, yang prevalensinya terus meningkat seiring perubahan pola hidup dan pola makan. Status gizi berlebih diketahui berkaitan dengan perubahan hormonal dan proses inflamasi yang berpotensi memengaruhi siklus menstruasi dan volume perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran status gizi berlebih terhadap risiko menorrhagia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian berupa artikel ilmiah dan sumber pustaka relevan yang membahas status gizi, kesehatan reproduksi, dan menorrhagia. Data diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis secara deskriptif dengan menelaah konsep serta mekanisme biologis yang dilaporkan dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa status gizi berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko menorrhagia melalui ketidakseimbangan hormon reproduksi, dominasi estrogen akibat aktivitas jaringan adiposa, serta peningkatan proses inflamasi yang memengaruhi respon endometrium dan hemostasis lokal. Kesimpulannya, status gizi berlebih merupakan faktor risiko menorrhagia yang dapat dimodifikasi, sehingga pengendalian status gizi penting dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan gangguan menstruasi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Literatur: Peran Status Gizi Berlebih terhadap Risiko Menorrhagia
Description:
Abstract.
Menorrhagia is a menstrual disorder characterized by excessive menstrual bleeding and may significantly affect reproductive health and quality of life in women.
One factor suspected to increase the risk of menorrhagia is overweight nutritional status, whose prevalence continues to rise along with changes in lifestyle and dietary patterns.
Overweight nutritional status is associated with hormonal alterations and inflammatory processes that may influence menstrual cycle regulation and menstrual blood volume.
This study aimed to review the role of overweight nutritional status in the risk of menorrhagia through a literature review approach.
A qualitative literature study was conducted using relevant scientific articles and academic sources as secondary data.
The collected literature was analyzed descriptively to examine concepts and biological mechanisms linking nutritional status to menorrhagia.
The findings indicate that overweight nutritional status contributes to an increased risk of menorrhagia through several mechanisms, including reproductive hormone imbalance, estrogen dominance due to adipose tissue activity, and increased inflammatory processes affecting endometrial response and local hemostasis.
These mechanisms may lead to increased menstrual blood volume and prolonged bleeding duration.
In conclusion, overweight nutritional status is an important modifiable risk factor for menorrhagia, highlighting the importance of nutritional status management in the prevention and management of menstrual disorders.
Abstrak.
Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan perdarahan menstruasi berlebihan dan dapat berdampak terhadap kesehatan reproduksi serta kualitas hidup perempuan.
Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan risiko menorrhagia adalah status gizi berlebih, yang prevalensinya terus meningkat seiring perubahan pola hidup dan pola makan.
Status gizi berlebih diketahui berkaitan dengan perubahan hormonal dan proses inflamasi yang berpotensi memengaruhi siklus menstruasi dan volume perdarahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran status gizi berlebih terhadap risiko menorrhagia melalui pendekatan studi literatur.
Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif.
Objek penelitian berupa artikel ilmiah dan sumber pustaka relevan yang membahas status gizi, kesehatan reproduksi, dan menorrhagia.
Data diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis secara deskriptif dengan menelaah konsep serta mekanisme biologis yang dilaporkan dalam literatur.
Hasil kajian menunjukkan bahwa status gizi berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko menorrhagia melalui ketidakseimbangan hormon reproduksi, dominasi estrogen akibat aktivitas jaringan adiposa, serta peningkatan proses inflamasi yang memengaruhi respon endometrium dan hemostasis lokal.
Kesimpulannya, status gizi berlebih merupakan faktor risiko menorrhagia yang dapat dimodifikasi, sehingga pengendalian status gizi penting dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan gangguan menstruasi.
Related Results
PENILAIAN STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI
Menurut UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untu...
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja ...
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Latar Belakang: Tingkat literasi tentang gizi ialah kemampuan dari mendapatkan hingga memahami informasi gizi dalam penentuan asupan keseharian. Literasi gizi yang dimiliki dapat m...
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan ku...
Platelet Dense Granule Deficiency is Associated with Menorrhagia.
Platelet Dense Granule Deficiency is Associated with Menorrhagia.
Abstract
Abstract 1327
Poster Board I-349
Outpatient evaluation of hemostasis for women with menorrhagia and/or other bleeding symptoms...
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Abstract: Nutritional problem occurs because there is an imbalance in nutritional need fulfillment from food. If the nutrition intake is less then the need, malnutrition happens, a...
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...

