Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Abstrak Latar Belakang: Waktu tunggu adalah lamanya waktu  yang dimulai pada saat pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat sesuai dengan tenggang waktunya yaitu < 30 menit untuk resep non racikan dan < 60 menit untuk resep racikan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis lamanya waktu tunggu resep obat instalasi farmasi di Rumah Sakit X Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi dengan variabel-variabel yang diteliti dan dianalisis secara statistik. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian Rumah Sakit X belum mencapai standar waktu tunggu. Rata-rata waktu tunggu resep obat pada pasien JKN yaitu 64 menit 70 detik untuk resep racikan dan 51 menit 59 detik untuk resep non racikan. Kendala yang terjadi mengenai sistem komputer farmasi rumah sakit adalah sistem komputer yang eror terutama sistem BPJS eror nasional. Karena 70% pasien Rumah Sakit X Surabaya hampir sebagiannya pasien BPJS. Serta belum adanya pengukuran khusus mengenai kecepatan dan jumlah target resep untuk mengetahui kecepatan setiap karyawan dalam pelayanan resep obat Kesimpulan: Diharapkan rumah sakit menerapkan rasio target obat yang harus dilayani oleh setiap karyawan untuk mengukur sejauh mana pelayanan farmasi dapat memenuhi target atau standar pemberian obat yang optimal bagi pasien dan dapat membantu proses evaluasi lamanya waktu tunggu resep obat.
Title:
Description:
Abstrak Latar Belakang: Waktu tunggu adalah lamanya waktu  yang dimulai pada saat pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat sesuai dengan tenggang waktunya yaitu < 30 menit untuk resep non racikan dan < 60 menit untuk resep racikan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis lamanya waktu tunggu resep obat instalasi farmasi di Rumah Sakit X Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi dengan variabel-variabel yang diteliti dan dianalisis secara statistik.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian Rumah Sakit X belum mencapai standar waktu tunggu.
Rata-rata waktu tunggu resep obat pada pasien JKN yaitu 64 menit 70 detik untuk resep racikan dan 51 menit 59 detik untuk resep non racikan.
Kendala yang terjadi mengenai sistem komputer farmasi rumah sakit adalah sistem komputer yang eror terutama sistem BPJS eror nasional.
Karena 70% pasien Rumah Sakit X Surabaya hampir sebagiannya pasien BPJS.
Serta belum adanya pengukuran khusus mengenai kecepatan dan jumlah target resep untuk mengetahui kecepatan setiap karyawan dalam pelayanan resep obat Kesimpulan: Diharapkan rumah sakit menerapkan rasio target obat yang harus dilayani oleh setiap karyawan untuk mengukur sejauh mana pelayanan farmasi dapat memenuhi target atau standar pemberian obat yang optimal bagi pasien dan dapat membantu proses evaluasi lamanya waktu tunggu resep obat.

Back to Top