Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perlindungan Konsumen Dalam Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah

View through CrossRef
Abstract. This study examines the legal safeguards for Umrah pilgrims who incurred damages resulting from a contractual breach by PT. Arhas Bugis Tours and Travel in the provision of Umrah travel services, in accordance with Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection. The study seeks to investigate: (1) the provision of legal protection for victims in instances of default by PT. Arhas Bugis Tours and Travel from the standpoint of consumer protection law; and (2) the company's obligations and the dispute resolution measures undertaken by the victims. The employed research method is normative juridical, utilizing a descriptive-analytical approach and qualitative analysis. The data utilized include primary, secondary, and tertiary sources acquired by literature review. The results indicate that: (1) consumer protection has not been effectively enforced, characterized by inadequate supervision and minimal public awareness of legal entitlements; and (2) PT. Arhas Bugis Tours and Travel accepted both moral and material accountability by issuing an apology, supplying supplementary meals, prolonging hotel accommodations, and pledging not to engage the same worship guide for future excursions. Dispute settlement was conducted by direct mediation, devoid of litigation, pursuant to a mutual agreement between the parties involved. The primary impediments to effective legal protection are the insufficient awareness among commercial entities and the restricted comprehension of consumers concerning their rights.   Abstrak. Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi jemaah umrah yang mengalami kerugian akibat wanprestasi dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah oleh PT. Arhas Bugis Tours and Travel, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Bagaimana perlindungan hukum bagi korban pada kasus wanprestasi PT. Arhas Bugis Tours and Travel dalam perspektif hukum perlindungan konsumen; dan (2) Bagaimana tanggung jawab PT. Arhas Bugis Tours and Travel serta upaya penyelesaian sengketa yang ditempuh oleh korban dalam kasus ini. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analisis dan analisis kualitatif. Jenis data yang digunakan meliputi data primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perlindungan konsumen belum berjalan optimal, ditandai dengan lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran hukum konsumen; dan (2) PT. Arhas Bugis Tours and Travel menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab secara moral dan materiil dengan memberikan konsumsi tambahan, perpanjangan masa tinggal di hotel, dan berkomitmen tidak akan menunjuk pembimbing ibadah yang sama untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya, serta penyelesaian sengketa dilakukan melalui mediasi langsung tanpa jalur litigasi, berdasarkan kesepakatan damai kedua belah pihak. Hambatan utama efektivitas perlindungan hukum adalah rendahnya kesadaran pelaku usaha dan kurangnya pemahaman konsumen terhadap hak-haknya.
Title: Perlindungan Konsumen Dalam Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah
Description:
Abstract.
This study examines the legal safeguards for Umrah pilgrims who incurred damages resulting from a contractual breach by PT.
Arhas Bugis Tours and Travel in the provision of Umrah travel services, in accordance with Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection.
The study seeks to investigate: (1) the provision of legal protection for victims in instances of default by PT.
Arhas Bugis Tours and Travel from the standpoint of consumer protection law; and (2) the company's obligations and the dispute resolution measures undertaken by the victims.
The employed research method is normative juridical, utilizing a descriptive-analytical approach and qualitative analysis.
The data utilized include primary, secondary, and tertiary sources acquired by literature review.
The results indicate that: (1) consumer protection has not been effectively enforced, characterized by inadequate supervision and minimal public awareness of legal entitlements; and (2) PT.
Arhas Bugis Tours and Travel accepted both moral and material accountability by issuing an apology, supplying supplementary meals, prolonging hotel accommodations, and pledging not to engage the same worship guide for future excursions.
Dispute settlement was conducted by direct mediation, devoid of litigation, pursuant to a mutual agreement between the parties involved.
The primary impediments to effective legal protection are the insufficient awareness among commercial entities and the restricted comprehension of consumers concerning their rights.
  Abstrak.
Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi jemaah umrah yang mengalami kerugian akibat wanprestasi dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah oleh PT.
Arhas Bugis Tours and Travel, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Bagaimana perlindungan hukum bagi korban pada kasus wanprestasi PT.
Arhas Bugis Tours and Travel dalam perspektif hukum perlindungan konsumen; dan (2) Bagaimana tanggung jawab PT.
Arhas Bugis Tours and Travel serta upaya penyelesaian sengketa yang ditempuh oleh korban dalam kasus ini.
Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analisis dan analisis kualitatif.
Jenis data yang digunakan meliputi data primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perlindungan konsumen belum berjalan optimal, ditandai dengan lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran hukum konsumen; dan (2) PT.
Arhas Bugis Tours and Travel menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab secara moral dan materiil dengan memberikan konsumsi tambahan, perpanjangan masa tinggal di hotel, dan berkomitmen tidak akan menunjuk pembimbing ibadah yang sama untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya, serta penyelesaian sengketa dilakukan melalui mediasi langsung tanpa jalur litigasi, berdasarkan kesepakatan damai kedua belah pihak.
Hambatan utama efektivitas perlindungan hukum adalah rendahnya kesadaran pelaku usaha dan kurangnya pemahaman konsumen terhadap hak-haknya.

Related Results

Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar
Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar
Orang-orang Kristen percaya bahwa ibadah kepada Allah adalah penting dan perlu bagi kehidupan bergereja. Namun Dalam kenyataannya ibadah seringkali dilaksanakan secara kurang seriu...
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Thousands of Umrah trips were cancelled by the domestic tour operators after the Saudi government restricted travel to the Holy City of Mecca and Medina due to the rapid spread of ...
Peran Regulasi dalam Mewujudkan Perlindungan Konsumen yang Efektif
Peran Regulasi dalam Mewujudkan Perlindungan Konsumen yang Efektif
Perlindungan konsumen merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan pasar yang adil dan berkelanjutan. Di Indonesia, regulasi terkait perlindungan konsumen diatur melalui Un...
Analysis of Pilgrims in Deciding to Register for Umrah on AET Travel
Analysis of Pilgrims in Deciding to Register for Umrah on AET Travel
The role of the Umrah and Hajj Travel Bureau is very important for those carrying out the Hajj and Umrah pilgrimages, considering the very high value of the pilgrimage, and its imp...
Pengarusutamaan Perlindungan Konsumen Indonesia: Tantangan dan Implikasi
Pengarusutamaan Perlindungan Konsumen Indonesia: Tantangan dan Implikasi
Konsumen Indonesia saat ini dihadapkan pada pasar dengan pilihan produk/jasa yang semakin beragam. Hal ini membuat tantangan perlindungan konsumen semakin kompleks terbukti dengan ...
Strategi Pemasaran Produk Paket Ibadah Haji dan Umrah di Rizkia Tour & Travel Cabang Bukittinggi
Strategi Pemasaran Produk Paket Ibadah Haji dan Umrah di Rizkia Tour & Travel Cabang Bukittinggi
The rapid development of the Haji and Umrah Travel Bureau industry at this time requires that a Haji and Umrah travel agency company must have the ability to compete. To address th...

Back to Top