Javascript must be enabled to continue!
CITRA BAHASA KIASAN PADA PERTUNJUKAN WAYANG KULIT BERBAHASA INDONESIA
View through CrossRef
Wayang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), pada 7 November 2013 sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pengakuan ini penting karena warisan budaya Indonesia diakui dunia. Namun yang lebih penting lagi adalah memperkenalkan wayang yang penuh nilai budaya dan pesan moral kepada masyarakat luas, di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Saat ini pergelaran wayang masih terpusat di wilayah Jawa dengan bahasa Jawa dan audiens masyarakat Jawa. Hal ini terjadi karena pertunjukan wayang dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sehingga banyak yang tidak memahami cerita yang disampaikan oleh dalang. Artikel ini mencoba mengkaji bagaimana bila pergelaran wayang dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia agar lebih dapat dinikmati lebih banyak masyarakat. Penelitian dilakukan dengan mengamati dokumen rekaman pertunjukan wayang berbahasa Indonesia yang disajikan oleh Bimo Sinung Widagdo dan Dhalang Poer. Kegiatan penelitian menggunakan rancangan kualitatif dengan teknik observasi, perekaman, simak catat, dan rekonstruksi data. Dari hasil penelitian, didapat bahwa ada kesulitan dalam memaknai pesan cerita karena keterbatasan kosakata Bahasa Indonesia dalam menggambarkan emosi atau suasana dalam penceritaan. Hal ini dapat mengurangi nilai pesan pada cerita asli. Suatu strategi diperlukan agar penceritaan wayang berbahasa Indonesia tidak mengalami degradasi pesan yang terlalu jauh sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat, namun pesan budaya dan moral dapat tetap disampaikan dengan baik. Salah satunya yaitu dengan digunakannya bahasa kiasan oleh para pedalang.Kata Kunci: bahasa kiasan, wayang kulit, wayang berbahasa Indonesia
Title: CITRA BAHASA KIASAN PADA PERTUNJUKAN WAYANG KULIT BERBAHASA INDONESIA
Description:
Wayang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), pada 7 November 2013 sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Pengakuan ini penting karena warisan budaya Indonesia diakui dunia.
Namun yang lebih penting lagi adalah memperkenalkan wayang yang penuh nilai budaya dan pesan moral kepada masyarakat luas, di seluruh dunia, terutama di Indonesia.
Saat ini pergelaran wayang masih terpusat di wilayah Jawa dengan bahasa Jawa dan audiens masyarakat Jawa.
Hal ini terjadi karena pertunjukan wayang dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sehingga banyak yang tidak memahami cerita yang disampaikan oleh dalang.
Artikel ini mencoba mengkaji bagaimana bila pergelaran wayang dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia agar lebih dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.
Penelitian dilakukan dengan mengamati dokumen rekaman pertunjukan wayang berbahasa Indonesia yang disajikan oleh Bimo Sinung Widagdo dan Dhalang Poer.
Kegiatan penelitian menggunakan rancangan kualitatif dengan teknik observasi, perekaman, simak catat, dan rekonstruksi data.
Dari hasil penelitian, didapat bahwa ada kesulitan dalam memaknai pesan cerita karena keterbatasan kosakata Bahasa Indonesia dalam menggambarkan emosi atau suasana dalam penceritaan.
Hal ini dapat mengurangi nilai pesan pada cerita asli.
Suatu strategi diperlukan agar penceritaan wayang berbahasa Indonesia tidak mengalami degradasi pesan yang terlalu jauh sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat, namun pesan budaya dan moral dapat tetap disampaikan dengan baik.
Salah satunya yaitu dengan digunakannya bahasa kiasan oleh para pedalang.
Kata Kunci: bahasa kiasan, wayang kulit, wayang berbahasa Indonesia.
Related Results
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Kesenian wayang kulit sebagai salah satu seni pertunjukan wayang kulit tradisi sempat mendapat tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Bali. Pertunjukan wayang kulit Bali di...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
PENGENALPASTIAN KARAKTER TIDAK BERNAMA WAYANG KULIT DI MUZIUM SENI ASIA UNIVERSITI MALAYA IDENTIFICATION OF UNNAMED SHADOW PUPPET CHARACTERS AT THE UNIVERSITY MALAYA ASIAN ART MUSEUM
PENGENALPASTIAN KARAKTER TIDAK BERNAMA WAYANG KULIT DI MUZIUM SENI ASIA UNIVERSITI MALAYA IDENTIFICATION OF UNNAMED SHADOW PUPPET CHARACTERS AT THE UNIVERSITY MALAYA ASIAN ART MUSEUM
Abstract
ABSTRAK
Wayang kulit terdiri daripada pelbagai bentuk dan wataknya yang berbeza-beza dari satu kawasan dan peredaran masa yang berlaku terhadap watak yang dihasilkan. ...
Wayang Kulit ‘Gara-Gara’ Pergelaran Bayangan: Materi Pendidikan Karakter Melalui Cara Baca Bahasa Rupa
Wayang Kulit ‘Gara-Gara’ Pergelaran Bayangan: Materi Pendidikan Karakter Melalui Cara Baca Bahasa Rupa
Artikel ini merupakan hasil penelitian yang membaca sabetan/gerak wayang bayangan pada pertunjukan wayang kulit bayangan dalam babak adegan ‘Gara-Gara’ tentang pendidikan karakter,...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Kamasan tourist village presents painting as a tourist destination. The painting art in question is Classical Wayang painting which originated during the reign of King Dalem Wature...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...

