Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Metode Kritik Sanad (Naqd Al-Sanad)

View through CrossRef
Sanad merupakan salah satu unsur terpenting dalam hadis, sebagaimana telah dikenal bahwa hadis tersusun atas tiga unsur utama, yaitu sanad, matan, dan rawi. Sebagai sumber hukum Islam yang menempati posisi tertinggi kedua setelah al-Qur’an, hadis menuntut tingkat kredibilitas yang tinggi agar dapat dijadikan landasan hukum dan pedoman umat Islam. Oleh karena itu, keberadaan sanad menjadi sangat krusial karena ia berfungsi sebagai jalur transmisi yang menghubungkan suatu hadis dengan Rasulullah saw. Unsur sanad ini sering kali menjadi objek kritik dan kajian mendalam oleh para ulama, sebab kualitas sanad sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu hadis. Pada masa awal Islam, periwayatan hadis umumnya dibangun atas dasar saling percaya antara murid dan guru. Namun, seiring meluasnya wilayah Islam dan munculnya berbagai kepentingan, para ulama merasa perlu menetapkan metode dan kaidah khusus dalam mengkritisi hadis. Kritik sanad hadis dilakukan dengan berpedoman pada beberapa kriteria utama, yaitu kesinambungan sanad (ittishal al-sanad), para perawi harus tergolong tsiqah yang mencakup sifat ‘adil dan dhabith, tidak terdapat kejanggalan (syaz), serta tidak mengandung cacat tersembunyi (‘illat). Apabila seluruh perawi dalam suatu hadis memenuhi kriteria tersebut, maka sanad hadis tersebut dinilai shahih. Selanjutnya, hadis tersebut masih harus melalui kritik terhadap matan untuk menentukan kualitas akhir dan kelayakannya sebagai hujah dalam Islam.
Sekolah Tinggi Agama Islam YAPIS Takalar
Title: Metode Kritik Sanad (Naqd Al-Sanad)
Description:
Sanad merupakan salah satu unsur terpenting dalam hadis, sebagaimana telah dikenal bahwa hadis tersusun atas tiga unsur utama, yaitu sanad, matan, dan rawi.
Sebagai sumber hukum Islam yang menempati posisi tertinggi kedua setelah al-Qur’an, hadis menuntut tingkat kredibilitas yang tinggi agar dapat dijadikan landasan hukum dan pedoman umat Islam.
Oleh karena itu, keberadaan sanad menjadi sangat krusial karena ia berfungsi sebagai jalur transmisi yang menghubungkan suatu hadis dengan Rasulullah saw.
Unsur sanad ini sering kali menjadi objek kritik dan kajian mendalam oleh para ulama, sebab kualitas sanad sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu hadis.
Pada masa awal Islam, periwayatan hadis umumnya dibangun atas dasar saling percaya antara murid dan guru.
Namun, seiring meluasnya wilayah Islam dan munculnya berbagai kepentingan, para ulama merasa perlu menetapkan metode dan kaidah khusus dalam mengkritisi hadis.
Kritik sanad hadis dilakukan dengan berpedoman pada beberapa kriteria utama, yaitu kesinambungan sanad (ittishal al-sanad), para perawi harus tergolong tsiqah yang mencakup sifat ‘adil dan dhabith, tidak terdapat kejanggalan (syaz), serta tidak mengandung cacat tersembunyi (‘illat).
Apabila seluruh perawi dalam suatu hadis memenuhi kriteria tersebut, maka sanad hadis tersebut dinilai shahih.
Selanjutnya, hadis tersebut masih harus melalui kritik terhadap matan untuk menentukan kualitas akhir dan kelayakannya sebagai hujah dalam Islam.

Related Results

Tradisi Periwayatan Umat Islam
Tradisi Periwayatan Umat Islam
Penelitian ini membahas tentang tradisi periwayatan umat Islam, khususnya tentang bidang-bidang pengaplikasian sanad. Setidaknya ada tiga bidang yang sering diiringi oleh sanad, ya...
KONTRIBUSI MUHAMMAD MUSTHAFA AZAMI DALAM PEMIKIRAN HADIS (COUNTER ATAS KRITIK ORENTALIS)
KONTRIBUSI MUHAMMAD MUSTHAFA AZAMI DALAM PEMIKIRAN HADIS (COUNTER ATAS KRITIK ORENTALIS)
<p>Dalam pergulatan pemikiran hadis kontemporer, nama Muhammad Musthafa al-Adzami sangat diperhitungkan baik di kalangan para ahli hadis maupun orentalis. Karya-karyanya memb...
PESANTREN AND THE TRANSMISSION OF SANAD AL-QUR’AN: TRACKING SANAD TAHFIZ CONNECTIONS IN INDONESIA
PESANTREN AND THE TRANSMISSION OF SANAD AL-QUR’AN: TRACKING SANAD TAHFIZ CONNECTIONS IN INDONESIA
This research aims to trace the connection between the sanad of the Qur’an at the Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember, which has recently developed along with the spread of the Qu...
Al-Tahawwul min Naqd al-Sanad ila Naqd al-Matn li Hasan Hanafi: al-Ahadis al-Aqa'idiyyah Namudzaj
Al-Tahawwul min Naqd al-Sanad ila Naqd al-Matn li Hasan Hanafi: al-Ahadis al-Aqa'idiyyah Namudzaj
Artikel ini membahas tentang pergeseran kritik hadis yang digagas oleh Hassan Hanafi. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kritik hadis berada pada posisi yang sangat penting dalam menyele...
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
AbstrakSuperman Is Dead adalah band yang berdiri sejak tahun 1995 hingga saat ini masih eksis dankonsisten mengusung tema karya-karya kritik sosial. Kritik sosial tidak lepas dari ...
Melacak Keterhubungan Sanad Tahfidz Studi Tokoh KH. Amiruddin Ulama Pembawa Sanad Tahfidz Di Kabupaten Situbondo
Melacak Keterhubungan Sanad Tahfidz Studi Tokoh KH. Amiruddin Ulama Pembawa Sanad Tahfidz Di Kabupaten Situbondo
This research aims to trace the connectedness of the sanad of KH Amiruddin, a cleric who carries the sanad in the city of Situbondo. This study uses a descriptive qualitative appro...
KRITIK HADIST PERSPEKTIF MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL
KRITIK HADIST PERSPEKTIF MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL
Hadis Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan penting sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Quran. Namun, periwayatan hadis secara lisan rentan terhadap pemalsuan sehingga kritik had...

Back to Top