Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS FAKTOR KETERAMPILAN TRIAGE BENCANA PADA ANGGOTA BASARNAS SURAKARTA
View through CrossRef
Triase bencana adalah proses mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan bencana. Kemampuan seorang responden dalam melakukan triase bencana dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan triase responden, usia, tingkat pendidikan, senioritas, dan pengalaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana di kalangan anggota Basarnas Surakarta. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh anggota Basarnas Pos Daerah Administratif Khusus Provinsi Surakarta, dengan jumlah sampel 32 orang menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan relawan kuesioner tentang keterampilan relawan Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana adalah faktor masa kerja dengan nilai p value sebesar 0,042 Kesimpulan pada penelitian ini dari 5 faktor yang diteliti hanya 2 faktor yang berpengaruh. Hal tersebut menunjukan bahwa faktor lama kerja dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan pelaksanaan triage bencana anggota Basarnas Surakarta sehingga perlu pendalaman teorti serta menambah materi di bagian kurikulum Basarnas mengenai Triage
Disaster triage is the process of classifying patients based on the severity of the disaster. A respondent's ability to carry out disaster triage is influenced by several factors, including the respondent's triage knowledge, age, education level, seniority and experience. The aim of this research is to identify factors related to the implementation of disaster triage among members of Basarnas Surakarta. Descriptive research with cross sectional design. The population is all members of the Basarnas Post Special Administrative Region of Surakarta Province, with a sample size of 32 people using purposive sampling. The questionnaire used was a volunteer knowledge questionnaire, a questionnaire about volunteer skills. The results showed that the factor related to the implementation of disaster triage was the work period factor with a p value of 0.042. Conclusions in this study, of the 5 factors studied, only 2 factors had an influence. This shows that the factors of length of work and level of education are related to the implementation of disaster triage for Basarnas Surakarta members, so it is necessary to deepen the theory and add material to the Basarnas curriculum section regarding Triage.
Kusuma Husada University
Title: ANALISIS FAKTOR KETERAMPILAN TRIAGE BENCANA PADA ANGGOTA BASARNAS SURAKARTA
Description:
Triase bencana adalah proses mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan bencana.
Kemampuan seorang responden dalam melakukan triase bencana dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan triase responden, usia, tingkat pendidikan, senioritas, dan pengalaman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana di kalangan anggota Basarnas Surakarta.
Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional.
Populasi seluruh anggota Basarnas Pos Daerah Administratif Khusus Provinsi Surakarta, dengan jumlah sampel 32 orang menggunakan purposive sampling.
Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan relawan kuesioner tentang keterampilan relawan Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana adalah faktor masa kerja dengan nilai p value sebesar 0,042 Kesimpulan pada penelitian ini dari 5 faktor yang diteliti hanya 2 faktor yang berpengaruh.
Hal tersebut menunjukan bahwa faktor lama kerja dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan pelaksanaan triage bencana anggota Basarnas Surakarta sehingga perlu pendalaman teorti serta menambah materi di bagian kurikulum Basarnas mengenai Triage
Disaster triage is the process of classifying patients based on the severity of the disaster.
A respondent's ability to carry out disaster triage is influenced by several factors, including the respondent's triage knowledge, age, education level, seniority and experience.
The aim of this research is to identify factors related to the implementation of disaster triage among members of Basarnas Surakarta.
Descriptive research with cross sectional design.
The population is all members of the Basarnas Post Special Administrative Region of Surakarta Province, with a sample size of 32 people using purposive sampling.
The questionnaire used was a volunteer knowledge questionnaire, a questionnaire about volunteer skills.
The results showed that the factor related to the implementation of disaster triage was the work period factor with a p value of 0.
042.
Conclusions in this study, of the 5 factors studied, only 2 factors had an influence.
This shows that the factors of length of work and level of education are related to the implementation of disaster triage for Basarnas Surakarta members, so it is necessary to deepen the theory and add material to the Basarnas curriculum section regarding Triage.
Related Results
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PELAKSANAAN TRIAGE DI UGDRSUD DR. MM DUNDA LIMBOTO
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PELAKSANAAN TRIAGE DI UGDRSUD DR. MM DUNDA LIMBOTO
Triage adalah sistem seleksi pasien berdasarkan tingkat kegawatan pasien. Keterampilan dalam melakukan triage merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang per...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
Implementasi Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai di Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kelas B Nias
Implementasi Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai di Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kelas B Nias
This study aims to analyze the implementation of organizational culture in improving employee performance at the Nias Class B Search and Rescue Office (BASARNAS). Organizational cu...
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta, destinasi wisata nasional terkemuka, sangat rentan terhadap beragam bencana alam. Pembangunan berkelanjutan desa pariwisata di daerah rawan bencana ini ...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...

