Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Proses Poisson Nonhomogen untuk Memprediksi Kejadian Gempa Bumi Jawa Barat

View through CrossRef
Abstract. Earthquakes are natural disasters that remain difficult to predict despite technological advancements. However, earthquake patterns and models can be analyzed to improve preparedness efforts. This study applies the Nonhomogeneous Poisson Process to model the number of felt earthquakes in West Java, using data obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) between January 2023 and March 2025. The data includes earthquakes with magnitude ≥ 2.5 Richter Scale and depth < 70 km. The Nonhomogeneous Poisson Process is used due to the non-constant rate of occurrence over time, making it more suitable for modeling real-world events. Estimation of the lambda (λ) value is performed using Poisson Regression, resulting in the intensity function λ(x) = exp(2.9874 + 0.0053x). Based on this model, the predicted number of earthquake occurrences in August 2025 is 23 events, with the highest probability of occurrence at 8.23%. These findings indicate that the model provides consistent results between expected value and peak probability, making it a reliable approach for projecting earthquake occurrence patterns within specific time intervals. Abstrak. Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi meskipun teknologi telah berkembang. Namun, pola dan model kejadian gempa dapat dianalisis untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Penelitian ini menerapkan Proses Poisson Nonhomogen untuk memodelkan jumlah kejadian gempa bumi yang dirasakan di Jawa Barat berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama periode Januari 2023 hingga Maret 2025. Data yang digunakan memiliki kriteria magnitudo ≥ 2,5 Skala Richter dan kedalaman < 70 km. Proses Poisson Nonhomogen digunakan karena intensitas kejadian gempa tidak konstan terhadap waktu, sehingga model ini lebih representatif untuk kejadian nyata. Estimasi nilai lambda (λ) dilakukan menggunakan Regresi Poisson, dan diperoleh fungsi intensitas λ(x) = exp(2.9874 + 0.0053x). Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2025 diprediksi terjadi 23 kejadian gempa bumi, dengan probabilitas tertinggi sebesar 8.23%. Temuan ini menunjukkan bahwa model yang digunakan konsisten antara nilai ekspektasi dan puncak distribusi probabilitas, sehingga dapat diandalkan dalam memproyeksikan pola kejadian gempa bumi pada waktu tertentu.
Title: Penerapan Proses Poisson Nonhomogen untuk Memprediksi Kejadian Gempa Bumi Jawa Barat
Description:
Abstract.
Earthquakes are natural disasters that remain difficult to predict despite technological advancements.
However, earthquake patterns and models can be analyzed to improve preparedness efforts.
This study applies the Nonhomogeneous Poisson Process to model the number of felt earthquakes in West Java, using data obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) between January 2023 and March 2025.
The data includes earthquakes with magnitude ≥ 2.
5 Richter Scale and depth < 70 km.
The Nonhomogeneous Poisson Process is used due to the non-constant rate of occurrence over time, making it more suitable for modeling real-world events.
Estimation of the lambda (λ) value is performed using Poisson Regression, resulting in the intensity function λ(x) = exp(2.
9874 + 0.
0053x).
Based on this model, the predicted number of earthquake occurrences in August 2025 is 23 events, with the highest probability of occurrence at 8.
23%.
These findings indicate that the model provides consistent results between expected value and peak probability, making it a reliable approach for projecting earthquake occurrence patterns within specific time intervals.
Abstrak.
Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi meskipun teknologi telah berkembang.
Namun, pola dan model kejadian gempa dapat dianalisis untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Penelitian ini menerapkan Proses Poisson Nonhomogen untuk memodelkan jumlah kejadian gempa bumi yang dirasakan di Jawa Barat berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama periode Januari 2023 hingga Maret 2025.
Data yang digunakan memiliki kriteria magnitudo ≥ 2,5 Skala Richter dan kedalaman < 70 km.
Proses Poisson Nonhomogen digunakan karena intensitas kejadian gempa tidak konstan terhadap waktu, sehingga model ini lebih representatif untuk kejadian nyata.
Estimasi nilai lambda (λ) dilakukan menggunakan Regresi Poisson, dan diperoleh fungsi intensitas λ(x) = exp(2.
9874 + 0.
0053x).
Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2025 diprediksi terjadi 23 kejadian gempa bumi, dengan probabilitas tertinggi sebesar 8.
23%.
Temuan ini menunjukkan bahwa model yang digunakan konsisten antara nilai ekspektasi dan puncak distribusi probabilitas, sehingga dapat diandalkan dalam memproyeksikan pola kejadian gempa bumi pada waktu tertentu.

Related Results

Analisis dan Visualisasi Periodisitas Gempa Bumi di Maluku Utara
Analisis dan Visualisasi Periodisitas Gempa Bumi di Maluku Utara
Gempa bumi juga dapat dipahami sebagai suatu peristiwa terjadinya guncangan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba, yang ditandai dengan pecahnya lapisan batuan pada kerak b...
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
Papua merupakan daerah rawan gempa di Indonesia karena letaknya berada di jalur tektonik aktif sehingga menyebabkan daerah papua rawan terjadinya gempa. Upaya peningkatan mitigasi ...
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT KAWASAN PERKOTAAN TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT KAWASAN PERKOTAAN TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI
Kawasan Perkotaan Takengon merupakan pusat kegiatan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang tidak lepas dari ancaman gempa bumi, sehingga memerlukan upaya penanggulangan, penelitian ini...
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SEREMPAH ACEH TENGAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SEREMPAH ACEH TENGAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
Aceh diguncang gempa bumi yang merusak wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada hari Selasa, 2 Juli 2013 pukul 14:37:02 WIB. Banyaknya korban jiwa akibat gempa bumi di D...
Penerapan Trauma Healing Pasca Gempa Bumi Melalui Kegiatan Pendampingan Pendidikan Di Sdn Sukamulya Dan SDN Gasol
Penerapan Trauma Healing Pasca Gempa Bumi Melalui Kegiatan Pendampingan Pendidikan Di Sdn Sukamulya Dan SDN Gasol
Desa Gasol adalah sebuah desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Desa Gasol merupakan salah satu desa yang terkena dampak gempa...
Gerakan Resiliensi Rumah Penginapan Bambu Tahan Gempa di Pulau Wisata Timur Indonesia
Gerakan Resiliensi Rumah Penginapan Bambu Tahan Gempa di Pulau Wisata Timur Indonesia
AbstractPelestarian warisan or heritage protection for bamboo houses with earthquake resistant needs to be encouraged at a post-disaster resilient movement in West Nusa Tenggara an...
Implementasi Trauma Healing dan Pendidikan Lingkungan Pada Anak- Anak Pasca Bencana Gempa Bumi di Desa Cirumput
Implementasi Trauma Healing dan Pendidikan Lingkungan Pada Anak- Anak Pasca Bencana Gempa Bumi di Desa Cirumput
  Disaster events in Indonesia continue to increase, the majority of these disaster events are earthquakes, floods and landslides. The Cinajur earthquake started as a series ...

Back to Top