Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TEKS TARLING: REPRESENTASI SASTRA LIMINALITAS (ANALISIS FUNGSI DAN NILAI-NILAI) (Tarling Text : Representation of Liminality Literature [Functional Analysis and Values])

View through CrossRef
Sastra lisan Jawa-Cirebon cukup beragam, tetapi yang menarik dicermati adalah seni tarling. Dua hal yang menarik dalam tarling, pertama, ia dipandang sebagai hasil budaya hibrid, kedua, jika dibandingkan dengan jenis sastra lisan Jawa-Cirebon lainnya, seni tarling dipandang paling representatif mewakili sastra Jawa-Cirebon sebagai sastra liminalitas.  Makalah ini akan menggambarkan sastra Jawa- Cirebon khususnya teks tarling sebagai representasi sastra liminalitas. Melalui representasi tarling yang merupakan sastra liminalitas akan tergambarkan bagaimana sifat-sifat atau watak masyarakat liminalitas, seperti sikap toleran, menghargai budaya orang lain, atau menghargai perbedaan, dan merasa memiliki seni tradisi sebagai kekayaan budaya sendiri tanpa memperhitungkan asal-usulnya. Selain itu, melalui lirik-lirik dan filosofi yang melekat dalam tarling juga terungkap fungsi seni tarling  dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik wawancara dan studi pustaka.Abstract:Oral literature of Javanese-Cirebon is quite divers. However, but the thing that should be taken into concerned is tarling. Two interesting things in tarling are described in this paper. First, it is considered as a product of a hybrid culture. Second, compared to other types of other oral literature of  Javanese-Cirebon, tarling considered the most suitable representation of Javanese-Cirebon literature as literary liminality. This paper  will describe the Javanese-Cirebon literature particular in tarling texts in as liminality literary representation. Through a tarling rep- resentation as literary liminality, it will be illustrated how  the characters of public liminality are, including, tolerance, respecting other culture, or appreciating the difference, realizing to have a art tradition as their own cultural richness  regardless of its origin. In addition, through the lyrics and the philosophical inherent it is revealed in tarling that there is the function of it in the society. This study uses qualitative methods by applying interview techniques and literature.
Title: TEKS TARLING: REPRESENTASI SASTRA LIMINALITAS (ANALISIS FUNGSI DAN NILAI-NILAI) (Tarling Text : Representation of Liminality Literature [Functional Analysis and Values])
Description:
Sastra lisan Jawa-Cirebon cukup beragam, tetapi yang menarik dicermati adalah seni tarling.
Dua hal yang menarik dalam tarling, pertama, ia dipandang sebagai hasil budaya hibrid, kedua, jika dibandingkan dengan jenis sastra lisan Jawa-Cirebon lainnya, seni tarling dipandang paling representatif mewakili sastra Jawa-Cirebon sebagai sastra liminalitas.
  Makalah ini akan menggambarkan sastra Jawa- Cirebon khususnya teks tarling sebagai representasi sastra liminalitas.
Melalui representasi tarling yang merupakan sastra liminalitas akan tergambarkan bagaimana sifat-sifat atau watak masyarakat liminalitas, seperti sikap toleran, menghargai budaya orang lain, atau menghargai perbedaan, dan merasa memiliki seni tradisi sebagai kekayaan budaya sendiri tanpa memperhitungkan asal-usulnya.
Selain itu, melalui lirik-lirik dan filosofi yang melekat dalam tarling juga terungkap fungsi seni tarling  dalam masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik wawancara dan studi pustaka.
Abstract:Oral literature of Javanese-Cirebon is quite divers.
However, but the thing that should be taken into concerned is tarling.
Two interesting things in tarling are described in this paper.
First, it is considered as a product of a hybrid culture.
Second, compared to other types of other oral literature of  Javanese-Cirebon, tarling considered the most suitable representation of Javanese-Cirebon literature as literary liminality.
This paper  will describe the Javanese-Cirebon literature particular in tarling texts in as liminality literary representation.
Through a tarling rep- resentation as literary liminality, it will be illustrated how  the characters of public liminality are, including, tolerance, respecting other culture, or appreciating the difference, realizing to have a art tradition as their own cultural richness  regardless of its origin.
In addition, through the lyrics and the philosophical inherent it is revealed in tarling that there is the function of it in the society.
This study uses qualitative methods by applying interview techniques and literature.

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam kehidupan sehari-hari melalui drama koe koi, dan mendeskripsikan da...
PERSPEKTIF SANTRI DALAM KARYA SASTRA: SEBUAH REPRESENTASI WACANA RELIGIUS-HUMANIS
PERSPEKTIF SANTRI DALAM KARYA SASTRA: SEBUAH REPRESENTASI WACANA RELIGIUS-HUMANIS
Pesantren  kerap dicurigai sebagai lahan subur penyemai bibit radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa dan negara, sejatinya sangat akrab dengan nilai-nilai yang humanis, yang sa...
NATIVE AMERICAN REPRESENTATION IN SHERMAN ALEXIE’S SHORT STORY THE TRIAL OF THOMAS BUILDS-THE-FIRE
NATIVE AMERICAN REPRESENTATION IN SHERMAN ALEXIE’S SHORT STORY THE TRIAL OF THOMAS BUILDS-THE-FIRE
Abstract This paper aims to show the representation of Native Americans in Sherman Alexie's short story The Trial of Thomas-Builds-the-Fire, which is part of his story collec...
Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno
Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno
This research aims to analyze the functions of language used in Puan Maharani's speech during the Bung Karno Day, which was uploaded three months ago on the Liputan6 YouTube channe...

Back to Top