Javascript must be enabled to continue!
Picas/Point, Kerning dan Leading Karya Kaligrafi Utsmani Gaya Riq’ah Muhammad Izzat
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis picas/point, kerning, dan leading pada kaligrafi Riq’ah karya Muhammad Izzat, salah satu kaligrafer berpngaruh di Turki, dengan menggunakan teori typografi dan teknik analisis picas/point, kerning dan leading. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kaligrafi Riq’ah yang ditulis oleh Muhammad Izzat menggunakan titik dengan sudut 45 derajat sebagai picas/point. Kerning dengan ukuran satu setengah hingga dua titik digunakan sebagai kerning antara satu kata dengan kata yang lain. Sementara dua titik digunakan sebagai kerning jika bertemu dengan huruf yang berdiri. Khusus untuk penulisan tanda baca, Muhammad Izzat menggunakan dua variasi. Ada yang satu setengah titik, juga ada yang dua titik sebagai kerning antara tanda baca dan badan huruf. Adapun untuk ukuran leadingnya, diketahui bahwa baris pertama berjumlah delapan titik vertikal. Sedangkan leading antara baris pertama dengan baris kedua berjumlah dua titik vertikal, leading pada baris kedua berjumlah empat titik vertikal dan dua setengah titik vertikal menunjukkan leading antara baris pertama dan kedua. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Muhammad Izzat sangat konsisten dalam menentukan kerning dan leading. Temuan ini juga menunjukkan bahwa karya Muhammad Izzat memiliki nilai estetik tersendiri bila ditinjau dari sisi typografi picas/point, kerning dan leading
Title: Picas/Point, Kerning dan Leading Karya Kaligrafi Utsmani Gaya Riq’ah Muhammad Izzat
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis picas/point, kerning, dan leading pada kaligrafi Riq’ah karya Muhammad Izzat, salah satu kaligrafer berpngaruh di Turki, dengan menggunakan teori typografi dan teknik analisis picas/point, kerning dan leading.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kaligrafi Riq’ah yang ditulis oleh Muhammad Izzat menggunakan titik dengan sudut 45 derajat sebagai picas/point.
Kerning dengan ukuran satu setengah hingga dua titik digunakan sebagai kerning antara satu kata dengan kata yang lain.
Sementara dua titik digunakan sebagai kerning jika bertemu dengan huruf yang berdiri.
Khusus untuk penulisan tanda baca, Muhammad Izzat menggunakan dua variasi.
Ada yang satu setengah titik, juga ada yang dua titik sebagai kerning antara tanda baca dan badan huruf.
Adapun untuk ukuran leadingnya, diketahui bahwa baris pertama berjumlah delapan titik vertikal.
Sedangkan leading antara baris pertama dengan baris kedua berjumlah dua titik vertikal, leading pada baris kedua berjumlah empat titik vertikal dan dua setengah titik vertikal menunjukkan leading antara baris pertama dan kedua.
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Muhammad Izzat sangat konsisten dalam menentukan kerning dan leading.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa karya Muhammad Izzat memiliki nilai estetik tersendiri bila ditinjau dari sisi typografi picas/point, kerning dan leading.
Related Results
Peningkatan Keterampilan Kitabah Melalui Khat Riq’ah dengan Manhaj Hamidi di Sekolah Kaligrafi AL-Qur’an (SAKAL) Jombang
Peningkatan Keterampilan Kitabah Melalui Khat Riq’ah dengan Manhaj Hamidi di Sekolah Kaligrafi AL-Qur’an (SAKAL) Jombang
This study aims to determine the skills of the kitabah through khat riq'ah with manhaj Hamidi. This study uses a qualitative approach. This type of research is field research condu...
Analisis Visual Lukisan Kaligrafi Arab Karya Mohammad Ramli
Analisis Visual Lukisan Kaligrafi Arab Karya Mohammad Ramli
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis untuk menganalisis visual lukisan kaligrafi Arab karya Mohammad Ramli. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu; 1.) Mend...
Analisis Pemasaran Bisnis dalam Seni Kaligrafi
Analisis Pemasaran Bisnis dalam Seni Kaligrafi
Bisnis berawal dari hobi yang dilakukan dengan kemampuan dan keahlian, dengan menekuni hobi yang dimiliki dapat menghasilkan uang dan banyak keuntungan.Kaligrafi merupakan salah sa...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Tipe dan gaya kepemimpinan sangat berkaitan dengan norma perilaku pada diri seseorang saat mempengaruhi mempengaruhi perilaku orang lain. Tipe dan gaya kepemimpinan  memiliki berb...
PELATIHAN PEMBUATAN KALIGRAFI MOZAIK BAHAN ALAM DI PESANTREN YAYASAN BINA INSAN CENDEKIA LUKMANUL HAKIM
PELATIHAN PEMBUATAN KALIGRAFI MOZAIK BAHAN ALAM DI PESANTREN YAYASAN BINA INSAN CENDEKIA LUKMANUL HAKIM
Kaligrafi merupakan ukiran indah yang identik dengan perkembangan Islam. Hal ini menjadi tujuan dari pengabdian ini yakni membuat pelatihan kaligrafi mozaik menggunakan bahan alam ...
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
Seni Kaligrafi Dalam Pandangan Islam
Seni Kaligrafi Dalam Pandangan Islam
Kaligrafi atau khat merupakan penulisan huruf-huruf Arab yang ditulis dengan sentuhan kesenian yang melahirkan keindahan lewat kesenian yang tumpahkan dalamnya. Kaligrafi juga meru...

