Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karateristik Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Melalui Teknologi Pasca Panen dengan Metode yang Berbeda

View through CrossRef
Tomat memiliki tingkat kandungan air yang tinggi, sehingga mampu mengalami kerusakan yang lebih cepat karena mikroba. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengolahnya menjadi pasta tomat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasta tomat yang dihasilkan dan lama waktu simpan dengan metode perlakuan awal Blancing dan pengeringan awal menggunakan Dehydrator dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap pasta tomat dengan cara pengolahan yang berbeda dan dapat menambah nilai ekonomis buah tomat. Faktor pertama pada percobaan ini adalah Blancing sebelum diolah menjadi pasta tomat dengan suhu < 100℃ dan waktu 4–5 menit faktor kedua yaitu pengeringan awal menggunakan Dehydrator dengan suhu < 70 ℃ selama 24 jam. Untuk parameter mutu yang diamati yaitu mutu kimia meliputi vitamin C, uji logam, dan uji mikrobiologi menggunakan metode TPC (Total Plate Count) dan organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kegemaran. Hasil penelitian menunjukan  karakteristik pasta tomat dengan metode Blancing lebih banyak disukai karena dari rasa, aroma, warna dan tekstur lebih baik dibandingkan dengan metode pengeringan  awal menggunakan Dehydrator. Pasta tomat dengan metode Blancing memiliki kandungan vitamin C 0.18% per 5 gram sampel, kadar Pb tidak terdeteksi, dan kadar mikroba 170.000 – 350.000 koloni/mL, warna merah cerah, rasa, tekstur dan aroma normal serta sangat digemari
Title: Karateristik Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Melalui Teknologi Pasca Panen dengan Metode yang Berbeda
Description:
Tomat memiliki tingkat kandungan air yang tinggi, sehingga mampu mengalami kerusakan yang lebih cepat karena mikroba.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengolahnya menjadi pasta tomat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasta tomat yang dihasilkan dan lama waktu simpan dengan metode perlakuan awal Blancing dan pengeringan awal menggunakan Dehydrator dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap pasta tomat dengan cara pengolahan yang berbeda dan dapat menambah nilai ekonomis buah tomat.
Faktor pertama pada percobaan ini adalah Blancing sebelum diolah menjadi pasta tomat dengan suhu < 100℃ dan waktu 4–5 menit faktor kedua yaitu pengeringan awal menggunakan Dehydrator dengan suhu < 70 ℃ selama 24 jam.
Untuk parameter mutu yang diamati yaitu mutu kimia meliputi vitamin C, uji logam, dan uji mikrobiologi menggunakan metode TPC (Total Plate Count) dan organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kegemaran.
Hasil penelitian menunjukan  karakteristik pasta tomat dengan metode Blancing lebih banyak disukai karena dari rasa, aroma, warna dan tekstur lebih baik dibandingkan dengan metode pengeringan  awal menggunakan Dehydrator.
Pasta tomat dengan metode Blancing memiliki kandungan vitamin C 0.
18% per 5 gram sampel, kadar Pb tidak terdeteksi, dan kadar mikroba 170.
000 – 350.
000 koloni/mL, warna merah cerah, rasa, tekstur dan aroma normal serta sangat digemari.

Related Results

SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Foram estudados 21 táxons de Solanum L., com o objetivo de caracterizá-los palinologicamente e, assim, contribuir para a elaboração de um catálogo polínico da flora das restingas d...
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) TERHADAP FERTILITAS MENCIT BETINA (Mus musculus L.)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) TERHADAP FERTILITAS MENCIT BETINA (Mus musculus L.)
Abstrak Fertilitas merupakan hal yang sangat penting pada wanita untuk menghasilkan keturunan. Salah satu dari banyaknya faktor kesuburan wanita adalah nutrisi yang dikonsumsinya....
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Parasetamol dosis berlebih dapat menyebabkan nefrotoksisitas akibat akumulasi NAPQI dan stres oksidatif, yang merusak tubulus proksimal ginjal. Tomat (Solanum lycopersicum L.), kay...
Pengaruh Lama Pencucian Buah Tomat Terhadap Penurunan Kadar Azoksistrobin dan Difenokonazol
Pengaruh Lama Pencucian Buah Tomat Terhadap Penurunan Kadar Azoksistrobin dan Difenokonazol
Tomat merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak dihasilkan di Indonesia, akan tetapi petani tomat sering sekali mengalami banyak tantangan, seperti adanya hama yang merusa...
Penerapan Mesin Pemeras Tomat pada UMKM Rusdiana Sari Tomat Kecamatan Blimbing Kota Malang
Penerapan Mesin Pemeras Tomat pada UMKM Rusdiana Sari Tomat Kecamatan Blimbing Kota Malang
Transmisi pada mesin pemeras tomat ini merupakan bagian yang sangat penting. tujuan dari perencanna transmisi mesin pemeras tomat ini adalah mengetahui cara merancang sistem transm...
PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF
PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF
Tomat beef merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang pendek karena mengandung kadar air yan...
IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) IKAN MUJAIR KINTAMANI
IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) IKAN MUJAIR KINTAMANI
Tujuan utama program iptek bagi masyarakat (IbM)  ini adalah: (1) untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota kelompok nelayan ikan kramba dalam mengemas produk ikan kramba,...

Back to Top