Javascript must be enabled to continue!
Kajian Ekologi Lingkungan Dalam Upacara Ngelukat Gumi
View through CrossRef
Ekologi dalam upacara Ngelukat Gumi memiliki arti penting dalam konteks permbersihan atau penyucian alam semesta yang melibatkan aspek Bhuana Agung(alam makrokosmos) dan Bhuana Alit(alam mikrokosmos),Ngelukat Gumi merupakan sebuah upacara dalam catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang dijadikan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.Dalam upacara Ngelukat Gumi,masyarakat Catur Desa melibatkan aspek ekologi dengan cara membersihkan dan menyucikan alam semesta,pembersihan alam semesta ini mencakup dua dimensi penting yaitu Bhuana Agung Dan Bhuana Alit.Bhuana Agung mencerminkan alam semesta secara keseluruhan atau dalam konteks luas,termasuk kedalam elemen air,tanah,udara,dan api.Bhuana Alit mencapuk aspek Mikrokosmos seperti tumbuhan,binatang,dan manusia.Selain aspek fisik,Ngelukat Gumi juga memiliki dimensi spiritual yang tinggi berkaitan dengan Ekologi,umat Hindu percaya bahwa alam semesta adalah tempat tinggal bagi roh-roh leluhur dan para dewa, menjaga kesucian alam semesta berarti menjaga hubungan spiritual dengan mereka.Dalam Upacara Ngelukat Gumi umat hindu berharap untuk mendapatkan berkah dan keharmonisan dengan alam semesta .Upacara Ngelukat Gumi menunjukkan kesadaran akan pentingnya Ekologi dan keberlanjutan alam semesta ,ini mencerminkan pemahaman bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hidupnya ,dengan menjaga Ekologi,umat Hindu berharap untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam serta mewujudkan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi saat ini dan dimasa depan
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja
Title: Kajian Ekologi Lingkungan Dalam Upacara Ngelukat Gumi
Description:
Ekologi dalam upacara Ngelukat Gumi memiliki arti penting dalam konteks permbersihan atau penyucian alam semesta yang melibatkan aspek Bhuana Agung(alam makrokosmos) dan Bhuana Alit(alam mikrokosmos),Ngelukat Gumi merupakan sebuah upacara dalam catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang dijadikan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.
Dalam upacara Ngelukat Gumi,masyarakat Catur Desa melibatkan aspek ekologi dengan cara membersihkan dan menyucikan alam semesta,pembersihan alam semesta ini mencakup dua dimensi penting yaitu Bhuana Agung Dan Bhuana Alit.
Bhuana Agung mencerminkan alam semesta secara keseluruhan atau dalam konteks luas,termasuk kedalam elemen air,tanah,udara,dan api.
Bhuana Alit mencapuk aspek Mikrokosmos seperti tumbuhan,binatang,dan manusia.
Selain aspek fisik,Ngelukat Gumi juga memiliki dimensi spiritual yang tinggi berkaitan dengan Ekologi,umat Hindu percaya bahwa alam semesta adalah tempat tinggal bagi roh-roh leluhur dan para dewa, menjaga kesucian alam semesta berarti menjaga hubungan spiritual dengan mereka.
Dalam Upacara Ngelukat Gumi umat hindu berharap untuk mendapatkan berkah dan keharmonisan dengan alam semesta .
Upacara Ngelukat Gumi menunjukkan kesadaran akan pentingnya Ekologi dan keberlanjutan alam semesta ,ini mencerminkan pemahaman bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hidupnya ,dengan menjaga Ekologi,umat Hindu berharap untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam serta mewujudkan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi saat ini dan dimasa depan.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, t...
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
Dalam mewujudkan rasa bhakti memuja kebesaran Tuhan, masyarakat di Desa Adat Kulub Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, melakukan upacara pitra yadnya yang dimana di dalam...
Kajian Etnobotani Tumbuhan Dalam Upacara Kehamilan (Posipo) Hingga Masa Anak-Anak (Dole-Dole) Pada Masyarakat Wolio Kota Bau-Bau
Kajian Etnobotani Tumbuhan Dalam Upacara Kehamilan (Posipo) Hingga Masa Anak-Anak (Dole-Dole) Pada Masyarakat Wolio Kota Bau-Bau
Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui (1) jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole), (2) o...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK
Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
KETIKA UPACARA BENDERA DAN MENJADI PEMBINA UPACARA DIHARAMKAN
KETIKA UPACARA BENDERA DAN MENJADI PEMBINA UPACARA DIHARAMKAN
Pradana, Daniel Putra: “Ketika Upacara Bendera Dan Menjadi Pembina Upacara Diharamkan”.Upacara bendera merupakan kegiatan penurunan atau menaikkan bendera kebangsaan Republik Indon...
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Tujuan. Lingkungan kinerja yang ramah lingkungan memiliki kegiatan aktivitas yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kelestarian lingkungan dapat terlaksana jika perusahaan mamp...
NILAI EKOLOGIS DALAM UPACARA ADAT RUWATAN GUNUNG MANGLAYANG
NILAI EKOLOGIS DALAM UPACARA ADAT RUWATAN GUNUNG MANGLAYANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai ekologis dalam upacara adat ruwatan Gunung Manglayang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik peng...

