Javascript must be enabled to continue!
Nefrolitiasis pada Pasien Nephroptosis
View through CrossRef
Nephroptosis atau ren mobilis didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi penurunan posisi anatomis ginjal lebih dari 2 corpus vertebrae (> 5 cm) saat posisi berubah dari berbaring ke berdiri. Kasus ini lebih sering mengenai wanita dan pada ginjal sebelah kanan, meskipun terdapat 10 % kasus pada ginjal kiri, dan 20 % pada ginjal bilateral. Nyeri nephroptosis merupakan gejala yang sering dialami pasien ren mobilis. Komplikasi ren mobilis adalah hipertensi, dan bisa juga menyebabkan terbentuknya nefrolitiasis (batu ginjal). Tatalaksana ren mobilis adalah nefropeksi atau bila ginjal rusak maka dilakukan nefrektomi. Pada laporan kasus ini dilaporkan pasien wanita usia 75 tahun dengan ren mobilis dengan batu ginjal kanan. Keluhan pasien adalah nyeri pada perut bagian bawah namun membaik saat berbaring. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Pada CT scan abdomen didapatkan batu pada ginjal kanan dan hidronefrosis berat kanan, dan ginjal tampak berlokasi di daerah pelvis. Kemudian dilakukan nefrektomi kanan karena parenkim ginjal sudah sangat tipis dan rusak. Selama dan pasca pembedahan, kondisi pasien stabil dan pasien dipulangkan pada hari ketiga pasca pembedahan.
Title: Nefrolitiasis pada Pasien Nephroptosis
Description:
Nephroptosis atau ren mobilis didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi penurunan posisi anatomis ginjal lebih dari 2 corpus vertebrae (> 5 cm) saat posisi berubah dari berbaring ke berdiri.
Kasus ini lebih sering mengenai wanita dan pada ginjal sebelah kanan, meskipun terdapat 10 % kasus pada ginjal kiri, dan 20 % pada ginjal bilateral.
Nyeri nephroptosis merupakan gejala yang sering dialami pasien ren mobilis.
Komplikasi ren mobilis adalah hipertensi, dan bisa juga menyebabkan terbentuknya nefrolitiasis (batu ginjal).
Tatalaksana ren mobilis adalah nefropeksi atau bila ginjal rusak maka dilakukan nefrektomi.
Pada laporan kasus ini dilaporkan pasien wanita usia 75 tahun dengan ren mobilis dengan batu ginjal kanan.
Keluhan pasien adalah nyeri pada perut bagian bawah namun membaik saat berbaring.
Pasien memiliki riwayat hipertensi.
Pada CT scan abdomen didapatkan batu pada ginjal kanan dan hidronefrosis berat kanan, dan ginjal tampak berlokasi di daerah pelvis.
Kemudian dilakukan nefrektomi kanan karena parenkim ginjal sudah sangat tipis dan rusak.
Selama dan pasca pembedahan, kondisi pasien stabil dan pasien dipulangkan pada hari ketiga pasca pembedahan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Penelitian mengenai kepuasan pasien umumnya berfokus pada pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sementara peran keterlibatan pasien dan pengalaman pasien s...
Penyakit Ginjal Kronik Stadium V Akibat nefrolitiasis
Penyakit Ginjal Kronik Stadium V Akibat nefrolitiasis
Background: Chronic kidney disease (CKD) is a kidney disorder characterized by abnormality in kidney structure and its function for more than three months, or decrease of glomerula...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain baru dari coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penularan virus ini sangat cepat, hingga penyebaran virus ini telah mewabah ke berb...
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
THERAPY PATTERNS AND EVALUATION OF THE SUITABILITY OF ANTIHYPERTENSIVEDRUGS IN APPO...
Penerapan keselamatan pada pasien koma
Penerapan keselamatan pada pasien koma
Latar belakang: pasien koma ialah seseorang yang mengalami penurunan kesadaran dibagian otak dalam jangka waktu panjang. Keselamatan pasien koma adalah suatu sistem yang membuat a...

