Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Jenis Kelamin pada Pasien Hiperurisemia yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022

View through CrossRef
Abstract. Excess uric acid, or hyperuricemia, can increase the risk of gout and cardiovascular disease. Clinically, hyperuricemia contributes to the development of gouty arthritis, gouty nephropathy, and kidney stone formation, especially when accompanied by comorbidities such as chronic kidney disease, cardiovascular disease, and type 2 diabetes. In particular, sex is closely related to hyperuricemia in women. This is due to the high levels of estrogen in women, which reduce excess uric acid and increase its excretion from the kidneys, thereby reducing the risk of hyperuricemia. The purpose of this study was to determine the relationship between sex and hyperuricemia patients suffering from type 2 diabetes patients at the Cihaurbeuti Health Center in 2022. His research method used observational analytics and his research design was cross sectional  and  Fisher exact data analysis.The number of samples was 312 obtained from the medical records of the Cihaurbeuti Health Center. The results of this study show that the sex of hyperuricemia patients who have Type 2 diabetes mellitus at the Cihaurbeuti Health Center in 2022 is the majority of women (66%) and those with hyperuricemia 79.5%, (95% CI lower 16.3-25, upper 75-83.7). The conclusion of this study if you look  at the results of the fisher exact test  obtained a p value of 0.237(P>α=0.05), which means that there is no significant relationship between sex in hyperuricemia patients suffering from type 2 diabetes patients at the Cihaurbeuti Health Center in 2022. Abstrak. Asam urat yang berlebih, atau hiperurisemia, dapat meningkatkan risiko  asam urat dan penyakit kardiovaskular. Secara klinis, hiperurisemia berkontribusi terhadap perkembangan artritis gout, nefropati gout, dan pembentukan batu ginjal, terutama bila disertai penyakit penyerta seperti penyakit ginjal kronis, penyakit kardiovaskular, dan diabetes  tipe 2. Secara khusus, jenis kelamin berkaitan erat dengan hiperurisemia pada wanita. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar estrogen pada wanita, yang mengurangi kelebihan asam urat  dan meningkatkan ekskresinya dari ginjal, sehingga mengurangi risiko hiperurisemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan pada pasien hiperurisemia yang menderita pasien diabetes  tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti tahun 2022. Metode penelitiannya menggunakan observasional analitik dan desain penelitiannya cross sectional dan analisis data Fisher exact. Jumlah sampel 312 yang diperoleh dari rekam medis Puskesmas Cihaurbeuti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin pada pasien hiperurisemia yang mengalami diabetes melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022 mayoritas adalah perempuan (66%) dan yang mengalami hiperurisemia 79.5%, (95% CI lower 16.3-25, upper 75-83.7). Kesimpulan penelitian ini jika melihat hasil uji fisher exact diperoleh Nilai p sebesar 0,237(P>α=0,05), yang berarti tidak adanya hubungan bermakna antara jenis kelamin pada pasien hiperurisemia yang menderita pasien diabetes  tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti tahun 2022.  
Title: Hubungan Jenis Kelamin pada Pasien Hiperurisemia yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022
Description:
Abstract.
Excess uric acid, or hyperuricemia, can increase the risk of gout and cardiovascular disease.
Clinically, hyperuricemia contributes to the development of gouty arthritis, gouty nephropathy, and kidney stone formation, especially when accompanied by comorbidities such as chronic kidney disease, cardiovascular disease, and type 2 diabetes.
In particular, sex is closely related to hyperuricemia in women.
This is due to the high levels of estrogen in women, which reduce excess uric acid and increase its excretion from the kidneys, thereby reducing the risk of hyperuricemia.
The purpose of this study was to determine the relationship between sex and hyperuricemia patients suffering from type 2 diabetes patients at the Cihaurbeuti Health Center in 2022.
His research method used observational analytics and his research design was cross sectional  and  Fisher exact data analysis.
The number of samples was 312 obtained from the medical records of the Cihaurbeuti Health Center.
The results of this study show that the sex of hyperuricemia patients who have Type 2 diabetes mellitus at the Cihaurbeuti Health Center in 2022 is the majority of women (66%) and those with hyperuricemia 79.
5%, (95% CI lower 16.
3-25, upper 75-83.
7).
The conclusion of this study if you look  at the results of the fisher exact test  obtained a p value of 0.
237(P>α=0.
05), which means that there is no significant relationship between sex in hyperuricemia patients suffering from type 2 diabetes patients at the Cihaurbeuti Health Center in 2022.
Abstrak.
Asam urat yang berlebih, atau hiperurisemia, dapat meningkatkan risiko  asam urat dan penyakit kardiovaskular.
Secara klinis, hiperurisemia berkontribusi terhadap perkembangan artritis gout, nefropati gout, dan pembentukan batu ginjal, terutama bila disertai penyakit penyerta seperti penyakit ginjal kronis, penyakit kardiovaskular, dan diabetes  tipe 2.
Secara khusus, jenis kelamin berkaitan erat dengan hiperurisemia pada wanita.
Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar estrogen pada wanita, yang mengurangi kelebihan asam urat  dan meningkatkan ekskresinya dari ginjal, sehingga mengurangi risiko hiperurisemia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan pada pasien hiperurisemia yang menderita pasien diabetes  tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti tahun 2022.
Metode penelitiannya menggunakan observasional analitik dan desain penelitiannya cross sectional dan analisis data Fisher exact.
Jumlah sampel 312 yang diperoleh dari rekam medis Puskesmas Cihaurbeuti.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin pada pasien hiperurisemia yang mengalami diabetes melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022 mayoritas adalah perempuan (66%) dan yang mengalami hiperurisemia 79.
5%, (95% CI lower 16.
3-25, upper 75-83.
7).
Kesimpulan penelitian ini jika melihat hasil uji fisher exact diperoleh Nilai p sebesar 0,237(P>α=0,05), yang berarti tidak adanya hubungan bermakna antara jenis kelamin pada pasien hiperurisemia yang menderita pasien diabetes  tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti tahun 2022.
 .

Related Results

Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
Determinan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi
Determinan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi
Prevalensi diabetes melitus meningkat secara global, nasional, maupun regional, dan sebagian besar merupakan diabetes melitus tipe 2, dapat menyebabkan komplikasi, kerugian ekonomi...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peyakit Diabetes Melitus di Kota Palu
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peyakit Diabetes Melitus di Kota Palu
Diabetes melitus gangguan metabolisme yang disebabkan produksi hormon insulin yang tidak mencukupi oleh pankreas, penyakit ini dapat dikatakan sebagai penyakit kronis karena dapat ...
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Mengwi II
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Mengwi II
Diabetes melitus tipe 2 merupakan kasus yang biasanya memiliki riwayat kelainan yang dimulai dengan resistensi insulin. Berbagai komplikasi akibat diabetes dapat terjadi pada semua...
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pel...
EVALUASI PENGGUNAAN INSULIN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT IMANUEL WAY HALIM
EVALUASI PENGGUNAAN INSULIN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT IMANUEL WAY HALIM
Abstrak: Evaluasi Penggunaan Insulin Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Way Halim. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit masalah ut...

Back to Top