Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Risiko Terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA)

View through CrossRef
Abstract. Obstructive sleep apnea (OSA) is an increasingly common breathing disorder during sleep. Other common symptoms include excessive daytime sleepiness, fatigue, decreased sleep quality, nocturia, morning headaches, irritability, and memory loss. One of the risk factors for OSA is obesity, with a body mass index (BMI) of more than 25 kg/m2. Increased fat deposits in the throat area or visceral obesity can be one of the causes of narrowing of the upper airway. Medical faculty students have demanding schedules that result in their busy physical activities decreasing, and poor diet can cause weight gain in students, especially in the first academic year. This research uses an analytical, quantitative observational design with a survey research analysis design. In this research, two data were used, namely univariate and bivariate analysis. The high risk of OSA, in this study, only occurred in the group of subjects with a fat and obese BMI. The obese BMI group had a high risk of OSA, namely 4 people (57.1%), while the obese BMI group was 7 people (26.9%). The P value in this study is 0.0001. This value means that there is a significant relationship between body mass index and the risk of obstructive sleep apnea. Further research needs to be carried out regarding the relationship between OSA risk factors and the incidence of OSA in students involving age, gender, smoking behavior, sleep quality, BMI, abdominal circumference and neck circumference using a larger number of respondents and different research methods. Abstrak. Obstructive sleep apnea (OSA) salah satu gangguan pernapasan pada saat kondisi tidur yang semakin umum. Gejala umum lain seperti merasakan kantuk berlebihan di siang hari, kelelahan, kualitas tidur yang menurun, nokturia, sakit kepala di pagi hari, mudah marah, dan mudah lupa ingatan. Salah satu faktor risiko OSA adalah obesitas, dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 kg/m2. Peningkatan timbunan lemak di daerah tenggorokan atau obesitas visceral bisa menjadi salah satu penyebab penyempitan saluran napas bagian atas. Mahasiswa fakultas kedokteran memiliki tuntutan jadwal yang sibuk akibatnya aktifitas fisik mereka berkurang, dan pola makan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan pada mahasiwa, khususnya pada tahun akademik pertama. Penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik, kuantitatif dengan desain penelitian survey Pada penelitian ini dilakukan dua analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat. Risiko tinggi OSA, pada penelitian ini hanya terjadi pada kelompok subjek dengan IMT gemuk dan obesitas. Kelompok IMT obesitas memiliki jumlah risiko OSA yang tinggi, yaitu sebanyak 4 orang (57,1%), sedangkan IMT gemuk sebanyak 7 orang (26,9%). Nilai P pada penelitian ini, yaitu 0,0001. Nilai tersebut memiliki arti bahwa terdapat hubungan signifikan antara indeks masa tubuh dan risiko terjadinya obstructive sleep apnea. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan faktor risiko OSA dengan kejadian OSA pada mahasiswa dengan melibatkan faktor usia, jenis kelamin, perilaku merokok, kualitas tidur, IMT, lingkar perut, dan lingkar leher menggunakan responden yang lebih besar dan metode penelitian yang berbeda.
Title: Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Risiko Terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Description:
Abstract.
Obstructive sleep apnea (OSA) is an increasingly common breathing disorder during sleep.
Other common symptoms include excessive daytime sleepiness, fatigue, decreased sleep quality, nocturia, morning headaches, irritability, and memory loss.
One of the risk factors for OSA is obesity, with a body mass index (BMI) of more than 25 kg/m2.
Increased fat deposits in the throat area or visceral obesity can be one of the causes of narrowing of the upper airway.
Medical faculty students have demanding schedules that result in their busy physical activities decreasing, and poor diet can cause weight gain in students, especially in the first academic year.
This research uses an analytical, quantitative observational design with a survey research analysis design.
In this research, two data were used, namely univariate and bivariate analysis.
The high risk of OSA, in this study, only occurred in the group of subjects with a fat and obese BMI.
The obese BMI group had a high risk of OSA, namely 4 people (57.
1%), while the obese BMI group was 7 people (26.
9%).
The P value in this study is 0.
0001.
This value means that there is a significant relationship between body mass index and the risk of obstructive sleep apnea.
Further research needs to be carried out regarding the relationship between OSA risk factors and the incidence of OSA in students involving age, gender, smoking behavior, sleep quality, BMI, abdominal circumference and neck circumference using a larger number of respondents and different research methods.
Abstrak.
Obstructive sleep apnea (OSA) salah satu gangguan pernapasan pada saat kondisi tidur yang semakin umum.
Gejala umum lain seperti merasakan kantuk berlebihan di siang hari, kelelahan, kualitas tidur yang menurun, nokturia, sakit kepala di pagi hari, mudah marah, dan mudah lupa ingatan.
Salah satu faktor risiko OSA adalah obesitas, dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 kg/m2.
Peningkatan timbunan lemak di daerah tenggorokan atau obesitas visceral bisa menjadi salah satu penyebab penyempitan saluran napas bagian atas.
Mahasiswa fakultas kedokteran memiliki tuntutan jadwal yang sibuk akibatnya aktifitas fisik mereka berkurang, dan pola makan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan pada mahasiwa, khususnya pada tahun akademik pertama.
Penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik, kuantitatif dengan desain penelitian survey Pada penelitian ini dilakukan dua analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat.
Risiko tinggi OSA, pada penelitian ini hanya terjadi pada kelompok subjek dengan IMT gemuk dan obesitas.
Kelompok IMT obesitas memiliki jumlah risiko OSA yang tinggi, yaitu sebanyak 4 orang (57,1%), sedangkan IMT gemuk sebanyak 7 orang (26,9%).
Nilai P pada penelitian ini, yaitu 0,0001.
Nilai tersebut memiliki arti bahwa terdapat hubungan signifikan antara indeks masa tubuh dan risiko terjadinya obstructive sleep apnea.
perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan faktor risiko OSA dengan kejadian OSA pada mahasiswa dengan melibatkan faktor usia, jenis kelamin, perilaku merokok, kualitas tidur, IMT, lingkar perut, dan lingkar leher menggunakan responden yang lebih besar dan metode penelitian yang berbeda.

Related Results

0864 Severe Central Sleep Apnea
0864 Severe Central Sleep Apnea
Abstract Introduction Central sleep apnea (CSA) is a rare form of sleep disordered breathing with repeated apneic episodes with ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN
Makanan diperlukan dalam pembentukan energi dalam tubuh. Makanan umumnya mengandung asupan gizi salah satunya adalah lemak. Lemak yang masuk ke dalam tubuh termasuk asam lemak dan ...
Clinical Study on the Ocular Manifestations in Patients with Obstructive Sleep Apnea Syndrome—Preliminary Results
Clinical Study on the Ocular Manifestations in Patients with Obstructive Sleep Apnea Syndrome—Preliminary Results
Obstructive sleep apnea syndrome is a multisystemic disorder associated with a series of side effects. Obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) includes hypoxemia and is correlated ...

Back to Top