Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Kadar HbA1c dengan Komplikasi Retinopati Diabetik di RSUD Al-Ihsan
View through CrossRef
Abstract. Diabetic retinopathy is a microvascular complication of diabetes mellitus that may lead to visual impairment and blindness. Hemoglobin A1c (HbA1c) is commonly used as an indicator of glycemic control and is often considered to be associated with diabetic retinopathy complications. This study aimed to determine the association between HbA1c levels and complications of diabetic retinopathy at RSUD Al-Ihsan during the period 2023–2025. This study employed an analytical observational design with a retrospective cross-sectional approach based on medical records. Data were obtained from medical records of diabetic retinopathy patients who met the inclusion and exclusion criteria. The independent variable was HbA1c level, while the dependent variable was diabetic retinopathy complications. Univariate analysis was conducted to describe subject characteristics, and bivariate analysis was performed to assess the association between HbA1c levels and diabetic retinopathy complications. The results showed that most patients had uncontrolled HbA1c levels; however, diabetic retinopathy complications were found in both controlled and uncontrolled HbA1c groups. Bivariate analysis demonstrated no statistically significant association between HbA1c levels and diabetic retinopathy complications. In conclusion, HbA1c levels were not associated with diabetic retinopathy complications at RSUD Al-Ihsan during the study period
Abstrak. Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular dari diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) sering digunakan sebagai indikator kontrol glikemik dan diduga berkaitan dengan terjadinya komplikasi retinopati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan komplikasi pada pasien retinopati diabetik di RSUD Al-Ihsan periode tahun 2023–2025. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang retrospektif berbasis rekam medis. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel dependen adalah komplikasi retinopati diabetik. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik subjek dan secara bivariat untuk menilai hubungan antara kadar HbA1c dan komplikasi retinopati diabetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol, namun komplikasi retinopati diabetik ditemukan pada pasien dengan kadar HbA1c terkontrol maupun tidak terkontrol. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar HbA1c dengan komplikasi retinopati diabetik. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar HbA1c tidak berhubungan dengan terjadinya komplikasi pada retinopati diabetik di RSUD Al-Ihsan periode tahun 2023–2025.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Kadar HbA1c dengan Komplikasi Retinopati Diabetik di RSUD Al-Ihsan
Description:
Abstract.
Diabetic retinopathy is a microvascular complication of diabetes mellitus that may lead to visual impairment and blindness.
Hemoglobin A1c (HbA1c) is commonly used as an indicator of glycemic control and is often considered to be associated with diabetic retinopathy complications.
This study aimed to determine the association between HbA1c levels and complications of diabetic retinopathy at RSUD Al-Ihsan during the period 2023–2025.
This study employed an analytical observational design with a retrospective cross-sectional approach based on medical records.
Data were obtained from medical records of diabetic retinopathy patients who met the inclusion and exclusion criteria.
The independent variable was HbA1c level, while the dependent variable was diabetic retinopathy complications.
Univariate analysis was conducted to describe subject characteristics, and bivariate analysis was performed to assess the association between HbA1c levels and diabetic retinopathy complications.
The results showed that most patients had uncontrolled HbA1c levels; however, diabetic retinopathy complications were found in both controlled and uncontrolled HbA1c groups.
Bivariate analysis demonstrated no statistically significant association between HbA1c levels and diabetic retinopathy complications.
In conclusion, HbA1c levels were not associated with diabetic retinopathy complications at RSUD Al-Ihsan during the study period
Abstrak.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular dari diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
Kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) sering digunakan sebagai indikator kontrol glikemik dan diduga berkaitan dengan terjadinya komplikasi retinopati diabetik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan komplikasi pada pasien retinopati diabetik di RSUD Al-Ihsan periode tahun 2023–2025.
Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang retrospektif berbasis rekam medis.
Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel dependen adalah komplikasi retinopati diabetik.
Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik subjek dan secara bivariat untuk menilai hubungan antara kadar HbA1c dan komplikasi retinopati diabetik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol, namun komplikasi retinopati diabetik ditemukan pada pasien dengan kadar HbA1c terkontrol maupun tidak terkontrol.
Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar HbA1c dengan komplikasi retinopati diabetik.
Kesimpulan penelitian ini adalah kadar HbA1c tidak berhubungan dengan terjadinya komplikasi pada retinopati diabetik di RSUD Al-Ihsan periode tahun 2023–2025.
Related Results
DETEKSI DIABETIC RETINOPATHY MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK BERBASIS EFFICIENTNET DAN GRAD-CAM PADA CITRA FUNDUS RETINA
DETEKSI DIABETIC RETINOPATHY MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK BERBASIS EFFICIENTNET DAN GRAD-CAM PADA CITRA FUNDUS RETINA
Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi utama diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak dideteksi secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengemb...
Pengetahuan pencegahan kaki diabetik penderita diabetes melitus berpengaruh terhadap perawatan kaki
Pengetahuan pencegahan kaki diabetik penderita diabetes melitus berpengaruh terhadap perawatan kaki
Latar Belakang: Komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus salah satunya kaki diabetik. Masalah kaki diabetik memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Pencegah...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik adalah kerusakan sebagian atau keselu...
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Talasemia Anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2019
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Talasemia Anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2019
Talasemia merupakan penyakit genetik dan kronis yang dapat menyebabkan anemia berat sehingga mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan fakto...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskuler yang paling sering terjadi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), diperkirakan sebagian dari penderita DMT2 mengalami kom...
Korelasi antara Kolesterol Total dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Tabanan Tahun 2021
Korelasi antara Kolesterol Total dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Tabanan Tahun 2021
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang berhubungan dengan berbagai komplikasi. Pengukuran hemoglobin terglikosilasi (HbA1c) bisa dipergunakan untuk standar pemantaua...
Faktor Risiko Mortalitas Pasien COVID-19 Acute Respiratory Distress Syndrome di RSUD Al-Ihsan
Faktor Risiko Mortalitas Pasien COVID-19 Acute Respiratory Distress Syndrome di RSUD Al-Ihsan
Abstract. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) is a common complications in COVID-19 patients. The prevalence of ARDS caused by COVID-19, which is subsequently referred to as...

