Javascript must be enabled to continue!
M. Zainor Ridho Etnosentrisme: Ideologi dalam Ilmu Pengetahuan
View through CrossRef
Dalam perspektif analisis pengetahuan, orientalisme sebagai suatu wacana yang menciptakan tipologi-tipologi yang di dalamnya sifat-sifat dapat didistribusikan; orang Barat yang penuh semangat lawan orang Timur yang membangkitkan berahi, orang Barat yang rasional lawan orang Timur yang tak dapat diprediksikan, orang kulit yang gagah lawan orang kulit kuning yang kejam. Pandangan tentang orientalisme sebagai sebuah wacana kekuasaan yang muncul dalam konteks perjuangan geopolitik antara Eropa dan Timur Tengah memberikan dasar bagi salah satu studi yang paling berpengaruh akhir-akhir ini. Orientalisme merupakan sebuah wacana yang membagi dunia secara jelas menjadi Barat dan Timur; yang terakhir (yakni Timur) secara esensial bersifat asing, eksotik, dan misterius, namun juga sensual, irasional, dan secara potensial berbahaya. Tugas orientalisme adalah mereduksi kompleksitas masyarakat dan kebudayaan Timur yang membingungkan ke dalam tingkat yang dapat dipahami dan dapat diatur.
Arti penting orientalisme adalah untuk menimurkan dunia Timur dan itu dilakukan dalam konteks ketidaksamaan kolonial yang mendasar. Orientalisme didasarkan atas fakta bahwa kita mengethau atau berbicara tentang orang-orang Timur, sementara mereka cukup tahu tentang diri mereka sendiri, dan juga tidak mampu berbicara tentang kita. Hubungan antara orientalisme, postmodernisme dan globalisasi dalam perdebatan teori sosial postmodern, telah melahirkan kontes budaya baru dalam budaya global untuk mentransformasikan hakikat karya intelektual.
Kata Kunci
Orientalisme, Postmodern, Globalisasi
Title: M. Zainor Ridho Etnosentrisme: Ideologi dalam Ilmu Pengetahuan
Description:
Dalam perspektif analisis pengetahuan, orientalisme sebagai suatu wacana yang menciptakan tipologi-tipologi yang di dalamnya sifat-sifat dapat didistribusikan; orang Barat yang penuh semangat lawan orang Timur yang membangkitkan berahi, orang Barat yang rasional lawan orang Timur yang tak dapat diprediksikan, orang kulit yang gagah lawan orang kulit kuning yang kejam.
Pandangan tentang orientalisme sebagai sebuah wacana kekuasaan yang muncul dalam konteks perjuangan geopolitik antara Eropa dan Timur Tengah memberikan dasar bagi salah satu studi yang paling berpengaruh akhir-akhir ini.
Orientalisme merupakan sebuah wacana yang membagi dunia secara jelas menjadi Barat dan Timur; yang terakhir (yakni Timur) secara esensial bersifat asing, eksotik, dan misterius, namun juga sensual, irasional, dan secara potensial berbahaya.
Tugas orientalisme adalah mereduksi kompleksitas masyarakat dan kebudayaan Timur yang membingungkan ke dalam tingkat yang dapat dipahami dan dapat diatur.
Arti penting orientalisme adalah untuk menimurkan dunia Timur dan itu dilakukan dalam konteks ketidaksamaan kolonial yang mendasar.
Orientalisme didasarkan atas fakta bahwa kita mengethau atau berbicara tentang orang-orang Timur, sementara mereka cukup tahu tentang diri mereka sendiri, dan juga tidak mampu berbicara tentang kita.
Hubungan antara orientalisme, postmodernisme dan globalisasi dalam perdebatan teori sosial postmodern, telah melahirkan kontes budaya baru dalam budaya global untuk mentransformasikan hakikat karya intelektual.
Kata Kunci
Orientalisme, Postmodern, Globalisasi.
Related Results
SUMBER POLITIS PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
SUMBER POLITIS PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
Indonesia sebagai negara yang mempunyai dasar Negara yaitu pancasila yang memiliki sebuah arti penting memiliki ideologi. Setiap bangsa dan negara ingin berdiri kokoh, tidak mudah ...
M. Zainor Ridho Etnosentrisme: Ideologi Dalam Ilmu Pengetahuan
M. Zainor Ridho Etnosentrisme: Ideologi Dalam Ilmu Pengetahuan
Dalam perspektif analisis pengetahuan, orientalisme sebagai suatu wacana yang menciptakan tipologi-tipologi yang di dalamnya sifat-sifat dapat didistribusikan; orang Barat yang pen...
Peningkatan Cinta Produk Dalam Negeri (Etnosentrisme) Dalam Melawan Serangan Produk Korea Selatan di Indonesia
Peningkatan Cinta Produk Dalam Negeri (Etnosentrisme) Dalam Melawan Serangan Produk Korea Selatan di Indonesia
Fenomena Korean Wave memberikan dampak pada etnosentrisme dan perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Perilaku pembelian dan etnosentrisme pada konsumen di Indonesia dipengaruhi ...
Peningkatan Cinta Produk Dalam Negeri (Etnosentrisme) Dalam Melawan Serangan Produk Korea Selatan di Indonesia
Peningkatan Cinta Produk Dalam Negeri (Etnosentrisme) Dalam Melawan Serangan Produk Korea Selatan di Indonesia
Fenomena Korean Wave memberikan dampak pada etnosentrisme dan perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Perilaku pembelian dan etnosentrisme pada konsumen di Indonesia dipengaruhi ...
PENGANTAR REDAKSI VOL 31 NO 1 FEBRUARI 2021
PENGANTAR REDAKSI VOL 31 NO 1 FEBRUARI 2021
Pembaca Yang Budiman,Jurnal Filsafat Volume 31 Nomor 1 Februari 2021 menyajikan enam artikel dengan tema beragam. Artikel pertama ditulis oleh Armaidy Armawi dan Raharjo yang berju...
Diskursus Agama dan Budaya dalam Konteks Minahasa sebagai Wujud Kritik Ideologi-Imajinasi Kolonialisme
Diskursus Agama dan Budaya dalam Konteks Minahasa sebagai Wujud Kritik Ideologi-Imajinasi Kolonialisme
Esensi artikel ini menganalisis mengenai ideologi-imajinasi kolonialisme yaitu, kekristenan sebagai agama super-power (kekuatan) yang sampai saat ini memiliki kuasa melegitimasi sa...
EKSISTENSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH KEPEMIMPINAN
EKSISTENSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH KEPEMIMPINAN
Abstrak: Eksistensi merupakan bagian dari disiplin ilmu filsafat yang menjelaskan bahwa manusia berdiri atas kuasanya sendiri, hal tersebut juga diamini oleh para tokoh eksistensia...
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...

