Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Tulisan ini mengkaji persoalan religious broker pada badal haji. Religious broker adalah orang yang menggantikan seluruh rangkaian ibadah haji dari mubdal minhu. Redaksi hadis menjelaskan bahwa seorang religious broker adalah anak atau saudara dari orang yang dibadalkan. Pada realitasnya, banyak praktek badal haji dilaksanakan oleh orang-orang yang tidak memiliki hubungan nasab dengan mubdal minhu, bahkan tidak mengenal orang yang digantikannya sama sekali, begitu juga sebaliknya. Terdapat juga penyalahgunaan tanggung jawab serta terjadinya kasus-kasus penyelewengan badal haji dengan cara membadalkan lebih dari satu orang mubdal minhu. Praktek badal haji dipahami berdasarkan hadis-hadis Rasulullah yang menginformasikan kebolehan menggantikan orang lain karena faktor kondisi fisik yang menghalangi maupun karena wafat. Hadis-hadis tersebut akan dikaji dengan menggunakan metode fiqh al-hadis melalui pendekatan kontekstual hadis. Berdasarkan pendekatan tersebut dapat digali bagaimana karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang religious broker. Terpenuhinya karakteristik tersebut oleh religious broker dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan tanggungjawab dan kepercayaan dalam badal haji.
Title:
Description:
Tulisan ini mengkaji persoalan religious broker pada badal haji.
Religious broker adalah orang yang menggantikan seluruh rangkaian ibadah haji dari mubdal minhu.
Redaksi hadis menjelaskan bahwa seorang religious broker adalah anak atau saudara dari orang yang dibadalkan.
Pada realitasnya, banyak praktek badal haji dilaksanakan oleh orang-orang yang tidak memiliki hubungan nasab dengan mubdal minhu, bahkan tidak mengenal orang yang digantikannya sama sekali, begitu juga sebaliknya.
Terdapat juga penyalahgunaan tanggung jawab serta terjadinya kasus-kasus penyelewengan badal haji dengan cara membadalkan lebih dari satu orang mubdal minhu.
Praktek badal haji dipahami berdasarkan hadis-hadis Rasulullah yang menginformasikan kebolehan menggantikan orang lain karena faktor kondisi fisik yang menghalangi maupun karena wafat.
Hadis-hadis tersebut akan dikaji dengan menggunakan metode fiqh al-hadis melalui pendekatan kontekstual hadis.
Berdasarkan pendekatan tersebut dapat digali bagaimana karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang religious broker.
Terpenuhinya karakteristik tersebut oleh religious broker dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan tanggungjawab dan kepercayaan dalam badal haji.

