Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
View through CrossRef
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi embagaan dalam mendukung perkembangan agribisnis tersebut di Nagari Lubuk Pandan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. Kelembagaan pada agribisnis padi sawah, teridentifikasi yaitu: 1. Subsistem hulu: GAPOKTAN, penyedia input, kios saprodi, tetangga dan saudara, 2) Subsistem usahatani: penyedia tenaga kerja. 3) Subsistem hilir: penggilingan padi (RMU).4) Subsistem pemasaran: pengumpul. 5) Subsistem penunjang: penyedia modal. B) Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan agribisnis padi sawah di Nagari Lubuk Pandan adalah: a) Bentuk Kemitraan yang terjadi antara Gapoktan dengan pemberian pupuk pemerintah; Gapoktan harus terorganisasi dengan jelas; petani harus mempunyai lahan yang tergabung di dalam Gapoktan; petani harus menjemput langsung pupuk atau benih yang telah disediakan oleh pemerintah. Bentuk kemitraan kios saprodi dengan petani dengan kesepakatan; 1) petani membayar/membeli input dengan sistem bayar tunai; 2) petani harus menjemput langsung pupuk yang dibelikan ke kios saprodi. Bentuk kemitraan yang terjadi dengan lembaga input produksi lainnya menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) benih yang ditukar yaitu dalam varietas yang berbeda; 2) benih/gabah yang ditukar yaitu gabah yang telah di jemur atau gabah kering; 3) apabila petani mendapatkan benih dengan sistem meminjam, benih di kembalikan setelah panen. Peran subsistem hulu: menghasilkan barang-barang modal bagi proses produksi. b) Bentuk kemitraan petani dengan buruh tani menimbulkan kesepakatan yaitu: 1) upah yang diterima buruh tani laki-laki yaitu Rp.70.000/hari dan wanita Rp.60.000/hari; 2) upah tersebut di bayar langsung tunai kepada buruh tani apabila pekerjaan telah selesai; 3) ketentuan kerja yaitu mulai dari pencabutan benih sampai selesai penanaman. Peran subsistem usahatani adalah melakukan kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan komoditas padi. c.) Bentuk kemitraan petani padi sawah dengan pemilik penggilingan padi (RMU) menimbulkan kesepakatan yaitu; 1) padi/gabah yang digiling yaitu dalam bentuk gabah kering atau gabah yang telah di jemur; 2) upah yang diberikan petani ke penggilingan yaitu 1 (satu) belek beras, upahnya 2 liter beras; 3) pengilingan datang langsung ke rumah petani untuk menggiling padi di jadikan beras. Peran dari penggilingan padi (RMU) adalah ketika pasca panen yaitu mengolah padi/gabah untuk di jadikan beras. d)Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan pada subsistem pemasaran menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) pengumpul datang langsung ke sawah untuk membeli padi/gabah; 2) apabila petani meminjam modal terlebih dahulu ke pengumpul petani harus menjual padinya ke pengumpul tempat meminjam modal tersebut; 3) agen/pengumpul yang membelikan padi ke petani yaitu dengan sistem bayar tunai. Peran subsistem pemasaran adalah melakukan kegiatan pemasaran produk padi/gabah sampai ke pengumpul. e) Pinjaman modal yang diberikan pemilik penggilingan padi ke petani dengan bentuk kemitraan yang terjadi, adalah: 1) apabila panen nanti padi atau hasil panen di jual ke pemilik Penggilingan; 2) padi/gabah dijemput langsung oleh pemilik Penggilingan; 3) apabila petani meminjam uang atau pupuk petani harus menjemput sendiri ke tempat penggilingan. Peran dari lembaga penyedia modal adalah menyediakan modal bagi petani untuk melakukan usahatani padi sawah.
Ikatan Dosen Menulis
Title: ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Description:
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi embagaan dalam mendukung perkembangan agribisnis tersebut di Nagari Lubuk Pandan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif.
Penelitian dilakukan di Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa A.
Kelembagaan pada agribisnis padi sawah, teridentifikasi yaitu: 1.
Subsistem hulu: GAPOKTAN, penyedia input, kios saprodi, tetangga dan saudara, 2) Subsistem usahatani: penyedia tenaga kerja.
3) Subsistem hilir: penggilingan padi (RMU).
4) Subsistem pemasaran: pengumpul.
5) Subsistem penunjang: penyedia modal.
B) Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan agribisnis padi sawah di Nagari Lubuk Pandan adalah: a) Bentuk Kemitraan yang terjadi antara Gapoktan dengan pemberian pupuk pemerintah; Gapoktan harus terorganisasi dengan jelas; petani harus mempunyai lahan yang tergabung di dalam Gapoktan; petani harus menjemput langsung pupuk atau benih yang telah disediakan oleh pemerintah.
Bentuk kemitraan kios saprodi dengan petani dengan kesepakatan; 1) petani membayar/membeli input dengan sistem bayar tunai; 2) petani harus menjemput langsung pupuk yang dibelikan ke kios saprodi.
Bentuk kemitraan yang terjadi dengan lembaga input produksi lainnya menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) benih yang ditukar yaitu dalam varietas yang berbeda; 2) benih/gabah yang ditukar yaitu gabah yang telah di jemur atau gabah kering; 3) apabila petani mendapatkan benih dengan sistem meminjam, benih di kembalikan setelah panen.
Peran subsistem hulu: menghasilkan barang-barang modal bagi proses produksi.
b) Bentuk kemitraan petani dengan buruh tani menimbulkan kesepakatan yaitu: 1) upah yang diterima buruh tani laki-laki yaitu Rp.
70.
000/hari dan wanita Rp.
60.
000/hari; 2) upah tersebut di bayar langsung tunai kepada buruh tani apabila pekerjaan telah selesai; 3) ketentuan kerja yaitu mulai dari pencabutan benih sampai selesai penanaman.
Peran subsistem usahatani adalah melakukan kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan komoditas padi.
c.
) Bentuk kemitraan petani padi sawah dengan pemilik penggilingan padi (RMU) menimbulkan kesepakatan yaitu; 1) padi/gabah yang digiling yaitu dalam bentuk gabah kering atau gabah yang telah di jemur; 2) upah yang diberikan petani ke penggilingan yaitu 1 (satu) belek beras, upahnya 2 liter beras; 3) pengilingan datang langsung ke rumah petani untuk menggiling padi di jadikan beras.
Peran dari penggilingan padi (RMU) adalah ketika pasca panen yaitu mengolah padi/gabah untuk di jadikan beras.
d)Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan pada subsistem pemasaran menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) pengumpul datang langsung ke sawah untuk membeli padi/gabah; 2) apabila petani meminjam modal terlebih dahulu ke pengumpul petani harus menjual padinya ke pengumpul tempat meminjam modal tersebut; 3) agen/pengumpul yang membelikan padi ke petani yaitu dengan sistem bayar tunai.
Peran subsistem pemasaran adalah melakukan kegiatan pemasaran produk padi/gabah sampai ke pengumpul.
e) Pinjaman modal yang diberikan pemilik penggilingan padi ke petani dengan bentuk kemitraan yang terjadi, adalah: 1) apabila panen nanti padi atau hasil panen di jual ke pemilik Penggilingan; 2) padi/gabah dijemput langsung oleh pemilik Penggilingan; 3) apabila petani meminjam uang atau pupuk petani harus menjemput sendiri ke tempat penggilingan.
Peran dari lembaga penyedia modal adalah menyediakan modal bagi petani untuk melakukan usahatani padi sawah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
VOCABULARY MASTERYAS A FACTOR THAT INFLUENCE ABILITY TO WRITE EXPOSITION TEXT
VOCABULARY MASTERYAS A FACTOR THAT INFLUENCE ABILITY TO WRITE EXPOSITION TEXT
The research is motivated by the following cases. First, students vocabulary deficiencies in writing so have difficulty in presenting ideas into a text. Second, the students do not...
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Padi sawah merupakan tanaman pangan yang menempati posisi pertama kebutuhan pangan pokok di Indonesia. Kebutuhan pangan pokok beras terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumla...
Ritual Pemajangan Foto Ungku Saliah di Kedai Etnik Minang Pariaman
Ritual Pemajangan Foto Ungku Saliah di Kedai Etnik Minang Pariaman
This article aims to explain the ritual of displaying portraits of Ungku Saliah in shops by the Minang Pariaman ethnic group. The existence of this ritual explains that there is a ...
PKM OPTIMALISASI KETERAMPILAN PENGELASAN (LAS LISTRIK) PEMUDA NAGARI III AUR MELINTANG KECAMATAN IV NAGARI AUR MELINTANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
PKM OPTIMALISASI KETERAMPILAN PENGELASAN (LAS LISTRIK) PEMUDA NAGARI III AUR MELINTANG KECAMATAN IV NAGARI AUR MELINTANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
kelompok Pemuda Nagari III Aur Melintang Kecamatan Iv Nagari Aur Melintang, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Masih banyak yang belum memiliki pengetahuan Teknik pengelasan...
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan mendeskripsikan prinsip-prinsip kerajinan yang terdapat pada karya kerajinan berbahan serat daun pandan di industri chan...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan Di Kota Padang
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan Di Kota Padang
ABSTRAK
Padi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup strategis untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasioal. Padi merupakan komoditas unggulan di Kota Pad...

