Javascript must be enabled to continue!
Masjid dan Musala dalam Sorotan: Kajian Sosiopragmatik Kesalahan Nama Masjid/ Musala di Padang
View through CrossRef
This study is an extension research of previous research finding conducted by researcher and team, which resulted in more than 50 names of mosques and musalas in Padang were considered error. These forms of error exist in terms of morphological, semantic, morphology and semantic contexts and imla’ rules. However, to explain these errors more compreÂhensively, a sociopragmatic viewpoint is required. In this context, it can be assumed that in understanding a word or language, the socioÂlogical context of the speaker and its use in determining and choosing certain symbols in their language are necessary to be considered. The pheÂnomenon of naming a house of worship such as a mosque and musala cannot be separated from social context of the owners of the place of worship. This frequently causes pragmalinguistic failure in underÂstanding the phenomenon of language which only relies on how to express language structurally, following the rules exclusively without giving attention to the social and cultural context of the speaker itself. This research is a field research which applies qualitative methods. The main data is obtained through interviews with mosques and musalas administrator and also the surrounding community to find out the historical and socio-cultural background of naming the mosques or musalas. The data of this study are all the names of mosques and musalas in Padang, especially those 50 names that are considered error from the perspective of Arabic grammar.Keywords: Sociopragmatics, mosque, musala, Padang Kajian ini adalah kelanjutan dari temuan peneliti dan tim yang dalam penelitian sebelumnya mendapatkan kesalahan pada lebih dari 50 nama masjid dan musala yang ada di kota Padang. Bentuk-bentuk kesalahan tersebut ada dalam konteks morfologis, semantic, morfologis dan semantic serta kaidah imlai’. Akan tetapi, untuk menjelaskan kesalahan tersebut secara lebih komprehensif diperlukan sudut pandang sosiopragmatik. Dalam konteks ini bisa dipahami bahwa pemahaman sebuah kata atau bahasa haruslah memperhatikan konteks sosiologis penutur dan penggunaÂnya dalam menentukan dan memilih simbol tertentu dalam bahasa mereka. Tidak terkecuali tentunya penamaan sebuah rumah ibadah seperti masjid dan musala yang juga tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial masyarakat yang menjadi pemilik rumah ibadah tersebut. Hal ini yang seringkali menjadi penyebab kegagalan pragmalinguistik dalam memahami fenoÂmena bahasa yang hanya bertumpu pada bagaimana mengungkapkan bahasa sesuai aturan tanpa memberikan perhatian kepada koteks sosial dan cultural penutur itu sendiri. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, di mana data utama diperoleh melalui wawancara dengan pengurus masjid dan musala dan juga masyarakat sekitar untuk mengetahui latar belakang historis dan sosio-budaya penamaan masjid atau musala mereka. Adapun data peneÂlitian ini adalah semua nama masjid dan musala yang ada di kota Padang, khususnya yang dianggap keliru dalam sudut pandang tata bahasa Arab yaitu kurang lebih 50 masjid dan musala.Kata Kunci: Sosiopragmatik, Masjid, Musala, Padang
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: Masjid dan Musala dalam Sorotan: Kajian Sosiopragmatik Kesalahan Nama Masjid/ Musala di Padang
Description:
This study is an extension research of previous research finding conducted by researcher and team, which resulted in more than 50 names of mosques and musalas in Padang were considered error.
These forms of error exist in terms of morphological, semantic, morphology and semantic contexts and imla’ rules.
However, to explain these errors more compreÂhensively, a sociopragmatic viewpoint is required.
In this context, it can be assumed that in understanding a word or language, the socioÂlogical context of the speaker and its use in determining and choosing certain symbols in their language are necessary to be considered.
The pheÂnomenon of naming a house of worship such as a mosque and musala cannot be separated from social context of the owners of the place of worship.
This frequently causes pragmalinguistic failure in underÂstanding the phenomenon of language which only relies on how to express language structurally, following the rules exclusively without giving attention to the social and cultural context of the speaker itself.
This research is a field research which applies qualitative methods.
The main data is obtained through interviews with mosques and musalas administrator and also the surrounding community to find out the historical and socio-cultural background of naming the mosques or musalas.
The data of this study are all the names of mosques and musalas in Padang, especially those 50 names that are considered error from the perspective of Arabic grammar.
Keywords: Sociopragmatics, mosque, musala, Padang Kajian ini adalah kelanjutan dari temuan peneliti dan tim yang dalam penelitian sebelumnya mendapatkan kesalahan pada lebih dari 50 nama masjid dan musala yang ada di kota Padang.
Bentuk-bentuk kesalahan tersebut ada dalam konteks morfologis, semantic, morfologis dan semantic serta kaidah imlai’.
Akan tetapi, untuk menjelaskan kesalahan tersebut secara lebih komprehensif diperlukan sudut pandang sosiopragmatik.
Dalam konteks ini bisa dipahami bahwa pemahaman sebuah kata atau bahasa haruslah memperhatikan konteks sosiologis penutur dan penggunaÂnya dalam menentukan dan memilih simbol tertentu dalam bahasa mereka.
Tidak terkecuali tentunya penamaan sebuah rumah ibadah seperti masjid dan musala yang juga tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial masyarakat yang menjadi pemilik rumah ibadah tersebut.
Hal ini yang seringkali menjadi penyebab kegagalan pragmalinguistik dalam memahami fenoÂmena bahasa yang hanya bertumpu pada bagaimana mengungkapkan bahasa sesuai aturan tanpa memberikan perhatian kepada koteks sosial dan cultural penutur itu sendiri.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, di mana data utama diperoleh melalui wawancara dengan pengurus masjid dan musala dan juga masyarakat sekitar untuk mengetahui latar belakang historis dan sosio-budaya penamaan masjid atau musala mereka.
Adapun data peneÂlitian ini adalah semua nama masjid dan musala yang ada di kota Padang, khususnya yang dianggap keliru dalam sudut pandang tata bahasa Arab yaitu kurang lebih 50 masjid dan musala.
Kata Kunci: Sosiopragmatik, Masjid, Musala, Padang.
Related Results
Masjid dan Musala dalam Sorotan: Kajian Sosiopragmatik Kesalahan Nama Masjid/ Musala di Padang
Masjid dan Musala dalam Sorotan: Kajian Sosiopragmatik Kesalahan Nama Masjid/ Musala di Padang
This study is an extension research of previous research finding conducted by researcher and team, which resulted in more than 50 names of mosques and musalas in Padang were consid...
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN DOUSHI DAN KEIYOUSHI PADA SAKUBUN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNP
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN DOUSHI DAN KEIYOUSHI PADA SAKUBUN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNP
Penelitian ini membahas tentang analisis kesalahan penggunaan doushi dan keiyoushi pada sakubun mahasiswa program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang. Tujuan d...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris...
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Abstrak Nama merupakan identitas yang sangat penting karena nama merupakan atribut yang sangat pribadi, yang memiliki fungsi sebagai identifikasi seseorang. Oleh karena itu, bagi o...
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mendampingi pembinaan masjid agar menjadi masjid yang makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember...
KESALAHAN BERBAHASA PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
KESALAHAN BERBAHASA PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
AbstrakMasalah penelitian ini yaitu:(1) apa saja kesalahan pemakaian ejaan pada bab 1 skripsi Mahasiswa program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu? (2) apa kesalaha...

