Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KANDUNGAN LUMPUR DAN KANDUNGAN ORGANIS PASIR QUARRY JEPARA (KALI TEMPUR, KALI TENGGULI DAN KALI BATEALIT)

View through CrossRef
Dalam penelitian ini akan mencoba menganalisis kandungan lumpur dan kandungan organis dari pasir quarry jepara yakni Kali Tempur, kali Batealit dan Kali Tengguli, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kandungan lumpur dan kandungan organis dari masing-masing pasir tersebut sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian dengan sistem kocokan dan sistem cucian yakni pada pecucian 0, 30, 60 dan 90 kali pencucian. Adapun hasilnya adalah Kandungan lumpur dari tanpa cucian sampai 90x cucuain diperoleh bahwa berturut-turut pasir kali Tempur 15,38%, 9,75%, 7,3% dan 3,03 %. Pasir kali Batealit sebesar 23,98%, 13%, 3,19% dan 0,8 %. Pasir kali Tengguli sebesar 5,90%, 13%, 4,58 dan 3,05%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada pencucian 0 x dan 30 x semua pasir belum memenuhi standar PBI 1971 < 5%, pada pencucian 60 x hanya pasir kali Batealit dan pasir Kali Tengguli yang sudah memenuhi serta pada cucian 90x semua jenis pasir memenuhi. Semakin besar kadar lumpur maka akan semakin besar pula kadar organis yang diperoleh. Dari hasil pengujian semua pasir masih bisa digunakan sebagai bahan konstruksi karena menurut PBI 1971 warna yang tidak dipersyaratkan adalah Coklat ke pekat.
Title: ANALISIS KANDUNGAN LUMPUR DAN KANDUNGAN ORGANIS PASIR QUARRY JEPARA (KALI TEMPUR, KALI TENGGULI DAN KALI BATEALIT)
Description:
Dalam penelitian ini akan mencoba menganalisis kandungan lumpur dan kandungan organis dari pasir quarry jepara yakni Kali Tempur, kali Batealit dan Kali Tengguli, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kandungan lumpur dan kandungan organis dari masing-masing pasir tersebut sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi.
Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian dengan sistem kocokan dan sistem cucian yakni pada pecucian 0, 30, 60 dan 90 kali pencucian.
Adapun hasilnya adalah Kandungan lumpur dari tanpa cucian sampai 90x cucuain diperoleh bahwa berturut-turut pasir kali Tempur 15,38%, 9,75%, 7,3% dan 3,03 %.
Pasir kali Batealit sebesar 23,98%, 13%, 3,19% dan 0,8 %.
Pasir kali Tengguli sebesar 5,90%, 13%, 4,58 dan 3,05%.
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada pencucian 0 x dan 30 x semua pasir belum memenuhi standar PBI 1971 < 5%, pada pencucian 60 x hanya pasir kali Batealit dan pasir Kali Tengguli yang sudah memenuhi serta pada cucian 90x semua jenis pasir memenuhi.
Semakin besar kadar lumpur maka akan semakin besar pula kadar organis yang diperoleh.
Dari hasil pengujian semua pasir masih bisa digunakan sebagai bahan konstruksi karena menurut PBI 1971 warna yang tidak dipersyaratkan adalah Coklat ke pekat.

Related Results

Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Pasir puya adalah residu penambangan emas yang mengandung mineral berharga seperti zirkon, ilmenit dan besi oksida. Studi ini mengeksplorasi potensi pasir puya sebagai fotokatalis ...
High Pressure Pump, Eliminasi Risiko K3 Trucking System pada Pengangkutan Lumpur di Pertambangan Batubara
High Pressure Pump, Eliminasi Risiko K3 Trucking System pada Pengangkutan Lumpur di Pertambangan Batubara
Penanganan lumpur di titik terendah tambang batubara merupakan salah satu tugas yang berisiko dalam operasi pertambangan. Penggunaan truk sebagai alat pengangkutan lumpur di area t...
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu komponen struktur yang paling sering digunakan sampai saat ini, baik untuk bangunan gedung, jembatan maupun dermaga. Beton merupa...
Analisis Mineralogi dan Kandungan Kimia Endapan Lumpur Sidoarjo dan Arah Pemanfaatannya
Analisis Mineralogi dan Kandungan Kimia Endapan Lumpur Sidoarjo dan Arah Pemanfaatannya
Semburan lumpur Sidoarjo mengeluarkan volume sebesar ±80.000 m3setiap hari dan hanya dapat diatasi ±60.000 m3 dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Kali Porong. Surplus endapa...
PENGARUH PERKUATAN GEOTEKSTIL TIPE WOVEN GX-50 TERHADAP KERUNTUHAN PONDASI PADA PASIR PANTAI DENGAN VARIASI KEDALAMAN MUKA AIR
PENGARUH PERKUATAN GEOTEKSTIL TIPE WOVEN GX-50 TERHADAP KERUNTUHAN PONDASI PADA PASIR PANTAI DENGAN VARIASI KEDALAMAN MUKA AIR
Perkembangan pembangunan kota tidak saja mengarah ke daerah perbukitan dengan harapan terbebas dari masalah banjir, namun daerah dataran rendah, tergenang air,rawa-rawa dan pinggir...

Back to Top