Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN IKON WISATA BERBASIS POTENSI WILAYAH

View through CrossRef
ABSTRAK Perancangan Ikon Wisata dilakukan di Embung “Mbah Mangun” Desa Juron, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo. Metode yang digunakan untuk merealisasikan rancangan dilakukan melalui metode eksplorasi, inspirasi dan elaborasi. Tahap eksplorasi meliputi pengumpulan data di lapangan, dokumentasi, kajian literatur dan wawancara. Tahap inspirasi dilakukan dalam pengembangkan gagasan atau pun konsep ide berdasarkan analisis data yang telah diperoleh. Tahap elaborasi pada kegiatan perancangan ini merupakan tahap kristalisasi ide dengan memperkuat konsep filosofi bentuk. Pada tahap ini sekaligus mempertimbangkan secara matang aspek-aspek realisasi perancangan yang berkaitan dengan tata letak ikon, material, konstruksi dan teknik perwujudan. Kata kunci: embung, ikon, wisata. ABSTRACT The design of the tourism icon is carried out in the “Mbah Mangun” Embung in Juron Village, Subdistrict Nguter, District Sukoharjo. The method used to realize the design is through exploration, inspiration and elaboration. The exploration includes data collection in the field, documentation, literature studies and interviews. Inspiration stage is carried out in developing ideas or concept of  ideas based on the analysis of data that has been obtained. The elaboration stage in this design activity represents the crystallization of ideas by strengthening the concept of the philosophy of form. This stage also considers the aspects of design realization related to the layout of icons, materials, construction and embodiment techniques.Keywords: embung, icons, tour.
Title: PERANCANGAN IKON WISATA BERBASIS POTENSI WILAYAH
Description:
ABSTRAK Perancangan Ikon Wisata dilakukan di Embung “Mbah Mangun” Desa Juron, Kec.
Nguter, Kab.
Sukoharjo.
Metode yang digunakan untuk merealisasikan rancangan dilakukan melalui metode eksplorasi, inspirasi dan elaborasi.
Tahap eksplorasi meliputi pengumpulan data di lapangan, dokumentasi, kajian literatur dan wawancara.
Tahap inspirasi dilakukan dalam pengembangkan gagasan atau pun konsep ide berdasarkan analisis data yang telah diperoleh.
Tahap elaborasi pada kegiatan perancangan ini merupakan tahap kristalisasi ide dengan memperkuat konsep filosofi bentuk.
Pada tahap ini sekaligus mempertimbangkan secara matang aspek-aspek realisasi perancangan yang berkaitan dengan tata letak ikon, material, konstruksi dan teknik perwujudan.
 Kata kunci: embung, ikon, wisata.
 ABSTRACT The design of the tourism icon is carried out in the “Mbah Mangun” Embung in Juron Village, Subdistrict Nguter, District Sukoharjo.
The method used to realize the design is through exploration, inspiration and elaboration.
The exploration includes data collection in the field, documentation, literature studies and interviews.
Inspiration stage is carried out in developing ideas or concept of  ideas based on the analysis of data that has been obtained.
The elaboration stage in this design activity represents the crystallization of ideas by strengthening the concept of the philosophy of form.
This stage also considers the aspects of design realization related to the layout of icons, materials, construction and embodiment techniques.
Keywords: embung, icons, tour.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didu...

Back to Top