Javascript must be enabled to continue!
Histopatologi Hati Tikus yang Terpapar Logam Berat Timbal
View through CrossRef
Timbal merupakan salah satu bahan pencemar udara yang sangat berbahaya. Toksisitas logam berat Pb dapat menimbulkan dampak yang berat, salah satunya pada organ hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histopatologi hati pada tikus yang terpapar logam berat timbal dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan dengan strain Wistar, umur 2 bulan dan berat badan 250-300 g. Tikus yang digunakan 20 ekor dibagi atas empat kelompok perlakuan yaitu kontrol (P0), Pb asetat 0,5 ppm (P1), Pb asetat 1,0 ppm (P2), dan Pb asetat 2,0 ppm (P3) selama 30 hari. Pada hari ke 31 dilakukan nekropsi lalu organ hati diambil dan dimasukkan ke dalam netral buffer formalin 10%. Setelah organ hati difiksasi, dilakukan pembuatan preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin. Pemeriksaan histopatologi dilakukan meliputi tiga variabel lesi yaitu kongesti, degenerasi melemak, dan nekrosis. Tingkat keparahan lesi tersebut dibuat skoring yaitu 0, 1, 2 dan 3 masing-masing apabila normal, lesi ringan, sedang dan berat. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji non parametik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian logam timbal dengan kandungan 0,5 ppm, 1,0 ppm, dan 2,0 ppm menyebabkan lesi histopatologi hati tikus berupa kongesti dan nekrosis yang signifikan dibandingkan kontrol, kecuali lesi degenerasi melemak.
Universitas Udayana
Title: Histopatologi Hati Tikus yang Terpapar Logam Berat Timbal
Description:
Timbal merupakan salah satu bahan pencemar udara yang sangat berbahaya.
Toksisitas logam berat Pb dapat menimbulkan dampak yang berat, salah satunya pada organ hati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histopatologi hati pada tikus yang terpapar logam berat timbal dengan dosis yang berbeda.
Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan dengan strain Wistar, umur 2 bulan dan berat badan 250-300 g.
Tikus yang digunakan 20 ekor dibagi atas empat kelompok perlakuan yaitu kontrol (P0), Pb asetat 0,5 ppm (P1), Pb asetat 1,0 ppm (P2), dan Pb asetat 2,0 ppm (P3) selama 30 hari.
Pada hari ke 31 dilakukan nekropsi lalu organ hati diambil dan dimasukkan ke dalam netral buffer formalin 10%.
Setelah organ hati difiksasi, dilakukan pembuatan preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin.
Pemeriksaan histopatologi dilakukan meliputi tiga variabel lesi yaitu kongesti, degenerasi melemak, dan nekrosis.
Tingkat keparahan lesi tersebut dibuat skoring yaitu 0, 1, 2 dan 3 masing-masing apabila normal, lesi ringan, sedang dan berat.
Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji non parametik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian logam timbal dengan kandungan 0,5 ppm, 1,0 ppm, dan 2,0 ppm menyebabkan lesi histopatologi hati tikus berupa kongesti dan nekrosis yang signifikan dibandingkan kontrol, kecuali lesi degenerasi melemak.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR SUNGAI ANDONG OLEH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI JATIROTO, JAWA TENGAH
PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR SUNGAI ANDONG OLEH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI JATIROTO, JAWA TENGAH
Pencemaran logam berat pada lingkungan perairan terutama sungai yang diakibatkan kegiatan pertambangan sudah banyak dijumpai. Penelitian ini berlokasi di Jatiroto, Wonogiri, Jawa T...
PAPARAN TIMBAL UDARA TERHADAP TIMBAL DARAH, HEMOGLOBIN, CYSTATIN C SERUM PEKERJA PENGECATAN MOBIL
PAPARAN TIMBAL UDARA TERHADAP TIMBAL DARAH, HEMOGLOBIN, CYSTATIN C SERUM PEKERJA PENGECATAN MOBIL
<p>Timbal mempengaruhi sistem hematologis, saraf, urinaria, reproduksi, endokrin, dan jantung. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh timbal udara terhadap timbal dara...
INFUSA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MEMPERBAIKI
KERUSAKAN HATI TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIAZINON
INFUSA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MEMPERBAIKI
KERUSAKAN HATI TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIAZINON
Penggunaan diazinon dalam membasmi hama tanaman akan meninggalkan residu pada tanaman sehingga jika dikonsumsi memberikan dampak buruk. Metabolisme diazinon di hati meningkatkan ju...
BIOMONITORING PENCEMARAN SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN JUWANA BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb) PADA IKAN LUNDU
BIOMONITORING PENCEMARAN SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN JUWANA BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb) PADA IKAN LUNDU
Biomonitoring adalah pemanfaatan organisme untuk memonitor dan menilai/ mendeteksi kondisi suatu lingkungan. Sungai Silugonggo merupakan sungai terbesar di Kecamatan Juwana, yang b...
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Percobaan milik Program Studi Peternakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi warna ransum...
STRUKTUR POPULASI DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA GASTROPODA (Telescopium telescopium) DI KAWASAN MANGROVE TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI
STRUKTUR POPULASI DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA GASTROPODA (Telescopium telescopium) DI KAWASAN MANGROVE TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi dan kandungan logam berat gastropoda (Telescopium telescopium) di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Penelitian ...
Suplementasi Calcitriol Menurunkan Risiko Osteoporosis Tikus Ovariektomi
Suplementasi Calcitriol Menurunkan Risiko Osteoporosis Tikus Ovariektomi
Suplemen calcitriol memicu pembentukan tulang, namun juga meningkatkan resorpsi tulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas calcitriol dalam menurunkan risiko osteo...

