Javascript must be enabled to continue!
Konservasi Naskah Sunda Kuno di Kabupaten Bandung
View through CrossRef
The conservation of Ancient Sundanese manuscripts through transliteration training was motivated by concerns about the condition of the ancient Sundanese manuscripts that had been decayed so that they were unreadable because they were eaten by termites and were hit by time bombs. Such conditions can cause the contents information of the text cannot be extracted and conveyed to the next generation. Based on the above background, there is a need to organize an activity to provide training of the procedures in collecting, documenting, describing, and transliterating Sundanese manuscript written in Arab Pegon script into Latin script. The intended ancient Sundanese manuscript is a manuscript originating from an individual collection or those which are still scattered in the community. The target community is Sundanese language teacher community in Kabupaten Bandung. The approach used is a philological approach along with training and workshop methods. The results obtained revealed that Sundanese Language teachers in Kabupaten Bandung have a strategic role in preserving the Ancient Sundanese manuscript. Teachers have a very important role to provide information to the public about the preservation of ancient Sundanese manuscripts in the area where they live. The manuscripts from transliteration as well as studies that esteem the education of local cultural wisdom can be used as alternative teaching material in the school.AbstrakKonservasi naskah Sunda Kuno melalui pelatihan transliterasi yang dilaksanakan ini dilatarbelakangi adanya kekhawatiran terhadap kondisi naskah (manuscript; handscrift) Sunda Kuno yang sudah lapuk sehingga tidak terbaca karena rusak dimakan rayap dan terkena bom waktu. Kondisi demikian dapat menyebabkan informasi isi teks yang terkandung di dalamnya tidak tergali dan tidak tersampaikan kepada generasi berikutnnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pelatihan tentang tatacara mengumpulkan, mendokumentasikan, mendeskripsikan, serta mekanisme transliterasi naskah Sunda beraksara Arab Pegon ke dalam aksara Latin. Naskah Sunda Kuno yang dimaksud adalah naskah yang berasal dari koleksi perseorangan atau yang masih tersebar di masyarakat. Masyarakat yang menjadi sasaran adalah kelompok masyarakat guru bidang studi Bahasa daerah/Sunda di Kabupaten Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filologis dengan metode pelatihan dan workshop. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa guru bidang studi Bahasa Daerah/Sunda di Wilayah Kabupaten Bandung memiliki peran strategis dalam melestarikan naskah Sunda Kuno. Guru memiliki peranan sangat penting untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang pelestarian naskah Sunda Kuno yang berada di daerah tempat mereka tinggal. Naskah hasil transliterasi serta kajiannya yang bernilai pendidikan kearifan budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan-ajar di sekolah.
Title: Konservasi Naskah Sunda Kuno di Kabupaten Bandung
Description:
The conservation of Ancient Sundanese manuscripts through transliteration training was motivated by concerns about the condition of the ancient Sundanese manuscripts that had been decayed so that they were unreadable because they were eaten by termites and were hit by time bombs.
Such conditions can cause the contents information of the text cannot be extracted and conveyed to the next generation.
Based on the above background, there is a need to organize an activity to provide training of the procedures in collecting, documenting, describing, and transliterating Sundanese manuscript written in Arab Pegon script into Latin script.
The intended ancient Sundanese manuscript is a manuscript originating from an individual collection or those which are still scattered in the community.
The target community is Sundanese language teacher community in Kabupaten Bandung.
The approach used is a philological approach along with training and workshop methods.
The results obtained revealed that Sundanese Language teachers in Kabupaten Bandung have a strategic role in preserving the Ancient Sundanese manuscript.
Teachers have a very important role to provide information to the public about the preservation of ancient Sundanese manuscripts in the area where they live.
The manuscripts from transliteration as well as studies that esteem the education of local cultural wisdom can be used as alternative teaching material in the school.
AbstrakKonservasi naskah Sunda Kuno melalui pelatihan transliterasi yang dilaksanakan ini dilatarbelakangi adanya kekhawatiran terhadap kondisi naskah (manuscript; handscrift) Sunda Kuno yang sudah lapuk sehingga tidak terbaca karena rusak dimakan rayap dan terkena bom waktu.
Kondisi demikian dapat menyebabkan informasi isi teks yang terkandung di dalamnya tidak tergali dan tidak tersampaikan kepada generasi berikutnnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pelatihan tentang tatacara mengumpulkan, mendokumentasikan, mendeskripsikan, serta mekanisme transliterasi naskah Sunda beraksara Arab Pegon ke dalam aksara Latin.
Naskah Sunda Kuno yang dimaksud adalah naskah yang berasal dari koleksi perseorangan atau yang masih tersebar di masyarakat.
Masyarakat yang menjadi sasaran adalah kelompok masyarakat guru bidang studi Bahasa daerah/Sunda di Kabupaten Bandung.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filologis dengan metode pelatihan dan workshop.
Hasil yang diperoleh yaitu bahwa guru bidang studi Bahasa Daerah/Sunda di Wilayah Kabupaten Bandung memiliki peran strategis dalam melestarikan naskah Sunda Kuno.
Guru memiliki peranan sangat penting untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang pelestarian naskah Sunda Kuno yang berada di daerah tempat mereka tinggal.
Naskah hasil transliterasi serta kajiannya yang bernilai pendidikan kearifan budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan-ajar di sekolah.
Related Results
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
Naskah-naskah Sunda Kuno yang sampai kepada kita di masa sekarang merupakan peninggalan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung aneka ragam gagasan dan kecerdasan orang Sunda ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menyimpan naskah-naskah Nusantara. Koleksi yang tersimpan terdiri lebih dari sebelas ribu na...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah
Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah
ABSTRACT Maritime traffic increase consequently would make the intensity of the ASL surveillance respectively. Indonesia owned several vital and important straits for maritime traf...

