Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Penundaan Pengolahan terhadap Kandungan Histamin Ikan Lisong ( Scomber Australaskus Cv. )

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penundaan pengolahan terhadap kandungan histamin ikan lisong (Scomber australasicus CV). Penundaan pengolahan dilakukan pada suhu kamar dan suhu rerdah (es). Pada suhu kamar, penundaan dilakukan selama 16 jam dengan pengamatan setiap 2 jam sekali, sedangkan penundaan pada suhu rendah menggunakan es di dalam coolbox selama 16 hari dengan pengamatan setiap 2 hari sekali. Parameter yang diamati meliputi kadar air, histamin, total volatile base (TVB) dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pada suhu kamar berpengaruh nyata terhadap peningkatan kandungan histamin, namun tidak demikian pada penundaan dengan es. Pada suhu kamar kadar histamin meningkat dari 75,7 mg/1 00 g menjadi 280,5 mg/1 00 g pada jam ke 16, sedangkan pada penundaan dengan es hanya meningkat menjadi 104,2 mg/100 g setelah hari ke‑10. Perlakuan penundaan pada suhu kamar maupun dengan es berpengaruh nyata terhadap nilai TVB ikan, yaitu pada suhu kamar TBV meningkat dari 26,4 mgN/100 g menjadi 54,3 mgN/100 g pada jam ke 16, sementara pada perlakuan dengan es menjadi 62,7 mgN/1 00 g pada hari ke 16. Pertumbuhan bakteri pembentuk histamin pada suhu kamar lebih cepat dibandingkan pada perlakuan dengan es. Pada awal penelitian jumlah bakteri 2,4 x 104 koloni/g dan meningkat menjadi 2,8 x 108 koloni/g pada perlakuan suhu kamar jam ke‑16, sedangkan pada perlakuan dengan es jumlah bakteri tertinggi pada hari ke‑8 yaitu 8,7 x 104 koloni/g. Pada suhu kamar ikan sudah ditolak oleh panelis pada jam ke‑12, sedangkan pada perlakuan dengan es pada hari ke­10,
Title: Pengaruh Penundaan Pengolahan terhadap Kandungan Histamin Ikan Lisong ( Scomber Australaskus Cv. )
Description:
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penundaan pengolahan terhadap kandungan histamin ikan lisong (Scomber australasicus CV).
Penundaan pengolahan dilakukan pada suhu kamar dan suhu rerdah (es).
Pada suhu kamar, penundaan dilakukan selama 16 jam dengan pengamatan setiap 2 jam sekali, sedangkan penundaan pada suhu rendah menggunakan es di dalam coolbox selama 16 hari dengan pengamatan setiap 2 hari sekali.
Parameter yang diamati meliputi kadar air, histamin, total volatile base (TVB) dan organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pada suhu kamar berpengaruh nyata terhadap peningkatan kandungan histamin, namun tidak demikian pada penundaan dengan es.
Pada suhu kamar kadar histamin meningkat dari 75,7 mg/1 00 g menjadi 280,5 mg/1 00 g pada jam ke 16, sedangkan pada penundaan dengan es hanya meningkat menjadi 104,2 mg/100 g setelah hari ke‑10.
Perlakuan penundaan pada suhu kamar maupun dengan es berpengaruh nyata terhadap nilai TVB ikan, yaitu pada suhu kamar TBV meningkat dari 26,4 mgN/100 g menjadi 54,3 mgN/100 g pada jam ke 16, sementara pada perlakuan dengan es menjadi 62,7 mgN/1 00 g pada hari ke 16.
Pertumbuhan bakteri pembentuk histamin pada suhu kamar lebih cepat dibandingkan pada perlakuan dengan es.
Pada awal penelitian jumlah bakteri 2,4 x 104 koloni/g dan meningkat menjadi 2,8 x 108 koloni/g pada perlakuan suhu kamar jam ke‑16, sedangkan pada perlakuan dengan es jumlah bakteri tertinggi pada hari ke‑8 yaitu 8,7 x 104 koloni/g.
Pada suhu kamar ikan sudah ditolak oleh panelis pada jam ke‑12, sedangkan pada perlakuan dengan es pada hari ke­10,.

Related Results

Prevalensi Cacing Endoparasit Ikan Tongkol Lisong di Pasar Induk Pulau Bangka
Prevalensi Cacing Endoparasit Ikan Tongkol Lisong di Pasar Induk Pulau Bangka
The Bullet Tuna (Auxis rochei) is a low-cost fish popular among Bangka residents. Bullet Tuna has components that are good for the human body, such as protein, carbs, and minerals....
PENGARUH PENUNDAAN PENGOLAHAN TERHADAP KANDUNGAN HISTAMIN IKAN LISONG (Scomber australascus CV)
PENGARUH PENUNDAAN PENGOLAHAN TERHADAP KANDUNGAN HISTAMIN IKAN LISONG (Scomber australascus CV)
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penundaan pengolahan terhadap kandungan histamin ikan lisong (Scomber australasicus CV), Penundaan pengolahan dilakukan pada suhu ka...
Analisis Kadar Histamin pada Produk Olahan Ikan Pindang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Menggunakan ELISA
Analisis Kadar Histamin pada Produk Olahan Ikan Pindang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Menggunakan ELISA
Histamin merupakan salah satu indikator keamanan mutu pangan untuk produk olahan ikan. Histamin dimungkinkan terkandung pada ikan pindang karena beberapa faktor. Penelitian ini ber...
Pemanfaatan Tulang Ikan Patin sebagai Tepung Tinggi Kalsium di Kampung Patin, Kabupaten Kampar
Pemanfaatan Tulang Ikan Patin sebagai Tepung Tinggi Kalsium di Kampung Patin, Kabupaten Kampar
Ikan patin merupakan salah satu ikan yang banyak dikembangkan karena tingginya permintaan baik dari pasar domestik maupun internasional. Kabupaten Kampar Provinsi Riau merupakan sa...

Back to Top