Javascript must be enabled to continue!
GAGASAN GERAKAN PSIKOLOGI ISLAM : SUATU PENDEKATAN PSIKOMETRIK
View through CrossRef
Secara teori mahupun falsafah, psikologi Islam telahpun berkembang seiring adanya tuntutan Islamisasi ilmu. Namun untuk memperjuangkan psikologi Islam sebagai salah satu disiplin ilmu yang diakui, masih jauh dari kenyataan. Tentangan dan harapan ini memerlukan suatu paradigma dan epistemologi khas yang mengarah kepada konseptualisasi dan pengukuran (psikometrik). Dalam konteks sejarah, psikologi baru diakui sebagi suatu ilmu berasaskan verifikasi pengukuran kuantitatif, sebagaimana yang dipelopori oleh William Wundt dengan strukturalismenya. Oleh itu kajian ini cuba menawarkan konsep Epistemologi pengukuran dalam psikologi Islam dengan cara transformasik ideologi, budaya dan sosial yang berasaskan dari Al-qur’an dan Hadits untuk membentuk konstruk-konstruk dan indikator-indikator sesebuah pengukuran yang dikombinasikan menurut kaedah psikometrik yang sedia ada. Konsep mental-kognitif sebagai bentuk cara berfikir berteraskan Islam telahpun dibina dengan pendekatan tawaran epistemologi dimana Pengukuran ini telah ditadbir kepada Remaja Bermasalah Di Pusat Pemulihan seramai 490 orang. Hasil kajian menunjukkan tahap mental-kognitif remaja tersebut adalah pada tahap yang rendah. Menurut perbezaan jantina dengan menggunakan ujian t mendapati perempuan (min=248.81) lebih tinggi tahapnya berbanding lelaki (244.671) di mana t=-2.071 dengan p<0.05. Manakala dari segi reliabiliti dan validiti memperlihatkan indeks yang cukup baik. Diharapkan hasil kajian ini dapat memberi implikasi kepada berkembangnya pembinaan alat pengukuran dan modul-modul intervensi psikologi yang berteraskan Islam.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Title: GAGASAN GERAKAN PSIKOLOGI ISLAM : SUATU PENDEKATAN PSIKOMETRIK
Description:
Secara teori mahupun falsafah, psikologi Islam telahpun berkembang seiring adanya tuntutan Islamisasi ilmu.
Namun untuk memperjuangkan psikologi Islam sebagai salah satu disiplin ilmu yang diakui, masih jauh dari kenyataan.
Tentangan dan harapan ini memerlukan suatu paradigma dan epistemologi khas yang mengarah kepada konseptualisasi dan pengukuran (psikometrik).
Dalam konteks sejarah, psikologi baru diakui sebagi suatu ilmu berasaskan verifikasi pengukuran kuantitatif, sebagaimana yang dipelopori oleh William Wundt dengan strukturalismenya.
Oleh itu kajian ini cuba menawarkan konsep Epistemologi pengukuran dalam psikologi Islam dengan cara transformasik ideologi, budaya dan sosial yang berasaskan dari Al-qur’an dan Hadits untuk membentuk konstruk-konstruk dan indikator-indikator sesebuah pengukuran yang dikombinasikan menurut kaedah psikometrik yang sedia ada.
Konsep mental-kognitif sebagai bentuk cara berfikir berteraskan Islam telahpun dibina dengan pendekatan tawaran epistemologi dimana Pengukuran ini telah ditadbir kepada Remaja Bermasalah Di Pusat Pemulihan seramai 490 orang.
Hasil kajian menunjukkan tahap mental-kognitif remaja tersebut adalah pada tahap yang rendah.
Menurut perbezaan jantina dengan menggunakan ujian t mendapati perempuan (min=248.
81) lebih tinggi tahapnya berbanding lelaki (244.
671) di mana t=-2.
071 dengan p<0.
05.
Manakala dari segi reliabiliti dan validiti memperlihatkan indeks yang cukup baik.
Diharapkan hasil kajian ini dapat memberi implikasi kepada berkembangnya pembinaan alat pengukuran dan modul-modul intervensi psikologi yang berteraskan Islam.
Related Results
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ekofeminisme Gerakan Chipko di India ntuk mengetahui kontribusi ekofeminisme terhadap gerakan Chipko di India serta mengetahui pengaruh ...
Peran Psikologi dalam Pendidikan Islam
Peran Psikologi dalam Pendidikan Islam
The role of psychology in Islamic education is based on the assumption that there are differences in psychology and the socio-cultural background of students. Psychology is here to...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
RESPONS NAHDLATUL ULAMA PONOROGO TERHADAP GERAKAN ISLAM FUNDAMENTALIS
RESPONS NAHDLATUL ULAMA PONOROGO TERHADAP GERAKAN ISLAM FUNDAMENTALIS
Penelitian ini bertujuan mengungkap respons Nahdlatul Ulama Pono- rogo terhadap dakwah dan ajaran dari gerakan Islam Fun Gerakan Islam Fundamentalis dicirikan sebagai gerakan-gerak...
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
Sulawesi Selatan memiliki peranan tersendiri dalam sejarah nasional Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa kerajaan Gowa merupakan kerajaan besar yang terdapat di Sulawesi Selatan yan...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
PSIKOLOGI ISLAM PENDEKATAN FALSAFI
PSIKOLOGI ISLAM PENDEKATAN FALSAFI
Filsafat pada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengnai sesuatu yang berada di balik objek formanya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas, dan inti ya...
Menggali kearifan kolektivisme: Pendekatan berbasis relasi dalam penelitian dan praktik psikologi di Indonesia
Menggali kearifan kolektivisme: Pendekatan berbasis relasi dalam penelitian dan praktik psikologi di Indonesia
Tidak ada satu pendekatan psikologi yang berlaku secara mutlak di berbagai konteks budaya. Oleh karena itu, perkembangan ilmu psikologi perlu sensitif terhadap konteks budaya masya...

