Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
View through CrossRef
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah
penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum masih tetap
dipertahankan untuk melayani masyarakat di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja angkutan umum di Kota Palu, ditinjau dari sisi persepsi masyarakat, operator, dan tarif yang
berlaku. Metode yang digunakan adalah metode survey state preference untuk mengetahui persepsi
masyarakat dan operator terhadap kinerja angkutan umum, dan metode WTP dan ATP untuk
mengetahui tarif yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna terhadap kinerja
angkutan umum berdasarkan tingkat kenyamanan dan keamanan bahwa pengguna merasa cukup baik.
Sedangkan waktu tempuh angkutan umum yang tidak menentu, memiliki penilaian yang kurang baik
dari penggunanya yang disebabkan oleh kemacetan, angkutan bergerak dengan kecepatan rendah serta
menaik turunkan penumpang dengan sembarangan. Persepsi pengelola terhadap kinerja angkutan umum
yaitu melakukan upaya untuk menghidupkan kembali moda transportasi ini, agar masyarakat kembali
meminati angkutan umum sebagai alat transportasi. Hal ini dilakukan pihak pengelola sebagai bentuk
pengurangan kemacetan di jalan raya. Berdasarkan hasil evaluasi masyarakat Kota Palu khususnya
pengguna angkutan umum mampu membayar tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar
Rp.11.000. Untuk hubungan antara ability to pay dan willingness to pay didapatkan titik perpotongan
yaitu sebesar Rp. 18.000. Selain itu juga masyarakat yang menggunakan angkutan umum mau
membayar lebih tarif dari tarif yang ditetapkan oleh pemerintah, tujuannya yaitu untuk memperbaiki
layanan penggunaan angkutan umum di kota Palu agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Title: EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Description:
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah
penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya.
Namun demikian, angkutan umum masih tetap
dipertahankan untuk melayani masyarakat di Kota Palu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja angkutan umum di Kota Palu, ditinjau dari sisi persepsi masyarakat, operator, dan tarif yang
berlaku.
Metode yang digunakan adalah metode survey state preference untuk mengetahui persepsi
masyarakat dan operator terhadap kinerja angkutan umum, dan metode WTP dan ATP untuk
mengetahui tarif yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna terhadap kinerja
angkutan umum berdasarkan tingkat kenyamanan dan keamanan bahwa pengguna merasa cukup baik.
Sedangkan waktu tempuh angkutan umum yang tidak menentu, memiliki penilaian yang kurang baik
dari penggunanya yang disebabkan oleh kemacetan, angkutan bergerak dengan kecepatan rendah serta
menaik turunkan penumpang dengan sembarangan.
Persepsi pengelola terhadap kinerja angkutan umum
yaitu melakukan upaya untuk menghidupkan kembali moda transportasi ini, agar masyarakat kembali
meminati angkutan umum sebagai alat transportasi.
Hal ini dilakukan pihak pengelola sebagai bentuk
pengurangan kemacetan di jalan raya.
Berdasarkan hasil evaluasi masyarakat Kota Palu khususnya
pengguna angkutan umum mampu membayar tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar
Rp.
11.
000.
Untuk hubungan antara ability to pay dan willingness to pay didapatkan titik perpotongan
yaitu sebesar Rp.
18.
000.
Selain itu juga masyarakat yang menggunakan angkutan umum mau
membayar lebih tarif dari tarif yang ditetapkan oleh pemerintah, tujuannya yaitu untuk memperbaiki
layanan penggunaan angkutan umum di kota Palu agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Related Results
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
Dalam rangka penertiban angkutan umum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 5 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa “Pembina...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
Perkembangan transportasi di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat, peningkatan ini dipicu k...
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan a...
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERDESAAN WAY KANAN MELALUI RUTE BARADATU - WAY TUBA
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERDESAAN WAY KANAN MELALUI RUTE BARADATU - WAY TUBA
Untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas dan mobilitas penduduk di kabupaten Way Kanan, diperlukan angkutan umum yang mencukupi. Membantu mobilisasi penduduk dengan pelayanan ...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
<p>Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem Elektronik-Kinerja (e-kinerja) di Dinas Perdagangan kota Surakarta serta untuk mengetahui kendala dan solusi dari...

