Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI SISWA DALAM MENYELSAIKAN MASALAH PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUTAN
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah dalam mata kuliah kalkulus lanjutan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tes diberikan kepada mahasiswa semester 3, yang berjumlah 19 orang. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pada masalah nomor 1, kesalahan yang paling umum adalah 68,42% (13 orang) dan kesalahan paling kecil adalah 21,05% (4 orang). Pada soal nomor 2, jenis kesalahan yang paling umum adalah 73,68% (14 orang) dan kesalahan terkecil adalah kesalahan operasi dan fakta yaitu 0% (19 orang). Untuk pertanyaan nomor 3, jenis kesalahan yang paling umum adalah kesalahan konsep 0% (19 orang) dan kesalahan terkecil adalah kesalahan operasi adalah 0% (19 orang). Pada pertanyaan nomor 4, jenis kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa adalah konsep kesalahan yaitu 47, 37% (9 orang) dan jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah operasi kesahan dan fakta yaitu 0% (19 orang) ). Secara keseluruhan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal kalkulus lanjutan adalah kesalahan konsep yaitu sebanyak 56,58% dan jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah kesalahan operasi yaitu sebanyak 5,26%.
Program Studi PGSD FKIP Universitas Riau
Title: IDENTIFIKASI SISWA DALAM MENYELSAIKAN MASALAH PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUTAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah dalam mata kuliah kalkulus lanjutan.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Tes diberikan kepada mahasiswa semester 3, yang berjumlah 19 orang.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pada masalah nomor 1, kesalahan yang paling umum adalah 68,42% (13 orang) dan kesalahan paling kecil adalah 21,05% (4 orang).
Pada soal nomor 2, jenis kesalahan yang paling umum adalah 73,68% (14 orang) dan kesalahan terkecil adalah kesalahan operasi dan fakta yaitu 0% (19 orang).
Untuk pertanyaan nomor 3, jenis kesalahan yang paling umum adalah kesalahan konsep 0% (19 orang) dan kesalahan terkecil adalah kesalahan operasi adalah 0% (19 orang).
Pada pertanyaan nomor 4, jenis kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa adalah konsep kesalahan yaitu 47, 37% (9 orang) dan jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah operasi kesahan dan fakta yaitu 0% (19 orang) ).
Secara keseluruhan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal kalkulus lanjutan adalah kesalahan konsep yaitu sebanyak 56,58% dan jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah kesalahan operasi yaitu sebanyak 5,26%.
Related Results
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa SMP Maniamas Ngabang
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa SMP Maniamas Ngabang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah menurut Polya. Jenis penelitian adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 ora...
Penerapan Teknik Bertanya Dalam Pembelajaran PKn Berbasis Masalah Sosial Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Penerapan Teknik Bertanya Dalam Pembelajaran PKn Berbasis Masalah Sosial Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Mata pelajaran PKn merupakan salah satu bidang sosial yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Proses pembelajaran di sekolah dap...
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah...
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Morfologi Tumbuhan
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Morfologi Tumbuhan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar pada mata kuliah morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan te...
Sindrom Mata Kering
Sindrom Mata Kering
Mata kering merupakan suatu kondisi ketidaknyamanan dalam pengelihatan penderita yang disebabkan karena kekurangan kelembaban, lubrikasi dalam mata. Sindrom mata kering adalah peny...
Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
Abstract: The ways students solve problems become one of the main target of physics learning. Investigation about how students solve problems is explored in the context of metacogn...

