Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hegemoni Amerika Dalam Film Independence Day: Resurgence

View through CrossRef
Amerika Serikat memanfaatkan Hollywood sebagai kiblat industri hiburan dunia untuk menanamkan ideologinya dalam menguasai dan mengontrol negara lain melalui film. Artikel ini membahas tentang film yang merupakan produk sebuah struktur sosial politik dan budaya, salah satu film yang berjudul Independence Day:Resurgence disisipi praktik hegemoni dengan menanamkan ideologi kepada khalayak yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hegemoni Amerika Serikat di dunia melalui pendekatan analisis isi yang ditinjau dengan teori depedensi media dan teori media Marxist, Teknik pengumpulan data dengan melihat teks dalan film dan konteks yang melatarinya. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori dependensi media menganalisis pengaruh media dalam menciptakan kognisi baru bagi reputasi masyarakat dan negara sehingga dengan mudah menanamkan pengaruh, doktrin dan hegemoninya secara global. Hal ini dibuktikan dengan tema film yakni hari bersejarah “hari kemerdekaan” Amerika Serikat. Disinilah momentum yang hendak dimanfaatkan sebagai ajang “pembuktian” mereka atau Self Assertion negara besar. Melalui pendekatan teori media Marxist, Amerika Serikat hendak menunjukan wajahnya yang bersahabat kepada semua negara bersamaan dengan mempertahankan image sebagai negara penguasa dan polisi dunia. Amerika Serikat secara sadar menerapkan kemapanan status quo sebagai negara adidaya. Kondisi ekonomi-politik yang berkembang di suatu negara, mempunyai hubungan yang saling menentukan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi-politik global.
State Islamic University of Raden Fatah Palembang
Title: Hegemoni Amerika Dalam Film Independence Day: Resurgence
Description:
Amerika Serikat memanfaatkan Hollywood sebagai kiblat industri hiburan dunia untuk menanamkan ideologinya dalam menguasai dan mengontrol negara lain melalui film.
Artikel ini membahas tentang film yang merupakan produk sebuah struktur sosial politik dan budaya, salah satu film yang berjudul Independence Day:Resurgence disisipi praktik hegemoni dengan menanamkan ideologi kepada khalayak yang menontonnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hegemoni Amerika Serikat di dunia melalui pendekatan analisis isi yang ditinjau dengan teori depedensi media dan teori media Marxist, Teknik pengumpulan data dengan melihat teks dalan film dan konteks yang melatarinya.
Hasil penelitian menyatakan bahwa teori dependensi media menganalisis pengaruh media dalam menciptakan kognisi baru bagi reputasi masyarakat dan negara sehingga dengan mudah menanamkan pengaruh, doktrin dan hegemoninya secara global.
Hal ini dibuktikan dengan tema film yakni hari bersejarah “hari kemerdekaan” Amerika Serikat.
Disinilah momentum yang hendak dimanfaatkan sebagai ajang “pembuktian” mereka atau Self Assertion negara besar.
Melalui pendekatan teori media Marxist, Amerika Serikat hendak menunjukan wajahnya yang bersahabat kepada semua negara bersamaan dengan mempertahankan image sebagai negara penguasa dan polisi dunia.
Amerika Serikat secara sadar menerapkan kemapanan status quo sebagai negara adidaya.
Kondisi ekonomi-politik yang berkembang di suatu negara, mempunyai hubungan yang saling menentukan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi-politik global.

Related Results

Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Pengaruh Amerika Serikat dalam Budaya Perfilman Korea Selatan 1950-an: Madame Freedom Karya Han Hyung-mo
Pengaruh Amerika Serikat dalam Budaya Perfilman Korea Selatan 1950-an: Madame Freedom Karya Han Hyung-mo
In the 1950s around the Korean War, the United States provided a lot of assistance to South Korea, including in the field of film. Hollywood films are increasingly influencing Kore...
HEGEMONI DALAM NOVEL “ENTROK” KARYA OKKY MADASARI
HEGEMONI DALAM NOVEL “ENTROK” KARYA OKKY MADASARI
Dalam upaya mengetahui praktik-praktik hegemoni yang terjadi dalam novel Entrok perlu dilakukan pengkajian lebih dalam melalui teori hegemoni. Secara garis besar hegemoni merupakan...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci
Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci
Rosyidah, Yuni Kholifatul. 2022. Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci. Skrispi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas ...
RESISTENSI TERHADAP HEGEMONI DAN DOMINASI DALAM PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI
RESISTENSI TERHADAP HEGEMONI DAN DOMINASI DALAM PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI
Abstract This study aims to analyze the resistance of marginalized people to hegemony and domination by the dominant in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari. In ...
Harry Potter, Inc.
Harry Potter, Inc.
Engagement in any capacity with mainstream media since mid-2001 has meant immersion in the cross-platform, multimedia phenomenon of Harry Potter: Muggle outcast; boy wizard; corpor...

Back to Top